Selasa, 20 Okt 2026
Beranda » AGAMA » Imlek 2026, Tahun Kuda Api: Ini 10 Pantangan Biar Hoki

Imlek 2026, Tahun Kuda Api: Ini 10 Pantangan Biar Hoki

  • account_circle Nadya
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Agama – Perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini menandai dimulainya Tahun Kuda Api dalam kalender China, yang dipercaya berlangsung hingga perayaan Imlek berikutnya.

Di tengah suasana hangat kumpul keluarga dan tradisi berbagi, sebagian masyarakat Tionghoa masih memegang sejumlah pantangan yang diyakini dapat memengaruhi keberuntungan sepanjang tahun.

Dalam tradisi astrologi China, kuda dipandang sebagai simbol gerak cepat, keberanian, dan semangat untuk maju.

Ketika berpadu dengan unsur api, karakter tersebut dimaknai semakin kuat, penuh ambisi dan energi besar.

Namun sejumlah kalangan juga meyakini kombinasi itu dapat memicu sikap tergesa-gesa dan keputusan impulsif apabila tidak diimbangi kehati-hatian.

Imlek bukan hanya momentum budaya dan spiritual, tetapi juga sarat simbol.

Sejumlah larangan tradisional diyakini menjadi cara untuk menjaga harmoni, membuka awal tahun dengan harapan baik, serta menghindari hal-hal yang dianggap membawa sial.

Meski tidak semua orang mempraktikkannya secara ketat, pantangan ini tetap hidup dalam tradisi keluarga tertentu.

Berikut sepuluh hal yang secara turun-temurun dianggap pantang dilakukan saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Pertama, menagih utang atau meminjam uang.

Pada masa libur Imlek, banyak orang ingin memulai tahun baru dengan ketenangan batin.

Menagih utang dipercaya dapat membawa energi negatif bagi penagih maupun yang ditagih.

Sebagian tradisi menganjurkan agar urusan keuangan ditunda setidaknya hingga hari kelima Imlek.

Meminjam uang juga dianggap tabu karena dikhawatirkan melambangkan beban finansial yang akan “menempel” sepanjang tahun.

Kedua, menjaga ucapan.

Kata-kata bernada negatif seperti kematian, sakit, kemiskinan, atau hal buruk lainnya dihindari selama perayaan.

Prinsipnya sederhana: awal tahun harus dipenuhi doa, harapan, dan kalimat positif.

Ucapan diyakini memiliki makna simbolik yang memengaruhi suasana dan peruntungan.

Pilihan Editor :  Kemenag Gelar Pemantauan Hilal di 125 Titik, Penentu Awal Ramadan 1446 H

Ketiga, menghindari pertengkaran dan tangisan.

Konflik pada hari pertama tahun baru dianggap merusak awal yang baik.

Tradisi lama bahkan mencatat kebiasaan tetangga turun tangan menjadi penengah bila terjadi perselisihan.

Tangisan juga sebisa mungkin dihindari, terutama pada anak-anak.

Orang tua dianjurkan menenangkan tanpa memarahi, demi menjaga suasana tetap harmonis.

Keempat, tidak menyapu atau membersihkan rumah.

Aktivitas menyapu dan membuang sampah dimaknai sebagai membuang rezeki dan keberuntungan.

Jika terpaksa membersihkan, sebagian tradisi menyarankan menyapu dari tepi luar ke arah dalam, lalu menahan sampah hingga lewat hari kelima sebelum dibuang.

Kelima, tidak memberi berkah saat penerima masih tidur.

Pemberian angpau atau hadiah Tahun Baru dilakukan setelah penerima bangun.

Kepercayaan tradisional menyebutkan, memberi berkah saat seseorang masih terlelap dapat diartikan sebagai simbol “terbaring” sepanjang tahun.

Bahkan, membangunkan dengan tergesa dianggap tidak baik karena melambangkan tekanan sepanjang tahun.

Simbol, Keyakinan, dan Prioritas Rasional

Keenam, menghindari minum obat bila tidak mendesak.

Sebagian masyarakat meyakini minum obat saat hari Imlek melambangkan sakit berkepanjangan sepanjang tahun.

Namun, dalam praktik modern, banyak keluarga tetap memprioritaskan kesehatan.

Bagi penderita penyakit kronis atau kondisi darurat, pengobatan tetap menjadi prioritas utama.

Ketujuh, tidak makan bubur pada hari pertama.

Bubur pada masa lampau identik dengan makanan rakyat miskin.

Karena itu, memulai tahun dengan bubur dianggap sebagai simbol kemiskinan.

Banyak keluarga memilih menyajikan hidangan yang melambangkan kemakmuran dan kelimpahan.

Kedelapan, tidak mengunjungi keluarga pihak istri pada hari pertama.

Dalam tradisi lama, setelah menikah, perempuan dianggap menjadi bagian keluarga suami dan merayakan Imlek bersama mertua.

Pulang ke rumah orang tua pada hari pertama dipercaya dapat ditafsirkan sebagai pertanda masalah rumah tangga.

Pilihan Editor :  ngaji.ai Temani Muslim Konsisten di Ramadan

Kunjungan biasanya dilakukan pada hari kedua.

Kesembilan, menghindari penggunaan benda tajam seperti gunting, pisau, atau jarum.

Benda tajam diyakini dapat “memotong” rezeki dan keberuntungan.

Keyakinan ini juga membuat sejumlah salon memilih tutup pada hari pertama Imlek, karena memotong rambut dianggap tidak tepat dilakukan di awal tahun.

Kesepuluh, mewaspadai hadiah tertentu seperti jam dan payung.

Memberi jam dalam bahasa dan simbol budaya Tionghoa diasosiasikan dengan penghormatan terakhir kepada orang meninggal.

Sementara payung dihindari karena diyakini melambangkan perpisahan atau bahkan mengundang energi negatif.

Meski demikian, pengamat budaya menilai pantangan ini lebih tepat dipahami sebagai bagian dari simbol dan tradisi turun-temurun.

Tidak semua keluarga mempraktikkannya secara literal.

Di perkotaan, banyak generasi muda memaknai Imlek sebagai momen silaturahmi dan refleksi, tanpa terikat ketat pada larangan tertentu.

Imlek pada akhirnya menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan rasionalitas.

Nilai yang paling menonjol tetaplah kebersamaan, saling mendoakan, dan semangat memperbaiki diri di tahun yang baru.

Di tengah dinamika zaman, sebagian pantangan mungkin mengalami penyesuaian, namun semangat menjaga harmoni tetap menjadi inti perayaan.**/red

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Nadya adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Jelang HUT Ke-80 TNI AL, Kodaeral IX Ambon Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim

    Jelang HUT Ke-80 TNI AL, Kodaeral IX Ambon Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Semoga doa dan santunan yang kita laksanakan hari ini menjadi berkah, sekaligus mempererat hubungan antara TNI Angkatan Laut

  • Bupati dan Danlanal Bintan Ikuti Gerakan Masyarakat Tambelan Hidup Sehat

    Bupati dan Danlanal Bintan Ikuti Gerakan Masyarakat Tambelan Hidup Sehat

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bintan – Komandan Lanal Bintan Kolonel Laut (P) Dr. Eko Agus Susanto, S.E., M.M., mendampingi kunjungan kerja Bupati Bintan ke Tambelan melaksanakan kegiatan pagi diawali dengan GERMAS mulai dari senam bersama dilanjutkan dengan olahraga lainnya, termasuk juga diselenggarakan Permainan Tradisional Rakyat Khas Tanah Melayu di Tambelan, Selasa (17/06/2025). Bupati Bintan bersama rombongan selanjutnya meninjau Pelayanan […]

  • Irwasda Polda Jabar Buka Rakernis Pamobvit 2025, Sinergi dan Profesionalisme

    Irwasda Polda Jabar Buka Rakernis Pamobvit 2025, Sinergi dan Profesionalisme

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Bandung – Pengamanan objek vital nasional (Obvitnas) bukan sekadar urusan keamanan fisik, tetapi juga soal menjaga denyut nadi bangsa. Hal ini mengemuka dalam pembukaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) jajaran Polda Jawa Barat Tahun Anggaran 2025, yang digelar di Aula Ditlantas Polda Jabar, Rabu (25/06/2025). Kegiatan tersebut dibuka oleh Irwasda Polda […]

  • Patroli Brimob Cegah Balap Liar di Bekasi

    Patroli Brimob Cegah Balap Liar di Bekasi

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kab. Bekasi – Personel Satbrimob Polda Metro Jaya menggelar patroli rayonisasi di Kabupaten Bekasi sejak malam hingga menjelang pagi, Minggu, 15 Februari 2026. Patroli memusatkan pengawasan pada titik rawan tawuran remaja serta balap liar di Cikarang Pusat, Cikarang Selatan, Serang Baru, dan Cibarusah. Langkah preventif tersebut menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan kondisi wilayah tetap aman […]

  • SGS 2026 Uji Profesionalisme Marinir Lewat Latihan Tempur Malam

    SGS 2026 Uji Profesionalisme Marinir Lewat Latihan Tempur Malam

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Pesawaran, Lampung – Prajurit Marinir Indonesia bersama personel militer negara mitra menguji kemampuan tempur malam dalam Latgabma Super Garuda Shield 2026. Latihan berlangsung di Batalyon Infanteri 9 Marinir, Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Kamis (4/9/2026). Materi latihan mencakup menembak malam atau night firing dan Scout Live Fire yang menuntut ketepatan, disiplin, serta koordinasi tinggi. Latihan melibatkan […]

  • Bakamla RI Tegaskan Komitmen Transparansi dan Kerja Sama Maritim di Forum Keamanan ASEAN

    Bakamla RI Tegaskan Komitmen Transparansi dan Kerja Sama Maritim di Forum Keamanan ASEAN

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Manila – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) kembali menunjukkan peran aktifnya di kancah regional dengan menghadiri ASEAN Maritime Security Dialogue 2025 yang digelar di Manila, Filipina, pada 22 Mei 2025. Dalam forum bergengsi ini, Bakamla RI diwakili oleh Sekretaris Utama, Laksda TNI Dr. Samuel Kowaas, M.Sc. Acara pembukaan forum ini ditandai dengan sambutan […]

expand_less