Selasa, 3 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Advertorial » Cicilan Mobil Macet, Driver Online Dapat Ancaman: Ini Solusi Hukum dan Perlindungannya

Cicilan Mobil Macet, Driver Online Dapat Ancaman: Ini Solusi Hukum dan Perlindungannya

  • account_circle Nadya
  • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Opini – Kredit macet kerap menjadi momok bagi masyarakat yang bergantung pada pembiayaan kendaraan bermotor, termasuk mereka yang bekerja sebagai pengemudi daring (driver online).

Salah satu kasus yang mencuat melibatkan seorang pengemudi bernama Ical (bukan nama sebenarnya), yang mengalami kesulitan membayar cicilan mobil akibat tekanan ekonomi.

Situasi ini tidak hanya berisiko terhadap hilangnya kendaraan, namun juga membuka peluang terjadinya intimidasi dan tekanan hukum dari pihak penagih utang atau debt collector (DC).

Dalam beberapa kasus, ancaman berupa pelaporan pidana dengan tuduhan penggelapan pun turut membayangi para debitur.

Ical, seorang pengemudi daring di wilayah Jabodetabek, mengaku mengalami kredit macet selama lebih dari 40 hari.

Kondisi ini bermula dari menurunnya penghasilan harian yang ia peroleh pasca kenaikan harga bahan bakar dan biaya operasional.

“Dalam sebulan, saya hanya bisa membayar kebutuhan pokok dan biaya sekolah anak. Cicilan mobil jadi tertunda,” ujarnya.

Setelah lebih dari 30 hari tunggakan, Ical mulai menerima panggilan telepon dari pihak leasing dan debt collector.

“Awalnya hanya mengingatkan, lama-lama mulai mengintimidasi. Bahkan saya pernah diancam akan ditarik paksa serta dilaporkan atas dasar penggelapan karena masih menyimpan mobil,” katanya.

Maraknya Kredit Macet Bermasalah

Berdasarkan data Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Garuda Kencana Indonesia (YLBHGKI) Cabang Kota Bekasi, sejak Januari 2024 hingga Maret 2025, tercatat lebih dari 300 pengaduan masyarakat terkait sengketa kredit kendaraan bermotor, sebagian besar berasal dari kalangan pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek daring, kurir logistik, dan pedagang kecil.

Slametra Pratama, seorang paralegal pada YLBHGKI yang telah menangani perkara serupa sejak 2013, menjelaskan bahwa ketidaktahuan masyarakat terhadap hak dan kewajibannya sebagai debitur menjadi celah yang sering dimanfaatkan pihak tertentu.

Baca juga :  PSP Law Firm Buka Peluang Kerja Sama bagi Profesional dan Masyarakat Luas

“Banyak dari mereka tidak tahu bahwa tindakan menarik kendaraan secara paksa tanpa surat eksekusi dari pengadilan adalah pelanggaran hukum,” kata Slametra.

Menurut Slametra, peningkatan kasus kredit macet biasanya melonjak pada periode pasca-Lebaran, saat kebutuhan konsumsi meningkat dan penghasilan justru menurun.

“Bekasi, Bogor, Tangerang, dan Depok menjadi titik paling rawan karena jumlah pengguna kredit kendaraan cukup tinggi,” ungkapnya.

Masalah ini juga kerap terjadi di permukiman padat penduduk dan daerah urban dengan aktivitas ekonomi tinggi.

“Sayangnya, banyak debitur tidak tahu harus mengadu ke mana. Ada juga yang malu atau takut saat didatangi debt collector,” tambahnya.

Ada beberapa faktor utama penyebab memburuknya kondisi kredit:

  1. Ketidakseimbangan penghasilan dan pengeluaran:
    Banyak pengemudi daring hanya mengandalkan penghasilan harian yang tidak tetap, sementara cicilan bersifat tetap setiap bulan.

  2. Minimnya literasi keuangan dan hukum:
    Sebagian besar debitur tidak memahami isi perjanjian kredit secara menyeluruh.

  3. Praktik penagihan yang melanggar hukum:
    Banyak debt collector yang melakukan penarikan kendaraan tanpa legalitas atau menggunakan cara-cara kekerasan psikologis.

  4. Tidak ada perlindungan hukum aktif dari debitur:
    Kebanyakan korban tidak segera meminta bantuan hukum saat menghadapi tekanan.

Bagaimana Solusi dan Langkah Pencegahan

Slametra menegaskan bahwa ada beberapa langkah yang dapat dilakukan debitur agar terhindar dari kerugian yang lebih besar:

  1. Pahami Perjanjian Kredit Sejak Awal
    Debitur wajib membaca dan memahami klausul dalam perjanjian pembiayaan, terutama terkait denda keterlambatan, prosedur penarikan, dan hak konsumen.

  2. Segera Konsultasi Jika Mulai Menunggak
    “Jangan tunggu didatangi debt collector. Segera konsultasikan ke lembaga bantuan hukum atau advokat untuk mengetahui posisi hukum dan opsi penyelesaian,” ujar Slametra.

  3. Lindungi Aset dengan Pendampingan Hukum
    Jika kendaraan digunakan untuk bekerja dan merupakan satu-satunya sumber penghasilan, debitur bisa meminta pendampingan hukum untuk mengajukan restrukturisasi cicilan atau mediasi dengan pihak leasing.

  4. Hindari Serah Terima Kendaraan Tanpa Surat Putusan Pengadilan
    Berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019, penarikan kendaraan oleh leasing harus melalui proses pengadilan. Jika tidak, maka tindakan tersebut masuk dalam kategori perampasan.

  5. Dokumentasikan Semua Komunikasi
    Setiap ancaman, surat penagihan, atau komunikasi dengan debt collector harus didokumentasikan untuk dijadikan bukti jika perkara naik ke ranah hukum.

  6. Usahakan Negosiasi Uang Muka (DP) Jika Kendaraan Dikembalikan
    Dalam beberapa kasus, debitur berhak atas pengembalian sebagian dana dari down payment jika kendaraan dikembalikan dalam kondisi baik dan sesuai prosedur.
Baca juga :  Sambut HUT RI ke-81, Kepala SMPN 9 Kota Bekasi Ajak Masyarakat Sukseskan Porprov XV Jabar 2026

Bagi warga Kota Bekasi dan sekitarnya, YLBHGKI Cabang Kota Bekasi membuka layanan konsultasi gratis dan pendampingan hukum untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Lembaga ini beralamat di Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

“Tim kami telah menyelesaikan ratusan kasus sengketa pembiayaan. Kami siap membantu masyarakat agar tidak menjadi korban intimidasi,” kata Slametra.

Ia dapat dihubungi langsung melalui WhatsApp untuk penjadwalan konsultasi atau pengajuan pendampingan hukum.

Kasus seperti yang dialami Ical menunjukkan pentingnya literasi hukum dan keuangan dalam masyarakat.

Dengan pemahaman yang cukup, debitur tidak hanya dapat melindungi diri dari tekanan psikologis dan kerugian finansial, tetapi juga dapat menuntut hak-haknya secara sah di mata hukum.

Dalam dunia pembiayaan, penting bagi setiap individu untuk menjadi konsumen yang kritis, cerdas, dan tidak ragu untuk mencari bantuan hukum ketika diperlukan.

Pemerintah dan lembaga keuangan juga diminta untuk meningkatkan edukasi dan pelayanan kepada masyarakat, agar praktik-praktik penagihan yang melanggar hukum dapat diminimalisasi.

Oleh : Slametra Pratama
Paralegal pada Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Garuda Kencana Indonesia Cabang Kota Bekasi.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Nadya adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Tradisi Haru di Kodim 1710/Mimika, Dua Perwira Terbaik Dilepas untuk Tugas Baru

    Tradisi Haru di Kodim 1710/Mimika, Dua Perwira Terbaik Dilepas untuk Tugas Baru

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika, 25 Juli 2025 — Suasana haru sekaligus penuh kebanggaan terasa di Ruang Rekreasi Kodim 1710/Mimika, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Jumat (25/7). Komandan Kodim 1710/Mimika, Letkol Inf M. Slamet Wijaya, S.Sos., M.Han., M.A., memimpin acara tradisi laporan korps pindah satuan bagi dua perwira terbaiknya: Letda Inf Wahyudi Aditya dan Letda Inf Moso Kogoya. Keduanya […]

  • Menjelang HUT RI ke-80, Brimob Polda Metro Jaya Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih di Ciputat

    Menjelang HUT RI ke-80, Brimob Polda Metro Jaya Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih di Ciputat

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Ciputat, Tangsel — Suasana Jalan RE Martadinata, Ciputat, Senin (4/8/2025) pagi tampak berbeda. Ratusan personel Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya berdiri rapi di tepi jalan, menyapa pengendara sambil membagikan bendera merah putih berukuran kecil. Senyum ceria dan kibaran bendera membuat suasana jelang Hari Kemerdekaan terasa semakin semarak. Aksi bagi-bagi bendera ini dipimpin […]

  • Bhabinkamtibmas Kota Baru Polsek Bekasi Barat Sosialisasikan Pencegahan Tawuran Di SMK Bina Siswa Utama

    Bhabinkamtibmas Kota Baru Polsek Bekasi Barat Sosialisasikan Pencegahan Tawuran Di SMK Bina Siswa Utama

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Bekasi Kota – Bhabinkamtibmas Kelurahan Kota Baru Aiptu Kuzaeri, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pemasangan spanduk “STOP TAWURAN” di SMK Bina Siswa Utama Jalan Aster Raya No.15 RT.06 RW.08 Kelurahan Kota Baru Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi. Kamis (17/10-2024). Aiptu Kuzaeri Bhabinkamtibmas Kota Baru menyampaikan himbauan kamtibmas dan menyerukan “Stop Tawuran!” kepada para siswa. Ia juga […]

  • Hangatnya TMMD di Halbar: TNI dan Warga Desa Worat-Worat Kompak Tanpa Sekat

    Hangatnya TMMD di Halbar: TNI dan Warga Desa Worat-Worat Kompak Tanpa Sekat

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Halmahera Barat — Ada suasana berbeda di Desa Worat-Worat, Halbar, Minggu (1/6/2025). Kehadiran para prajurit TNI dari Satgas TMMD Ke-124 Kodim 1501/Ternate nggak cuma terasa lewat suara alat berat atau proyek fisik yang tengah dibangun. Tapi juga lewat tawa, obrolan hangat, dan kebersamaan yang tulus dengan warga. TMMD di desa ini memang nggak cuma soal […]

  • Satgas TMMD Ke-124 Kodim 1501/Ternate Lanjutkan Pengeboran Air Bersih

    Satgas TMMD Ke-124 Kodim 1501/Ternate Lanjutkan Pengeboran Air Bersih

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Halbar – Meski malam telah tiba dan kelelahan menyelimuti tubuh, semangat anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-124 Kodim 1501/Ternate tak surut. Pada Senin malam (26/5/2025), mereka tetap melanjutkan pekerjaan pengeboran sumur air bersih di Desa Peot, Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat. Komandan Satgas TMMD Ke-124, Letkol Inf Jani Setiadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini […]

  • Babinsa dan Komduk Patroli Malam, Jaga Kamtibmas di Tangerang

    Babinsa dan Komduk Patroli Malam, Jaga Kamtibmas di Tangerang

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang – Babinsa Koramil 02/Batuceper dan Koramil 03/Serpong bersama Komponen Pendukung (Komduk) menggelar patroli siskamling, Minggu malam (23/8/2026). Patroli berlangsung di wilayah Kecamatan Batuceper dan Kecamatan Serpong, Kota Tangerang, sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatan ronda malam tersebut sekaligus memperkuat pengamanan lingkungan melalui keterlibatan Babinsa bersama unsur Komduk di wilayah binaan. Dalam pelaksanaannya, […]

expand_less