Dansatgas TMMD ke-130 Tinjau Jembatan Yamboi, Tekankan Kualitas Konstruksi
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 39 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manokwari Selatan – Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan, Letkol Czi Sunandar Parius, meninjau langsung pembangunan jembatan di Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, Kamis (22/10/2026).
Peninjauan tersebut bertujuan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, memenuhi standar kualitas konstruksi, serta mendukung penyelesaian sasaran fisik TMMD sesuai target.
Dalam kunjungan itu, Sunandar memeriksa sejumlah bagian pekerjaan, terutama pondasi dan struktur penyangga jembatan. Kedua komponen tersebut berperan penting dalam menopang konstruksi dan mendukung keamanan jembatan saat masyarakat menggunakannya.
Selain memantau perkembangan pekerjaan, ia juga mengevaluasi kendala teknis yang dihadapi personel Satgas TMMD di lapangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari pengawasan agar proses pembangunan tetap berjalan terarah.
Sunandar menegaskan, pencapaian target pembangunan harus berjalan beriringan dengan kualitas konstruksi dan keselamatan personel. Menurutnya, percepatan pekerjaan tidak boleh mengabaikan ketelitian dalam setiap tahapan pembangunan.
“Pembangunan jembatan ini merupakan salah satu sasaran prioritas TMMD ke-130. Kita ingin memastikan bahwa jembatan yang dibangun benar-benar kuat, aman, dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” ungkap Sunandar.
Ia juga mengingatkan seluruh personel agar menjalankan setiap tahapan pekerjaan secara teliti dan bertanggung jawab. Dengan demikian, hasil pembangunan diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga Kampung Yamboi.
Jembatan Yamboi dan Kebutuhan Infrastruktur Pedesaan
Pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI Angkatan Darat membantu pemerintah daerah meningkatkan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan.
Keberadaan jembatan yang memadai diharapkan dapat mendukung mobilitas warga sekaligus memperluas akses transportasi masyarakat. Namun, manfaat tersebut bergantung pada penyelesaian konstruksi yang aman dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Bagi masyarakat Kampung Yamboi, infrastruktur penghubung memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Akses transportasi yang lebih baik juga berpotensi memperlancar distribusi barang dan mendukung kegiatan ekonomi warga.
Sunandar berharap pembangunan jembatan melalui program TMMD dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat. Ia menilai infrastruktur yang memadai dapat menjadi salah satu penunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
“Kami berharap kehadiran jembatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kampung Yamboi. Jalan dan jembatan yang baik akan membuka akses yang lebih luas, memperlancar perekonomian serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Meski demikian, manfaat pembangunan tersebut nantinya perlu dilihat dari hasil akhir konstruksi serta pemanfaatannya oleh masyarakat. Karena itu, pengawasan selama pengerjaan menjadi bagian penting untuk memastikan jembatan memenuhi tujuan pembangunannya.
Pengawasan Lapangan dan Target Penyelesaian
Selain memeriksa kondisi fisik jembatan, Dansatgas juga berinteraksi dengan personel yang mengerjakan proyek tersebut. Ia memberikan arahan agar seluruh anggota tetap menjaga kekompakan, disiplin, dan semangat gotong royong selama menjalankan tugas.
Menurut Sunandar, kerja sama yang solid menjadi salah satu unsur pendukung kelancaran pelaksanaan TMMD. Terlebih, pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan membutuhkan koordinasi yang baik agar pekerjaan berjalan sesuai rencana.
Ia juga mendorong personel Satgas mempertahankan kerja sama dengan masyarakat setempat. Melalui semangat kebersamaan tersebut, pelaksanaan pembangunan diharapkan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan warga.
Di sisi lain, pengawasan terhadap kualitas konstruksi tetap menjadi perhatian utama. Sebab, keberhasilan program pembangunan tidak hanya ditentukan oleh ketepatan waktu, tetapi juga oleh keamanan dan kegunaan hasil pekerjaan dalam jangka panjang.
Peninjauan langsung tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengendalian pelaksanaan sasaran fisik TMMD ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan. Satgas terus mengupayakan penyelesaian pekerjaan sesuai target yang telah ditetapkan.
Program TMMD sendiri mengedepankan kemanunggalan TNI dan rakyat melalui kegiatan pembangunan serta kerja sama dengan masyarakat. Dalam pelaksanaannya di Kampung Yamboi, pembangunan jembatan menjadi salah satu sasaran yang diharapkan mendukung peningkatan aksesibilitas wilayah.
Melalui pembangunan infrastruktur tersebut, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan berupaya membantu membuka akses masyarakat di wilayah pedesaan. Keberhasilan pekerjaan nantinya akan ditentukan oleh kualitas hasil konstruksi dan manfaatnya bagi warga.
Hingga peninjauan pada Kamis (22/10/2026), keterangan yang tersedia belum merinci persentase progres pembangunan, nilai anggaran, panjang jembatan, maupun jadwal penyelesaian secara spesifik. Karena itu, capaian pekerjaan dan ketepatan penyelesaiannya masih memerlukan data terukur untuk menilai kesesuaiannya dengan target.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

