Brimob Polda Metro Jaya Berbagi Kasih Untuk Korban Banjir
Jakarta – Brimob Polda Metro Jaya menghadirkan layanan kemanusiaan bagi warga Kabupaten Bekasi yang terdampak banjir besar selama empat hari berturut-turut.
Sejak 22 Januari 2026, banjir terus meluas dan merendam permukiman warga hingga lebih dari dua meter di sejumlah titik.
Akibatnya, ribuan warga meninggalkan rumah dan mengungsi demi menyelamatkan keluarga serta harta benda.
Di tengah kondisi darurat tersebut, aparat kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat dukungan kemanusiaan.
Pada Minggu, 25 Januari 2026, Tim SAR dan Dapur Lapangan Batalyon D Pelopor Brimob langsung bergerak menuju Desa Sukamekar.
Selanjutnya, Kompol Anisa Nimerorkena Imapuly memimpin langsung pelayanan kemanusiaan di Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi.
Sejak pagi, personel Brimob menyiapkan sarapan dan paket makanan siap saji bagi warga terdampak banjir.
Kemudian, tim mendistribusikan 300 porsi makanan kepada warga yang masih bertahan di rumah terendam.
Selain logistik, kehadiran Brimob memperkuat rasa aman dan menegaskan kehadiran negara di tengah krisis.
Sementara itu, personel juga memberikan dukungan moral kepada pengungsi, termasuk anak-anak dan lansia.
Memasuki hari keempat, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah dengan ketinggian air lebih dari dua meter.
Kondisi tersebut mendorong kolaborasi pemerintah daerah, relawan, dan organisasi kemanusiaan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto menegaskan seluruh personel tetap siaga penuh selama masa tanggap darurat.
Ia menyampaikan Brimob tidak hanya berperan dalam pengamanan, tetapi juga perlindungan dan pelayanan kemanusiaan.
Melalui aksi ini, Brimob memastikan masyarakat tetap merasa aman, diperhatikan, dan memiliki harapan untuk bangkit.
Pada saat bersamaan, pemerintah pusat terus menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir berulang di Bekasi.
Pemerintah bersama instansi terkait memetakan wilayah rawan guna memperkuat mitigasi dan optimalisasi titik pengungsian.







