Kodam XXIX/Mambruk Berdiri di Nabire, Jangkau Delapan Kabupaten Papua Tengah
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 45 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nabire – TNI Angkatan Darat memperkuat struktur komandonya di Papua Tengah melalui pembentukan Kodam XXIX/Mambruk yang bermarkas di Kimi, Kabupaten Nabire, untuk mendukung tugas pertahanan dan pembinaan teritorial di delapan kabupaten.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Kodam XXIX/Mambruk bersama lima kodam baru lainnya pada 5 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Pembentukan komando baru ini menjadi bagian dari penataan organisasi TNI AD untuk memperkuat koordinasi kewilayahan sekaligus mendukung pelaksanaan tugas pertahanan negara.
Mayjen TNI Aminton Manurung memimpin Kodam XXIX/Mambruk sebagai panglima pertama setelah sebelumnya menjabat Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat (Asops Kasad).
Kehadiran kodam tersebut menambah struktur komando kewilayahan TNI AD di Papua Tengah dengan cakupan tanggung jawab yang meliputi delapan kabupaten.
Wilayah itu mencakup Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, dan Mimika.
Dengan cakupan tersebut, Kodam XXIX/Mambruk mengemban tugas untuk mendukung koordinasi pertahanan dan pembinaan teritorial di sejumlah wilayah Papua Tengah.
Delapan Kabupaten Masuk Wilayah Tanggung Jawab

Keberadaan Kodam XXIX/Mambruk di Nabire diharapkan mendukung koordinasi antara TNI AD dan pemerintah daerah dalam menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing.
Selain itu, struktur komando ini diharapkan membantu pelaksanaan pembinaan teritorial agar lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat di wilayah tanggung jawabnya.
Pembinaan teritorial menjadi salah satu bagian penting dari tugas TNI AD karena berkaitan dengan komunikasi, kerja sama, serta hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, TNI diharapkan dapat membangun koordinasi dengan berbagai unsur daerah untuk mendukung situasi yang aman dan kondusif.
Namun, pembentukan organisasi baru juga menuntut kesiapan personel, dukungan logistik, serta pembagian tugas yang jelas agar pelaksanaan fungsi komando berjalan efektif.
Kondisi geografis dan luasnya cakupan wilayah menjadi aspek penting dalam pelaksanaan tugas kewilayahan, meskipun sumber informasi mengenai Kodam XXIX/Mambruk belum merinci kebutuhan operasional setiap kabupaten.
Karena itu, efektivitas organisasi tidak hanya bergantung pada pembentukan struktur komando, tetapi juga pada kemampuan menjalankan tugas secara konsisten di seluruh wilayah tanggung jawab.
Mayjen TNI Aminton Manurung Pimpin Kodam Baru
Penunjukan Mayjen TNI Aminton Manurung sebagai Pangdam XXIX/Mambruk pertama menjadi bagian dari pembentukan kepemimpinan pada struktur komando tersebut.
Sebelum mengemban jabatan itu, Aminton Manurung bertugas sebagai Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat.
Pengalaman tersebut menjadi latar belakang penugasan yang tercantum dalam keterangan Pen Kodim 1714/PJ mengenai pembentukan Kodam XXIX/Mambruk.
Sebagai panglima, ia memimpin pelaksanaan tugas komando sesuai ketentuan dan kebijakan organisasi TNI AD.
Sementara itu, rincian mengenai susunan satuan di bawah Kodam XXIX/Mambruk, jumlah personel, serta tahapan operasional di masing-masing kabupaten belum tercantum dalam informasi yang disampaikan.
Kelengkapan informasi tersebut diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kesiapan organisasi dan pelaksanaan tugas di lapangan.
Penguatan Pertahanan dan Pembinaan Teritorial
Pembentukan Kodam XXIX/Mambruk membawa harapan agar koordinasi pertahanan dan pembinaan teritorial di Papua Tengah berjalan lebih terarah.
Selain menjalankan fungsi pertahanan, TNI AD diharapkan menjaga komunikasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam pelaksanaan tugas kewilayahan.
Kehadiran komando baru juga diharapkan mendukung upaya menjaga stabilitas wilayah serta membangun hubungan yang konstruktif antara aparat dan warga.
Meski demikian, dampak pembentukan organisasi terhadap keamanan dan kesejahteraan masyarakat memerlukan penilaian berdasarkan pelaksanaan program, koordinasi antarlembaga, dan hasil nyata di lapangan.
Dengan demikian, keberhasilan Kodam XXIX/Mambruk tidak cukup dilihat dari peresmian dan penetapan wilayah tanggung jawabnya, tetapi juga dari konsistensi pelaksanaan tugas serta manfaat yang dirasakan masyarakat.
Informasi mengenai pembentukan Kodam XXIX/Mambruk, penunjukan panglima pertama, dan cakupan wilayahnya bersumber dari keterangan Pen Kodim 1714/PJ.
Pembentukan kodam ini diharapkan memperkuat pelaksanaan tugas TNI AD di Papua Tengah sekaligus mendukung terciptanya situasi yang kondusif dan kehidupan masyarakat yang lebih baik.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

