Perempuan Tewas Tertimpa Tembok di Koja, Polisi Duga Bangunan Roboh

Jakarta Utara, 21 April 2026 – Seorang perempuan berinisial HP (54) meninggal dunia setelah tertimpa tembok di rumah kontrakannya di Tugu Selatan, Koja, Selasa sore. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul...

-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Jakarta Utara, 21 April 2026 – Seorang perempuan berinisial HP (54) meninggal dunia setelah tertimpa tembok di rumah kontrakannya di Tugu Selatan, Koja, Selasa sore.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Perjuangan No.6 RT 01/07. Polisi menduga korban tewas akibat robohnya struktur bangunan di dalam rumah.

Saksi pertama merupakan seorang anak yang berada di sekitar lokasi kejadian. Ia mendengar suara benturan keras sebelum menemukan korban tertimpa tembok.

“Saksi mendengar suara benda keras jatuh lalu melihat korban sudah tertimpa tembok pembatas kamar mandi,” ujar Kanit Reskrim Polsek Koja IPTU Hendri Hartanto.

Saksi kemudian meminta bantuan orang tua dan warga sekitar. Warga langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pertolongan.

Sejumlah warga berupaya mengevakuasi korban dari reruntuhan tembok. Namun, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa saat berhasil dievakuasi.

Petugas dari Polsek Koja bersama tim medis Puskesmas Tugu Selatan melakukan pemeriksaan awal di lokasi. Mereka memastikan kondisi korban sebelum proses evakuasi lanjutan.

Hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Petugas hanya menemukan luka akibat material bangunan yang roboh.

“Tidak ada indikasi kekerasan. Luka diduga akibat tertimpa material tembok yang mengandung paku,” kata Hendri.

Polisi Selidiki Penyebab Robohnya Bangunan

Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara setelah menerima laporan. Mereka mengamankan area untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Petugas juga memeriksa sejumlah saksi guna memastikan kronologi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk memperjelas penyebab robohnya tembok.

Selain itu, polisi berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevaluasi kondisi bangunan. Dugaan sementara mengarah pada faktor struktur yang tidak kuat.

Pilihan Editor :  Pasmar 3 Bersama Masyarakat Turun Tangan di World Cleanup Day 2025

Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk penanganan lebih lanjut. Polisi juga telah menghubungi pihak keluarga korban.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya kondisi bangunan tempat tinggal. Struktur yang tidak layak berpotensi menimbulkan risiko keselamatan serius.

Polisi mengimbau warga untuk rutin memeriksa kondisi bangunan. Langkah pencegahan dinilai penting untuk menghindari kejadian serupa.

“Kami terus mendalami penyebab kejadian ini dan memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur,” ujar Hendri.

Hingga kini, polisi menyimpulkan kejadian tersebut sebagai kecelakaan. Namun, penyelidikan tetap berlanjut untuk memastikan faktor penyebab secara menyeluruh.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *