PB Perkemi Gelar Penataran Nasional Shorinji Kempo di Padang
penataran tersebut mampu melahirkan pelatih, penguji, dan wasit yang profesional, kompeten, serta memiliki standar kemampuan yang seragam

PADANG – Pengurus Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PB Perkemi) menggelar penataran pelatih, penguji, dan wasit tingkat daerah serta nasional di Hotel Rocky Padang, Sumatera Barat, pada 13-17 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga bela diri, khususnya dalam pembinaan Shorinji Kempo di daerah dan tingkat nasional.
Penataran diikuti para kenshi yudansha atau pemegang sabuk hitam dari berbagai kota dan kabupaten di Sumatera Barat.
Selain itu, sejumlah peserta dari luar daerah turut ambil bagian, di antaranya utusan dari Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Batam, dan Jambi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PB Perkemi, Agus Setiadji.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelatih, penguji, dan wasit demi menjaga standar pembinaan serta profesionalitas Shorinji Kempo di Indonesia.
Menurut Agus, keberhasilan pembinaan olahraga bela diri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet, tetapi juga kualitas tenaga pendukung yang berada di belakang proses pembinaan tersebut.
“Pelatih, penguji, dan wasit memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas dan marwah organisasi. Karena itu, peningkatan kapasitas harus dilakukan secara berkelanjutan agar standar pembinaan tetap terjaga,” ujarnya dalam pembukaan kegiatan.
Penataran menghadirkan sejumlah narasumber dari PB Perkemi yang memiliki pengalaman panjang dalam pembinaan dan pengembangan Shorinji Kempo nasional.
Mereka antara lain Sensei Yudi Siswantoro VII-DAN, Sensei Yanuarizal VI-DAN, Sensei Andreas S VI-DAN, Sensei Wartoyo VI-DAN, serta Sensei Rusdi V-DAN.
Selain itu, Pengurus Perkemi Sumatera Barat juga menurunkan narasumber daerah, yakni Sensei Burhendra V-DAN, untuk memberikan materi kepada peserta.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik yang difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis, pemahaman standar penilaian, metode kepelatihan, hingga penguatan disiplin organisasi.
Materi tersebut diharapkan dapat diterapkan kembali oleh peserta saat kembali ke dojo maupun daerah masing-masing.
Kegiatan berlangsung dalam suasana disiplin dan penuh semangat.
Para peserta terlihat aktif mengikuti sesi pelatihan, diskusi, hingga simulasi praktik yang diberikan para instruktur.
Tingkatkan Standar Pembinaan
Salah seorang peserta, Senpai Hendri Oswari III-DAN, menilai penataran tersebut memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Shorinji Kempo.
Menurut dia, kegiatan itu menjadi ruang pembelajaran penting untuk menyamakan pemahaman mengenai teknik, standar penilaian, serta pola pembinaan yang berlaku di lingkungan Perkemi.
“Kegiatan ini meningkatkan pemahaman teknik dan standar penilaian dalam Shorinji Kempo.
Seluruh kenshi yudansha dari berbagai dojo di Sumatera Barat mengikuti penataran ini.
Ini kesempatan penting untuk meningkatkan kualitas diri sebagai pelatih, penguji, maupun wasit,” kata Hendri.
Ia juga menilai kehadiran peserta dari berbagai provinsi menunjukkan tingginya komitmen insan Shorinji Kempo dalam memperkuat kualitas organisasi dan pembinaan atlet di daerah.
Panitia pelaksana berharap penataran tersebut mampu melahirkan pelatih, penguji, dan wasit yang profesional, kompeten, serta memiliki standar kemampuan yang seragam.
Dengan demikian, proses pembinaan atlet di daerah dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Selain memperkuat kualitas sumber daya manusia, kegiatan itu juga dinilai menjadi sarana konsolidasi organisasi dan mempererat hubungan antarkenshi dari berbagai wilayah di Sumatera.
Momentum tersebut dianggap penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan olahraga bela diri yang berorientasi pada prestasi sekaligus pembentukan karakter.
Melalui penataran tersebut, Perkemi Sumatera Barat bersama PB Perkemi berharap kualitas pembinaan Shorinji Kempo di daerah terus meningkat dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.**/Fais









