ASN Tewas Ditembak di Yahukimo, TNI-Polri Lakukan Pengejaran Pelaku
Yahukimo, 21 April 2026 – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Yahukimo, Yones Yohame (35), meninggal dunia setelah ditembak kelompok bersenjata di Distrik Dekai, Papua Pegunungan. Peristiwa terjadi sekitar pukul...

Yahukimo, 21 April 2026 – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Yahukimo, Yones Yohame (35), meninggal dunia setelah ditembak kelompok bersenjata di Distrik Dekai, Papua Pegunungan.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.20 WIT di Komplek Perumahan Eselon III. Pelaku menyerang korban saat berada di depan rumahnya.
Korban mengalami luka tembak di bagian dada kanan. Warga segera membawa korban ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis.
Tenaga medis sempat memberikan pertolongan. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 22.00 WIT akibat luka yang dideritanya.
Aparat menduga kelompok bersenjata dari OPM Kodap XVI/Yahukimo melakukan penembakan tersebut. Dugaan ini berdasarkan hasil awal penyelidikan di lokasi kejadian.
Insiden ini kembali menyoroti situasi keamanan di wilayah Papua Pegunungan. Sejumlah kasus serupa sebelumnya juga menyasar warga sipil.
Korban dikenal sebagai putra daerah yang aktif bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Yahukimo. Ia menjalankan tugas pelayanan publik sehari-hari.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna mengecam keras aksi penembakan tersebut.
“Koops TNI Habema akan berkoordinasi dengan Polri dan melakukan pengejaran terhadap pelaku,” ujar Wirya, Selasa (21/4/2026).
Aparat Perketat Pengamanan dan Lakukan Pengejaran
Aparat gabungan TNI dan Polri langsung bergerak setelah menerima laporan. Mereka melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Petugas menduga pelaku melarikan diri ke wilayah hutan. Aparat kini fokus melakukan pengejaran untuk mengungkap pelaku penembakan.
Selain itu, aparat meningkatkan pengamanan di wilayah Yahukimo. Langkah ini bertujuan mencegah potensi gangguan lanjutan.
Koops TNI Habema juga mengimbau masyarakat tetap tenang. Aparat meminta warga tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami meminta masyarakat tetap waspada dan tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya,” kata Wirya.
Insiden ini menambah catatan kekerasan terhadap warga sipil di Papua. Aparat menilai perlindungan terhadap masyarakat harus menjadi prioritas utama.
Pemerintah dan aparat keamanan terus berupaya menjaga stabilitas wilayah. Mereka meningkatkan koordinasi lintas sektor untuk menekan eskalasi konflik.
Di sisi lain, aparat juga melakukan pendalaman terhadap motif penyerangan. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi secara utuh.
Peristiwa ini menimbulkan duka bagi keluarga korban dan masyarakat setempat. Warga berharap aparat segera menangkap pelaku dan memulihkan situasi keamanan.
Dengan langkah pengejaran dan pengamanan, aparat menargetkan stabilitas wilayah kembali terjaga. Upaya ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat Papua Pegunungan.









