Sesepuh TNI Tekankan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Sesepuh TNI Jenderal TNI (HOR) (Purn) Agum Gumelar menekankan pentingnya Sapta Marga dan Sumpah Prajurit bagi prajurit.
Pesan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI dr. Hadi Juanda di Jakarta Selatan, Rabu, 23 September 2026.
Hadi Juanda bersama rombongan mendatangi kediaman Agum Gumelar di Jalan Panglima Polim III Nomor 146, Kebayoran Baru.
Kunjungan itu menjadi bagian rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI sekaligus momentum mempererat silaturahmi dengan para sesepuh TNI.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak bertukar pandangan mengenai nilai pengabdian, jati diri prajurit, serta kesinambungan semangat kebangsaan.
Agum Gumelar kemudian mengingatkan prajurit agar menjadikan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit sebagai pedoman dalam menjalankan tugas.
“Untuk prajurit, tekankan Sumpah Prajurit dan Sapta Marga,” ujar Agum Gumelar.
Pengabdian Tak Berakhir Saat Purna Tugas
Agum juga menegaskan bahwa berakhirnya masa kedinasan tidak berarti berakhir pula tanggung jawab pengabdian kepada bangsa dan negara.
Menurut dia, nilai-nilai dasar keprajuritan tetap relevan bagi purnawirawan maupun prajurit yang masih aktif berdinas.
Sebagai Ketua Umum Pepabri, Agum mengaku terus mengingatkan pentingnya menjaga komitmen tersebut setelah memasuki masa purnatugas.
“Sebagai Ketua Umum Pepabri selalu saya tekankan, walaupun kita sudah purna tugas tetapi belum purna pengabdian,” pesannya.
Agum meminta para purnawirawan tetap memedomani Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dalam kehidupan setelah menyelesaikan masa kedinasan.
“Oleh karena itu tetap mempedomani Sapta Marga dan Sumpah Prajurit,” kata Agum.
Ia kemudian menekankan bahwa prajurit aktif memiliki tanggung jawab lebih besar untuk memahami sekaligus mengamalkan kedua pedoman tersebut.
“Kalau kami sudah purna tugas seperti itu, maka bagi TNI aktif harus lebih mempedomani dan mengamalkannya,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus menggambarkan pentingnya kesinambungan nilai keprajuritan dari generasi yang telah menyelesaikan pengabdian formal.
Karena itu, anjangsana tidak hanya menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga ruang bertukar pengalaman antara sesepuh dan generasi penerus TNI.
Melalui pertemuan tersebut, TNI menjaga hubungan antargenerasi sekaligus memperkuat pemahaman mengenai nilai dasar yang menjadi landasan pengabdian prajurit.
Rangkaian anjangsana dalam momentum HUT ke-81 TNI juga menjadi bentuk penghormatan terhadap para sesepuh yang pernah mengabdikan diri.
Kegiatan tersebut diharapkan menjaga kesinambungan semangat pengabdian serta memperkuat jati diri prajurit dalam menjalankan tugas kepada bangsa dan negara.
Anjangsana Kapuskes TNI bersama rombongan berlangsung dalam suasana akrab dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

