Kodim 1714/Puncak Jaya Kirim Bantuan ke 90 Warga Yang Mengungsi Usai Kekerasan di Sinak
Puncak Jaya, Papua Tengah – Kodim 1714/Puncak Jaya menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada sekitar 90 warga pengungsi di Kampung Tirineri, Distrik Yambi, Minggu, 25 April 2026. Langkah ini merespons dampak langsung...

Puncak Jaya, Papua Tengah – Kodim 1714/Puncak Jaya menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada sekitar 90 warga pengungsi di Kampung Tirineri, Distrik Yambi, Minggu, 25 April 2026.
Langkah ini merespons dampak langsung aksi kekerasan bersenjata di Distrik Sinak yang memaksa warga meninggalkan tempat tinggal.
Komandan Kodim 1714/Puncak Jaya, Letkol Inf Bagus Kurniawan, memimpin kegiatan tersebut bersama personel Makodim.
Ia turun langsung untuk memastikan kondisi pengungsi sekaligus menyerahkan bantuan kebutuhan pokok.
Rombongan bergerak dari Makodim di Distrik Pagaleme melalui jalur Trans Papua menuju lokasi pengungsian.
Mereka tiba dengan aman dan langsung berinteraksi dengan warga serta tokoh masyarakat setempat.
Kehadiran aparat TNI disambut antusias oleh warga pengungsi dan masyarakat Kampung Tirineri.
Tokoh agama setempat, Pdt. Yandinus Telenggen, menyambut rombongan dan memfasilitasi pertemuan dengan warga.
“Kami datang untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus membawa bantuan sebagai bentuk kepedulian,” ujar Bagus Kurniawan.
Ia menegaskan TNI akan terus hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat.
Selanjutnya, Dandim menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada perwakilan warga.
Dianus Enumbi dan Yeli Walia menerima bantuan tersebut di hadapan pengungsi lainnya.
Atas bantuan tersebut, Dianus Enumbi menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Kehadiran TNI memberi kami semangat di tengah kondisi sulit,” katanya.
Kekerasan di Sinak Picu Gelombang Pengungsian
Kodim 1714/Puncak Jaya mencatat sekitar 90 warga mengungsi ke Kampung Tirineri hingga saat ini.
Mereka berasal dari Distrik Sinak setelah insiden kekerasan yang terjadi pada 14 April 2026.
Kelompok kriminal bersenjata melakukan pembakaran rumah dan penembakan di Kampung Kembru.
Aksi tersebut menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil, serta trauma bagi masyarakat sipil.
Dandim menjelaskan bahwa situasi keamanan yang tidak kondusif mendorong warga mencari perlindungan.
Ia menyebut pengungsian menjadi langkah darurat demi keselamatan masyarakat.
“Kami terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan aparat terkait,” ujar Bagus Kurniawan.
Ia juga menekankan pentingnya pemulihan keamanan dan kondisi psikologis warga.
Sementara itu, Neli Telenggen mewakili warga Kampung Tirineri mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas wilayah.
Ia berharap masyarakat dapat kembali beraktivitas normal, khususnya dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kegiatan peninjauan dan distribusi bantuan berlangsung tertib serta terkendali.
Kodim menilai kehadiran aparat memberi rasa aman sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.
Di sisi lain, aparat keamanan terus mengupayakan langkah pengamanan di Distrik Sinak.
Upaya tersebut bertujuan memulihkan situasi serta mencegah eskalasi kekerasan lanjutan.
Melalui kegiatan ini, Kodim 1714/Puncak Jaya menegaskan peran aktif satuan teritorial dalam menangani krisis kemanusiaan.
TNI juga mendorong kehadiran negara secara nyata bagi masyarakat terdampak konflik di Papua Tengah.









