Jumat, 23 Okt 2026
Beranda » AGAMA » Malam Nuzulul Qur’an: Makna, Waktu Terjadinya, serta Amalan dan Doa yang Dianjurkan

Malam Nuzulul Qur’an: Makna, Waktu Terjadinya, serta Amalan dan Doa yang Dianjurkan

  • account_circle Kontributor
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Agama – Bulan Ramadan selalu menghadirkan berbagai momentum penting bagi umat Islam.

Salah satu peristiwa yang paling bermakna adalah malam Nuzulul Qur’an, yaitu malam ketika Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.

Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam karena menandai dimulainya wahyu yang menjadi pedoman hidup bagi umat manusia.

Di berbagai daerah, malam 17 Ramadan sering diperingati sebagai malam Nuzulul Qur’an.

Momentum ini biasanya diisi dengan kegiatan ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berdoa, memperbanyak dzikir, hingga mengikuti kajian keagamaan di masjid.

Bagi banyak umat Islam, malam ini menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT sekaligus mengingat kembali pentingnya Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk hidup.

Artikel ini membahas secara lengkap apa itu Nuzulul Qur’an, kapan terjadinya, serta amalan dan doa yang dianjurkan pada malam Nuzulul Qur’an.

Apa Itu Nuzulul Qur’an?

Secara bahasa, Nuzulul Qur’an berasal dari dua kata dalam bahasa Arab: nuzul yang berarti turun, dan Al-Qur’an yang merujuk pada kitab suci umat Islam.

Dengan demikian, Nuzulul Qur’an berarti peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam tradisi Islam, turunnya Al-Qur’an tidak terjadi sekaligus dalam satu waktu, melainkan secara bertahap selama sekitar 23 tahun masa kenabian.

Namun, wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW diyakini terjadi ketika beliau sedang beribadah di Gua Hira, di luar Kota Makkah.

Wahyu pertama tersebut adalah lima ayat awal dari Surah Al-‘Alaq yang berbunyi:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan…”

Peristiwa inilah yang kemudian dikenal sebagai awal turunnya Al-Qur’an.

Dalam kajian tafsir, sebagian ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an terlebih dahulu diturunkan secara keseluruhan dari Lauh Mahfuz ke langit dunia, lalu diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW.

Karena itu, Nuzulul Qur’an tidak hanya dipahami sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga simbol dimulainya petunjuk ilahi bagi umat manusia melalui wahyu.

Kapan Nuzulul Qur’an Terjadi?

Pertanyaan kapan Nuzulul Qur’an terjadi sering muncul setiap bulan Ramadan.

Pilihan Editor :  Persiapan Menyambut Ramadan: Kunci Meraih Keberkahan di Bulan Suci

Dalam tradisi umat Islam di Indonesia, Nuzulul Qur’an diperingati pada malam 17 Ramadan.

Penetapan ini merujuk pada sejumlah penafsiran ulama terhadap ayat Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Al-Anfal ayat 41 yang menyebutkan tentang peristiwa besar yang terjadi pada tanggal tersebut.

Selain itu, beberapa riwayat juga mengaitkan turunnya wahyu pertama dengan tanggal tersebut.

Namun, dalam kajian keilmuan Islam terdapat beberapa pendapat berbeda.

Sebagian ulama menyatakan bahwa turunnya Al-Qur’an berkaitan erat dengan Lailatul Qadar, malam kemuliaan yang terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Hal ini merujuk pada Surah Al-Qadr yang menyebut bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam tersebut.

Perbedaan pendapat ini tidak mengurangi makna spiritual dari peringatan Nuzulul Qur’an.

Di banyak negara Muslim, malam 17 Ramadan tetap dijadikan momen refleksi untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan demikian, bagi umat Islam, malam ini menjadi kesempatan untuk kembali meneguhkan komitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Makna dan Hikmah Malam Nuzulul Qur’an

Memperingati malam Nuzulul Qur’an bukan sekadar mengenang sejarah turunnya wahyu.

Lebih dari itu, terdapat berbagai hikmah yang dapat diambil dari peristiwa ini.

Pertama, Al-Qur’an adalah sumber petunjuk hidup.

Kitab suci ini berisi ajaran tentang keimanan, akhlak, hukum, serta berbagai nilai yang menjadi pedoman bagi manusia.

Kedua, peristiwa Nuzulul Qur’an mengingatkan pentingnya ilmu pengetahuan.

Wahyu pertama yang turun dimulai dengan perintah membaca, yang menunjukkan bahwa Islam menempatkan ilmu sebagai hal yang sangat penting.

Ketiga, malam ini menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai ibadah.

Ramadan sendiri dikenal sebagai bulan yang penuh berkah, sehingga memperbanyak ibadah pada malam-malamnya diyakini membawa pahala yang besar.

Keempat, Nuzulul Qur’an juga mengajarkan pentingnya merenungkan isi Al-Qur’an, bukan hanya membacanya.

Memahami pesan yang terkandung di dalamnya dapat membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih bijak dan bertanggung jawab.

Amalan Malam Nuzulul Qur’an yang Dianjurkan

Malam Nuzulul Qur’an biasanya diisi dengan berbagai kegiatan ibadah.

Pilihan Editor :  Remaja Buncit 3 Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim Piatu

Meskipun tidak ada amalan khusus yang secara eksplisit diwajibkan hanya untuk malam ini, para ulama menganjurkan beberapa amalan yang dapat dilakukan untuk mengisi malam tersebut dengan kebaikan.

1. Membaca dan Mengkhatamkan Al-Qur’an

Salah satu amalan utama adalah membaca Al-Qur’an.

Mengingat malam ini berkaitan langsung dengan turunnya kitab suci tersebut, memperbanyak tilawah menjadi ibadah yang sangat dianjurkan.

Banyak umat Islam menjadikan malam ini sebagai momentum untuk melanjutkan atau bahkan menyelesaikan khatam Al-Qur’an selama Ramadan.

2. Melaksanakan Salat Malam

Salat malam seperti salat tahajud atau salat qiyamul lail juga menjadi amalan yang dianjurkan.

Ibadah ini dilakukan pada malam hari dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam berbagai hadis disebutkan bahwa waktu malam adalah salah satu waktu terbaik untuk berdoa dan memohon ampunan.

3. Memperbanyak Dzikir

Dzikir merupakan cara sederhana namun bermakna untuk mengingat Allah.

Pada malam Nuzulul Qur’an, umat Islam dianjurkan memperbanyak bacaan seperti:

  • Subhanallah
  • Alhamdulillah
  • Allahu Akbar
  • La ilaha illallah
  • Astaghfirullah

Dzikir dapat dilakukan setelah salat, ketika membaca Al-Qur’an, maupun saat merenungkan kebesaran Allah.

4. Mengikuti Kajian atau Tausiyah

Di banyak masjid, malam 17 Ramadan diisi dengan ceramah atau kajian keislaman yang membahas sejarah turunnya Al-Qur’an serta maknanya bagi kehidupan umat Islam.

Kegiatan ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan sekaligus memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam.

5. Bersedekah

Ramadan dikenal sebagai bulan yang mendorong umat Islam untuk memperbanyak sedekah.

Pada malam Nuzulul Qur’an, memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan menjadi salah satu amalan yang bernilai tinggi.

Sedekah tidak selalu harus berupa materi besar.

Hal sederhana seperti berbagi makanan atau membantu sesama juga termasuk bentuk kebaikan.

Doa Malam Nuzulul Qur’an

Selain berbagai amalan ibadah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa pada malam ini.

Pada dasarnya, tidak ada doa khusus yang secara mutlak diwajibkan untuk malam Nuzulul Qur’an, namun umat Islam dapat memanjatkan doa-doa yang berisi permohonan ampunan, keberkahan, serta petunjuk hidup.

Pilihan Editor :  Pj Wali Kota Bekasi, Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di DISPORA

Berikut salah satu doa yang sering dibaca:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Selain itu, umat Islam juga dapat memohon berbagai kebaikan dunia dan akhirat, seperti kesehatan, ketenangan hati, keberkahan rezeki, serta kekuatan untuk menjalankan ajaran agama dengan baik.

Doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan diyakini memiliki nilai yang sangat besar, terutama ketika dilakukan pada malam-malam Ramadan.

Cara Menghidupkan Malam 17 Ramadan dengan Lebih Bermakna

Bagi banyak orang, Ramadan sering berlalu dengan cepat tanpa sempat dimanfaatkan secara maksimal.

Karena itu, malam 17 Ramadan dapat dijadikan momen untuk memperbaiki kualitas ibadah.

Beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menyisihkan waktu khusus untuk membaca Al-Qur’an
  • Mengikuti kegiatan keagamaan di masjid
  • Meluangkan waktu untuk refleksi diri
  • Memperbaiki hubungan dengan sesama manusia
  • Membuat komitmen untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an setelah Ramadan

Dengan cara tersebut, peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberi dampak positif bagi kehidupan spiritual seseorang.

Penutup

Malam Nuzulul Qur’an merupakan salah satu momentum penting dalam bulan Ramadan yang mengingatkan umat Islam pada awal turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa ini menandai hadirnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.

Di Indonesia, malam ini biasanya diperingati pada malam 17 Ramadan dengan berbagai kegiatan ibadah seperti membaca Al-Qur’an, salat malam, berdzikir, berdoa, hingga mengikuti kajian keagamaan.

Meskipun tidak ada amalan khusus yang bersifat wajib pada malam tersebut, memperbanyak ibadah dan doa menjadi cara yang baik untuk menghidupkan malam penuh makna ini.

Lebih dari sekadar peringatan sejarah, Nuzulul Qur’an seharusnya menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk terus mendekatkan diri kepada Al-Qur’an membacanya, memahami isinya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, malam Nuzulul Qur’an bukan hanya tentang mengenang turunnya wahyu, tetapi juga tentang memperbarui komitmen untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sepanjang masa.**/red

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Kontributor Gensa Media Indonesia yang berperan mendukung kerja jurnalistik melalui pengumpulan informasi dan peliputan di lapangan secara profesional, independen, dan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.

Menarik Dibaca

  • Danlanal Bintan Pimpin Upacara Militer Iringi Pemakaman Kadiskum Lantamal XIV Sorong

    Danlanal Bintan Pimpin Upacara Militer Iringi Pemakaman Kadiskum Lantamal XIV Sorong

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tanjungpinang – Malam itu, suasana hening menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Anggrek Merah KM 5, Kelurahan Kampung Bulang, Kota Tanjungpinang. Sabtu (26/7/2025), tepat pukul 23.00 WIB, derap langkah pasukan TNI Angkatan Laut memecah kesunyian, mengiringi prosesi pemakaman militer Letkol Laut (H) Muhammad Aries, S.H., M.H., Kadiskum Lantamal XIV Sorong. Upacara kebesaran ini dipimpin langsung Komandan […]

  • Danlanal Banjarmasin Hadiri Rapim TNI-Polri

    Danlanal Banjarmasin Hadiri Rapim TNI-Polri

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Pusat – Komandan Lanal Banjarmasin Letkol Laut Galih Nurna Putra menghadiri Rapim TNI-Polri 2026 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026). Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin rapat strategis bersama jajaran menteri, Panglima TNI, Kapolri, serta para kepala staf angkatan. Seluruh pimpinan TNI dan Polri mengikuti forum tersebut untuk menyelaraskan visi pengamanan nasional sekaligus […]

  • Kodim 1710/Mimika Gandeng Komponen Pendukung Gelar Patroli Humanis Jelang HUT ke-80 TNI

    Kodim 1710/Mimika Gandeng Komponen Pendukung Gelar Patroli Humanis Jelang HUT ke-80 TNI

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika – Menjelang peringatan HUT ke-80 TNI, Kodim 1710/Mimika bersama berbagai komponen pendukung terus berupaya menciptakan suasana aman dan kondusif di tengah masyarakat. Pada Senin (15/9/2025), personel Kodim menggandeng GM FKPPI, Banser, Pemuda Gereja, Kerukunan KKSS, serta Komcad untuk melaksanakan patroli humanis di wilayah Kabupaten Mimika. Patroli yang dipimpin para Babinsa dan Komduk ini tidak […]

  • Warga Pekayon Keluhkan Retakan Rumah, Proyek Jembatan Kemang Pratama Disorot

    Warga Pekayon Keluhkan Retakan Rumah, Proyek Jembatan Kemang Pratama Disorot

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bekasi – Proyek pembangunan Jembatan Kemang Pratama menarik perhatian publik, warga Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan, mengaku rumah mereka mulai retak setelah alat berat proyek tersebut beroperasi dan menimbulkan getaran kuat. Pupung (56), warga RT 02 RW 01, menceritakan bahwa getaran mulai terasa ketika alat berat berukuran besar dan berwarna kuning mulai bekerja di area […]

  • Tuntutan Pencopotan Kadis LH Belum Terjawab, Wartawan Bekasi Ancam Aksi Jilid II

    Tuntutan Pencopotan Kadis LH Belum Terjawab, Wartawan Bekasi Ancam Aksi Jilid II

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Risdiyanto
    • 0Komentar

    BEKASI – Koordinator Aksi Damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya, Paulus Simalango, S.H., memberikan tenggat tujuh hari kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk menindaklanjuti tuntutan pencopotan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Syafri Donny Sirait, AP., S.H., M.Si., menyusul audiensi dalam aksi solidaritas wartawan di Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis (15/10/2026). Paulus menilai jawaban tertulis […]

  • Satgas TMMD Kodim Ternate Bantu Mesin Rumput Pada Warga

    Satgas TMMD Kodim Ternate Bantu Mesin Rumput Pada Warga

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Halmahera Barat — Tidak hanya membangun infrastruktur dan membuka akses jalan, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1501/Ternate juga menunjukkan kepedulian terhadap kehidupan sehari-hari warga. Kali ini, bentuk nyata perhatian itu diwujudkan melalui pemberian bantuan mesin rumput kepada masyarakat setempat. Bantuan diserahkan langsung oleh Pasiter Kodim 1501/Ternate, Kapten Inf Aga Galela, kepada perwakilan […]

expand_less