Patroli Gabungan TNI-Warga Sisir Batuceper dan Serpong Utara, Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Tangerang, 25 April 2026 – Koramil 02/Batuceper dan Koramil 09/Serpong Utara menggelar patroli gabungan bersama warga untuk menjaga keamanan wilayah dan mencegah gangguan kamtibmas. Kegiatan ini melibatkan Babinsa, mitra teritorial,...

Tangerang, 25 April 2026 – Koramil 02/Batuceper dan Koramil 09/Serpong Utara menggelar patroli gabungan bersama warga untuk menjaga keamanan wilayah dan mencegah gangguan kamtibmas.
Kegiatan ini melibatkan Babinsa, mitra teritorial, serta unsur Komponen Pendukung yang bergerak menyisir kawasan strategis di Batuceper dan Serpong Utara.
Patroli berlangsung pada Sabtu malam dengan fokus pada titik rawan yang berpotensi memicu tawuran dan kenakalan remaja.
Aparat dan warga berjalan bersama menyusuri lingkungan sambil menyampaikan imbauan keamanan secara langsung kepada masyarakat.
Langkah ini menunjukkan pendekatan preventif yang mengedepankan keterlibatan aktif warga dalam menjaga stabilitas lingkungan.
Pasi Ops Kodim 0506/Tgr Mayor Inf Heru Susanto menegaskan bahwa patroli ini bertujuan menekan potensi gangguan sejak dini.
“Kami mendorong masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena keamanan merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Heru Susanto di sela kegiatan.
Ia menilai sinergi antara aparat dan warga menjadi faktor kunci dalam menciptakan situasi yang kondusif dan terkendali.
Tekan Potensi Tawuran dan Kejahatan Jalanan
Koramil mengarahkan patroli ke area yang dinilai rawan konflik sosial dan aktivitas kriminalitas ringan hingga menengah.
Selain itu, aparat memberikan edukasi langsung kepada warga terkait pentingnya siskamling sebagai sistem keamanan berbasis komunitas.
Kehadiran Babinsa di lapangan memperkuat komunikasi antara TNI dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan keamanan lingkungan.
Warga merespons positif patroli tersebut karena memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Kami merasa lebih tenang dengan kehadiran aparat yang turun langsung ke lingkungan,” kata salah satu warga yang ikut patroli.
Selanjutnya, personel juga memantau aktivitas remaja di beberapa titik untuk mencegah potensi konflik sejak awal.
Pendekatan dialogis menjadi strategi utama dalam membangun kesadaran tanpa menimbulkan ketegangan di masyarakat.
Selain patroli fisik, aparat juga mengingatkan warga untuk segera melapor jika menemukan potensi gangguan keamanan.
Langkah ini memperkuat sistem deteksi dini yang menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas wilayah.
Sinergi antara TNI dan Komduk menunjukkan bahwa keamanan tidak dapat bergantung pada aparat semata.
Sebaliknya, kolaborasi aktif dengan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Koramil menegaskan komitmen untuk terus menggelar patroli rutin sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban wilayah.
Dengan demikian, patroli gabungan ini tidak hanya bersifat sesaat, tetapi menjadi langkah berkelanjutan dalam menjaga kondusivitas daerah.
Upaya ini sekaligus memperkuat peran TNI sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan.









