Jembatan Garuda Hampir Rampung, Akses Warga Panunggangan Segera Terbuka

Tangerang, 21 April 2026 – Pembangunan Jembatan Garuda di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, mencapai 97,5 persen. Infrastruktur ini segera membuka akses vital bagi ratusan warga. Proyek ini menghubungkan Kelurahan Panunggangan...

-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Tangerang, 21 April 2026 – Pembangunan Jembatan Garuda di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, mencapai 97,5 persen. Infrastruktur ini segera membuka akses vital bagi ratusan warga.

Proyek ini menghubungkan Kelurahan Panunggangan Utara dan Panunggangan Timur.

Sekitar 500 kepala keluarga akan merasakan manfaat langsung dari kehadiran jembatan tersebut.

Jembatan beton sepanjang 8 meter dan lebar 2 meter berdiri di Jalan Gorong Gorong, RT 005/RW 05, kini lokasi ini tidak lagi menjadi titik hambatan mobilitas warga.

TNI melalui Kodim 0506/Tangerang bersama Pemerintah Kota Tangerang mengerjakan proyek ini sejak tahap awal.

Mereka menargetkan percepatan pembangunan demi kepentingan masyarakat, tim pelaksana menyelesaikan hampir seluruh tahapan konstruksi.

Mereka merampungkan pembersihan beton lama, penggalian pondasi, pemasangan H-Beam, hingga pengecoran badan jembatan.

Selain itu, mereka juga menyelesaikan pemasangan pagar pengaman secara penuh.

Pekerjaan utama kini telah mencapai 100 persen sesuai rencana awal pembangunan.

Tim kemudian menambahkan pekerjaan pendukung berupa pemasangan U-Ditch Box dan pengurugan badan jalan, langkah ini meningkatkan kualitas dan ketahanan akses jembatan.

Saat ini, pekerjaan tersisa meliputi pemasangan paving block yang mencapai 60 persen, selain itu, perapian badan jalan telah menyentuh progres 90 persen.

“Proyek ini berjalan sesuai target dan bahkan melampaui rencana awal,” kata Danramil 01 Tangerang Mayor Inf Jefriansen Sipayung, Selasa (21/4/2026).

Ia menegaskan sinergi menjadi kunci utama percepatan pembangunan. TNI, Dinas PUPR, tenaga tukang, dan warga bekerja bersama di lapangan.

Pilihan Editor :  Satgas Pamtas Yonarmed 11 Pos Gabma Simanggaris Terima Kunjungan Konsulat RI Tawau, Bahas Pendirian PLBN di Perbatasan RI-Malaysia

“Kami melihat kolaborasi nyata antara aparat dan masyarakat. Kami ingin memastikan jembatan ini kuat dan bermanfaat jangka panjang,” ujarnya.

Sinergi dan Dampak Ekonomi Warga

Sebanyak 10 personel TNI terlibat langsung dalam pembangunan ini.

Mereka bekerja bersama 10 personel Dinas PUPR, 5 tukang, dan 5 warga setempat.

Kolaborasi ini mempercepat penyelesaian proyek di tengah berbagai tantangan teknis, tim menjaga ritme kerja agar target tetap tercapai.

Warga menyambut pembangunan ini dengan antusias, mereka menilai jembatan tersebut akan memangkas jarak tempuh dan meningkatkan keamanan.

Sebelumnya, warga harus memutar cukup jauh untuk mencapai wilayah seberang, kondisi ini sering menghambat aktivitas ekonomi dan sosial.

Kini, akses yang lebih pendek akan mendorong mobilitas barang dan jasa. Warga juga dapat menjangkau fasilitas umum dengan lebih cepat.

“Jembatan ini sangat kami butuhkan sejak lama. Kami berharap segera bisa digunakan,” ujar salah satu warga di lokasi.

Selain memperlancar mobilitas, jembatan ini juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru, dan berharap aktivitas perdagangan lokal dapat meningkat.

Pemerintah dan TNI menilai proyek ini sebagai bagian dari pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.

Mereka menempatkan kepentingan publik sebagai prioritas utama.

Dengan capaian hampir 100 persen, Jembatan Garuda segera memasuki tahap akhir.

Warga kini menunggu peresmian sebagai penanda dimulainya akses baru.

Pembangunan ini menunjukkan hasil nyata dari kerja kolaboratif.

Sinergi lintas sektor menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan infrastruktur masyarakat.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *