Prajurit TMMD Bantu Lansia Berusia Seabad Angkut Kayu Bakar di Mansel
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 47 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manokwari Selatan – Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1808/Mansel membantu Gemu Mandacan, warga lanjut usia berumur lebih dari 100 tahun, mengangkut kayu bakar di Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, Minggu (25/10/2026).
Aksi tersebut menunjukkan kepedulian prajurit terhadap kebutuhan warga di tengah pelaksanaan program pembangunan desa yang berlangsung di wilayah tersebut.
Pada hari ke-12 pelaksanaan TMMD, para prajurit tidak hanya berfokus pada sasaran pembangunan fisik, tetapi juga membantu masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Bagi Gemu Mandacan, kegiatan mencari dan mengangkut kayu bakar menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Namun, pekerjaan itu tentu membutuhkan tenaga, terlebih bagi seseorang yang telah berusia lebih dari satu abad.
Melihat kondisi tersebut, personel Satgas TMMD turun tangan membantu Gemu Mandacan agar pekerjaan mengangkut kayu bakar terasa lebih ringan.
Tindakan sederhana itu memperlihatkan bagaimana interaksi langsung antara prajurit dan warga dapat menghadirkan manfaat di luar pembangunan sarana dan prasarana.
Kepedulian yang Hadir di Tengah Aktivitas Warga
Pelaksanaan TMMD umumnya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan berbagai kegiatan yang mendukung kebutuhan masyarakat desa. Meski demikian, pengabdian prajurit juga hadir melalui kepedulian terhadap kondisi warga yang mereka temui setiap hari.
Di Kampung Yamboi, bantuan kepada Gemu Mandacan menjadi salah satu bentuk interaksi tersebut. Para prajurit tidak membatasi pengabdian pada pekerjaan yang masuk dalam sasaran pembangunan, tetapi turut membantu warga yang membutuhkan pertolongan.
Bantuan mengangkut kayu bakar mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi warga lanjut usia yang masih menjalani aktivitas sehari-hari, bantuan tenaga dapat meringankan pekerjaan yang memerlukan usaha fisik.
Selain itu, keterlibatan prajurit dalam kegiatan masyarakat membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara personel TNI dan warga setempat.
Hubungan tersebut tumbuh melalui perjumpaan langsung, kerja bersama, dan kepedulian terhadap kebutuhan yang dijumpai di lingkungan desa.
Dalam konteks TMMD, pendekatan seperti ini melengkapi pembangunan fisik dengan interaksi sosial. Dengan demikian, keberadaan Satgas tidak hanya berkaitan dengan pengerjaan fasilitas desa, tetapi juga dengan hubungan yang terjalin selama program berlangsung.
Meski begitu, bantuan kepada seorang warga tidak serta-merta menggambarkan seluruh kondisi masyarakat Kampung Yamboi. Kegiatan tersebut menjadi contoh konkret kepedulian personel di lapangan berdasarkan informasi yang disampaikan Satgas TMMD.
Memperkuat Gotong Royong dan Kedekatan TNI dengan Rakyat
Kehadiran personel Satgas TMMD di tengah kehidupan masyarakat memberikan kesempatan bagi prajurit untuk mengenal kebutuhan warga secara langsung.
Melalui kegiatan sehari-hari, prajurit dapat membangun komunikasi sekaligus menumbuhkan semangat saling membantu bersama masyarakat.
Bantuan kepada Gemu Mandacan memperlihatkan bahwa kepedulian tidak selalu memerlukan kegiatan besar atau program khusus. Tindakan langsung untuk meringankan pekerjaan warga juga menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Di sisi lain, kedekatan antara TNI dan warga membutuhkan interaksi yang berkelanjutan. Karena itu, gotong royong dan keterlibatan dalam kehidupan desa memiliki arti penting dalam membangun hubungan yang baik.
Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel menjalankan kegiatan pembangunan sekaligus berinteraksi dengan warga Kampung Yamboi. Dalam pelaksanaannya, hubungan tersebut terwujud melalui berbagai aktivitas yang mempertemukan prajurit dengan masyarakat.
Bagi warga, kehadiran prajurit yang bersedia membantu pekerjaan sehari-hari dapat menciptakan pengalaman langsung tentang kebersamaan dan kepedulian.
Sementara itu, bagi personel Satgas, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas di tengah masyarakat, bukan semata-mata penyelesaian sasaran fisik.
Pengabdian yang Menjangkau Kebutuhan Sehari-hari
Kegiatan membantu Gemu Mandacan berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026, di Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan.
Informasi mengenai kegiatan tersebut disampaikan oleh Pendim 1808/Mansel sebagai bagian dari laporan pelaksanaan TMMD ke-130.
Laporan itu menyoroti keterlibatan personel Satgas dalam membantu warga lanjut usia yang masih menjalankan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tidak terdapat keterangan lebih lanjut mengenai identitas personel yang terlibat, jumlah kayu yang diangkut, maupun rincian kondisi kesehatan Gemu Mandacan. Karena itu, informasi tersebut tidak dapat ditambahkan tanpa konfirmasi dari sumber yang berwenang.
Namun, inti kegiatan ini terlihat dari tindakan langsung para prajurit yang membantu meringankan pekerjaan seorang warga lanjut usia.
Melalui kegiatan tersebut, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel memperlihatkan sisi pengabdian yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pembangunan desa berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan bantuan.
Pada akhirnya, semangat gotong royong tidak hanya tercermin melalui pembangunan fasilitas umum, tetapi juga melalui kesediaan untuk membantu sesama dalam aktivitas sehari-hari.
Sumber: Pendim 1808/Mansel.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

