Agama

Imlek 2026, Tahun Kuda Api: Ini 10 Pantangan Biar Hoki

Imlek 2026, Tahun Kuda Api: Ini 10 Pantangan Biar Hoki – Foto Istimewa

Agama – Perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini menandai dimulainya Tahun Kuda Api dalam kalender China, yang dipercaya berlangsung hingga perayaan Imlek berikutnya.

Di tengah suasana hangat kumpul keluarga dan tradisi berbagi, sebagian masyarakat Tionghoa masih memegang sejumlah pantangan yang diyakini dapat memengaruhi keberuntungan sepanjang tahun.

Dalam tradisi astrologi China, kuda dipandang sebagai simbol gerak cepat, keberanian, dan semangat untuk maju.

Ketika berpadu dengan unsur api, karakter tersebut dimaknai semakin kuat, penuh ambisi dan energi besar.

Namun sejumlah kalangan juga meyakini kombinasi itu dapat memicu sikap tergesa-gesa dan keputusan impulsif apabila tidak diimbangi kehati-hatian.

Imlek bukan hanya momentum budaya dan spiritual, tetapi juga sarat simbol.

Sejumlah larangan tradisional diyakini menjadi cara untuk menjaga harmoni, membuka awal tahun dengan harapan baik, serta menghindari hal-hal yang dianggap membawa sial.

Meski tidak semua orang mempraktikkannya secara ketat, pantangan ini tetap hidup dalam tradisi keluarga tertentu.

Berikut sepuluh hal yang secara turun-temurun dianggap pantang dilakukan saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Pertama, menagih utang atau meminjam uang.

Pada masa libur Imlek, banyak orang ingin memulai tahun baru dengan ketenangan batin.

Menagih utang dipercaya dapat membawa energi negatif bagi penagih maupun yang ditagih.

Sebagian tradisi menganjurkan agar urusan keuangan ditunda setidaknya hingga hari kelima Imlek.

Meminjam uang juga dianggap tabu karena dikhawatirkan melambangkan beban finansial yang akan “menempel” sepanjang tahun.

Kedua, menjaga ucapan.

Kata-kata bernada negatif seperti kematian, sakit, kemiskinan, atau hal buruk lainnya dihindari selama perayaan.

Prinsipnya sederhana: awal tahun harus dipenuhi doa, harapan, dan kalimat positif.

Ucapan diyakini memiliki makna simbolik yang memengaruhi suasana dan peruntungan.

Pilihan Editor :  Zakat Fitrah 2026 Berapa Besarannya dan Cara Bayarnya

Ketiga, menghindari pertengkaran dan tangisan.

Konflik pada hari pertama tahun baru dianggap merusak awal yang baik.

Tradisi lama bahkan mencatat kebiasaan tetangga turun tangan menjadi penengah bila terjadi perselisihan.

Tangisan juga sebisa mungkin dihindari, terutama pada anak-anak.

Orang tua dianjurkan menenangkan tanpa memarahi, demi menjaga suasana tetap harmonis.

Keempat, tidak menyapu atau membersihkan rumah.

Aktivitas menyapu dan membuang sampah dimaknai sebagai membuang rezeki dan keberuntungan.

Jika terpaksa membersihkan, sebagian tradisi menyarankan menyapu dari tepi luar ke arah dalam, lalu menahan sampah hingga lewat hari kelima sebelum dibuang.

Kelima, tidak memberi berkah saat penerima masih tidur.

Pemberian angpau atau hadiah Tahun Baru dilakukan setelah penerima bangun.

Kepercayaan tradisional menyebutkan, memberi berkah saat seseorang masih terlelap dapat diartikan sebagai simbol “terbaring” sepanjang tahun.

Bahkan, membangunkan dengan tergesa dianggap tidak baik karena melambangkan tekanan sepanjang tahun.

Simbol, Keyakinan, dan Prioritas Rasional

Keenam, menghindari minum obat bila tidak mendesak.

Sebagian masyarakat meyakini minum obat saat hari Imlek melambangkan sakit berkepanjangan sepanjang tahun.

Namun, dalam praktik modern, banyak keluarga tetap memprioritaskan kesehatan.

Bagi penderita penyakit kronis atau kondisi darurat, pengobatan tetap menjadi prioritas utama.

Ketujuh, tidak makan bubur pada hari pertama.

Bubur pada masa lampau identik dengan makanan rakyat miskin.

Karena itu, memulai tahun dengan bubur dianggap sebagai simbol kemiskinan.

Banyak keluarga memilih menyajikan hidangan yang melambangkan kemakmuran dan kelimpahan.

Kedelapan, tidak mengunjungi keluarga pihak istri pada hari pertama.

Dalam tradisi lama, setelah menikah, perempuan dianggap menjadi bagian keluarga suami dan merayakan Imlek bersama mertua.

Pulang ke rumah orang tua pada hari pertama dipercaya dapat ditafsirkan sebagai pertanda masalah rumah tangga.

Pilihan Editor :  Niat Puasa Ramadan 2026 Lengkap Arab Latin dan Artinya

Kunjungan biasanya dilakukan pada hari kedua.

Kesembilan, menghindari penggunaan benda tajam seperti gunting, pisau, atau jarum.

Benda tajam diyakini dapat “memotong” rezeki dan keberuntungan.

Keyakinan ini juga membuat sejumlah salon memilih tutup pada hari pertama Imlek, karena memotong rambut dianggap tidak tepat dilakukan di awal tahun.

Kesepuluh, mewaspadai hadiah tertentu seperti jam dan payung.

Memberi jam dalam bahasa dan simbol budaya Tionghoa diasosiasikan dengan penghormatan terakhir kepada orang meninggal.

Sementara payung dihindari karena diyakini melambangkan perpisahan atau bahkan mengundang energi negatif.

Meski demikian, pengamat budaya menilai pantangan ini lebih tepat dipahami sebagai bagian dari simbol dan tradisi turun-temurun.

Tidak semua keluarga mempraktikkannya secara literal.

Di perkotaan, banyak generasi muda memaknai Imlek sebagai momen silaturahmi dan refleksi, tanpa terikat ketat pada larangan tertentu.

Imlek pada akhirnya menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan rasionalitas.

Nilai yang paling menonjol tetaplah kebersamaan, saling mendoakan, dan semangat memperbaiki diri di tahun yang baru.

Di tengah dinamika zaman, sebagian pantangan mungkin mengalami penyesuaian, namun semangat menjaga harmoni tetap menjadi inti perayaan.**/red

gensa.club berkomitmen memberikan berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Sebelumnya

Ide Jualan Takjil Ramadan 2026, Modal Kecil Untung Besar

Selanjutnya

Prabowo Bertolak ke Washington Hari Ini, Teken Tarif Resiprokal

Nadya
Jurnalis

Nadya

Nadya adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Gensa Media Indonesia