Puspsi TNI Terjunkan Tim Trauma Healing untuk Penyintas Gempa NTT
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
- print Cetak

Jakarta – Pusat Psikologi TNI menerjunkan Tim Trauma Healing untuk membantu pemulihan psikologis masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Kapuspsi TNI Marsda TNI Zamzani, M.Si., Psikolog melepas tim tersebut untuk bertugas di sejumlah wilayah terdampak Kabupaten Manggarai.
Pelepasan Tim Trauma Healing Puspsi TNI berlangsung pada Kamis (10/9/2026) sebagai bagian dari dukungan TNI terhadap penyintas gempa.
Tim akan mengawali pendampingan dengan melakukan asesmen psikologis terhadap penyintas dewasa maupun anak-anak yang terdampak bencana.
Asesmen bertujuan mengetahui tingkat stres yang dialami penyintas setelah menghadapi peristiwa gempa bumi.
Hasil asesmen kemudian menjadi dasar bagi tim untuk menentukan bentuk dukungan psikososial dan intervensi psikologis yang sesuai.
Pendekatan tersebut memungkinkan tim menyesuaikan pendampingan berdasarkan kondisi psikologis masing-masing penyintas.
Konseling Disiapkan bagi Penyintas
Puspsi TNI juga menyiapkan layanan konseling bagi penyintas yang masih mengalami tingkat stres tinggi akibat peristiwa gempa bumi.
Psikolog akan memberikan pendampingan secara langsung kepada penyintas di lapangan sesuai kebutuhan yang teridentifikasi melalui asesmen.
Selain layanan tatap muka, tim juga menyediakan dukungan konseling secara daring dengan melibatkan psikolog di Mako Puspsi TNI.
Skema tersebut memberikan pilihan pendampingan bagi penyintas yang membutuhkan dukungan psikologis lanjutan.
Dengan demikian, pendampingan tidak hanya berfokus pada kondisi psikologis saat tim berada di lokasi terdampak.
Dukungan juga dapat berlanjut melalui layanan daring dengan melibatkan psikolog yang berada di Mako Puspsi TNI.
Kehadiran Tim Trauma Healing memperluas dukungan TNI kepada masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai.
Upaya tersebut melengkapi bantuan untuk kebutuhan fisik yang diberikan kepada masyarakat setelah bencana.
Pendampingan psikologis menjadi bagian penting dalam membantu penyintas menghadapi dampak emosional setelah mengalami gempa bumi.
TNI melalui Puspsi TNI berupaya membantu masyarakat agar dapat memulihkan kondisi psikologis secara bertahap.
Tim juga memberikan ruang bagi penyintas untuk memperoleh dukungan sesuai tingkat stres dan kondisi yang mereka alami.
Pendekatan tersebut mencakup asesmen, dukungan psikososial, intervensi psikologis, serta konseling bagi penyintas dengan tingkat stres tinggi.
Seluruh tahapan pendampingan mengacu pada kondisi yang teridentifikasi selama proses asesmen psikologis.
Dorong Penyintas Kembali Beraktivitas
Kegiatan Trauma Healing merupakan bagian dari upaya TNI mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak gempa NTT.
Pemulihan tersebut tidak hanya menyangkut pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis masyarakat setelah bencana.
Melalui pendampingan psikologis, Puspsi TNI berupaya membantu penyintas menghadapi tekanan akibat pengalaman gempa bumi.
Dukungan tersebut diharapkan membantu masyarakat secara bertahap bangkit dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Puspsi TNI menempatkan pendampingan psikologis sebagai salah satu bentuk dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.
Tim Trauma Healing akan menjalankan tugasnya di sejumlah wilayah terdampak Kabupaten Manggarai dengan pendekatan yang disesuaikan kebutuhan penyintas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI untuk mendukung pemulihan masyarakat NTT setelah bencana.
Melalui keterlibatan psikolog dan dukungan psikososial, TNI berupaya memastikan aspek pemulihan mental turut mendapat perhatian.
Dengan pendekatan tersebut, penyintas diharapkan memperoleh dukungan untuk menghadapi dampak psikologis serta kembali menjalani kehidupan sehari-hari.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

