Koops TNI Habema Buka Dialog dan Akses Pelayanan di Ugimba
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Intan Jaya – Koops TNI Habema bersama Pemerintah Kabupaten Intan Jaya menemui masyarakat Distrik Ugimba, Papua Tengah, Kamis (18/9/2026).
Pertemuan tersebut membuka ruang dialog mengenai kebutuhan pembangunan, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan bantuan pangan bagi masyarakat.
Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T., hadir bersama Bupati Intan Jaya Aner Maisini dalam kunjungan tersebut.
Kepala Distrik Ugimba Penias Kogoya bersama warga menyambut kedatangan rombongan di wilayah yang menghadapi keterbatasan akses selama bertahun-tahun.
Menurut bahan Koops TNI Habema, Ugimba mengalami keterbatasan akses dan pelayanan pemerintahan selama sekitar 15 tahun.
Kondisi geografis, medan berat, cuaca ekstrem, serta faktor keamanan turut menyulitkan mobilitas menuju distrik tersebut.
Akses menuju Ugimba hingga kini terutama mengandalkan jalur udara, sedangkan jalur darat menuju distrik terdekat mencapai sekitar 70 kilometer.
Karena itu, kedatangan pemerintah daerah dan TNI menjadi kesempatan bagi masyarakat menyampaikan kebutuhan secara langsung.
Dialog Buka Ruang Aspirasi Masyarakat
Dalam pertemuan tersebut, TNI dan pemerintah daerah membuka ruang diskusi bersama masyarakat yang selama ini menghadapi keterisolasian wilayah.
Tetua adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, kepala distrik, serta anak-anak ikut menyampaikan cerita dan harapan mereka.
Bupati Intan Jaya Aner Maisini menilai pembangunan membutuhkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat.
“Pembangunan tidak dapat berjalan tanpa adanya rasa aman dan kepercayaan dari masyarakat,” ujar Aner.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan generasi muda berkomitmen membangun hubungan melalui pelayanan dan kebersamaan.
Aner juga menekankan kehadiran pemerintah harus terlihat melalui tindakan nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Kebutuhan tersebut mencakup pembangunan fisik, pendidikan anak-anak, serta akses terhadap berbagai kebutuhan dasar.
Sementara itu, Brigjen TNI Riyanto mengajak masyarakat menjaga perdamaian dan bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik.
Ia juga mengajak pihak-pihak yang masih berada di kawasan pegunungan dan hutan untuk kembali membangun kampung halaman.
Ajakan tersebut menjadi bagian dari pesan perdamaian yang disampaikan dalam pertemuan bersama masyarakat Ugimba.
Warga Sampaikan Kebutuhan Pangan dan Pembangunan
Salah seorang warga, Tius, menceritakan pengalaman masyarakat menghadapi keterbatasan kehadiran unsur pemerintah di wilayah tersebut.
Ia juga menyebut Ugimba sebelumnya menjadi basis kelompok bersenjata OPM pimpinan Sabinus Waker.
Pernyataan tersebut merupakan keterangan warga dalam pertemuan dan tidak disertai verifikasi independen dalam bahan sumber.
Melalui warga Ugimba, disampaikan pula aspirasi yang disebut berasal dari Sabinus Waker mengenai kebutuhan masyarakat.
“Kami membutuhkan perhatian pemerintah dengan bantuan beras, sembako, bantuan desa, karena kita membutuhkan pembangunan,” demikian penyampaian tersebut.
Pernyataan itu juga menyebut masyarakat Ugimba sebagai bagian dari pemerintahan serta menyampaikan rasa syukur atas kedatangan Bupati Intan Jaya dan TNI.
Masyarakat kemudian menyambut rombongan dengan menyerahkan hasil bumi berupa sayur dan ubi.
Bagi masyarakat setempat, pemberian tersebut menjadi simbol penghormatan, persaudaraan, dan keinginan membangun hubungan yang lebih baik.
Antusiasme juga terlihat dari anak-anak yang menyampaikan keinginan kembali bersekolah dan mengejar cita-cita.
Sebagian anak bercita-cita menjadi prajurit, sementara lainnya ingin mengabdi melalui pendidikan dan bidang keagamaan.
Jembatan Merah Putih Jadi Simbol Akses
Semangat pembangunan juga terlihat ketika prajurit dan masyarakat bergotong royong mengangkat material pembangunan jembatan.
Jembatan Merah Putih menjadi salah satu simbol perubahan yang disebut penting bagi masyarakat Ugimba.
Keberadaan jembatan tersebut membuka akses penghubung antarwilayah sekaligus mendukung mobilitas masyarakat.
Akses itu berkaitan dengan kebutuhan pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, dan hubungan antarwarga.
Selain dialog dan pembangunan fasilitas, rombongan menyerahkan bantuan sembako serta kebutuhan pokok kepada masyarakat.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan bagi warga yang menghadapi keterbatasan akses dan kondisi geografis wilayah.
Kunjungan itu sekaligus mempertemukan pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam ruang komunikasi secara langsung.
Pertemuan tersebut memperlihatkan sejumlah kebutuhan utama masyarakat, mulai dari pangan hingga pembangunan dan pelayanan dasar.
Namun, pemenuhan kebutuhan tersebut tetap membutuhkan proses berkelanjutan serta dukungan berbagai pihak.
Karena itu, komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam merumuskan kebutuhan pembangunan Ugimba.
Kehadiran rombongan juga membuka ruang bagi masyarakat menyampaikan aspirasi tanpa perantara dalam pertemuan tersebut.
Dari Ugimba, dialog tersebut menjadi bagian dari proses membangun kembali komunikasi, memperkuat pelayanan, dan membuka akses pembangunan bagi masyarakat.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

