Hari Ke-14, TNI Salurkan 968,953 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT
NTT – TNI terus memperkuat penanganan gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengerahkan 8.119 personel pada hari keempat belas. Personel tersebut bertugas membantu penanganan bencana sekaligus memberikan pelayanan kepada...

NTT – TNI terus memperkuat penanganan gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengerahkan 8.119 personel pada hari keempat belas.
Personel tersebut bertugas membantu penanganan bencana sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
Operasi kemanusiaan itu berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026, dengan dukungan 27 unit alat utama sistem persenjataan.
Dukungan alutsista tersebut terdiri atas 21 pesawat, lima KRI, dan satu Kapal ADRI untuk menunjang operasi penanganan bencana.
TNI menggunakan armada tersebut untuk mendukung mobilitas personel, distribusi bantuan, serta berbagai kebutuhan penanganan di wilayah terdampak.
Bantuan Mendekati 1.000 Ton
Pada hari keempat belas, TNI kembali menyalurkan 22,030 ton bantuan melalui jalur udara menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara.
Distribusi tersebut menambah akumulasi bantuan yang TNI salurkan kepada masyarakat terdampak sejak penanganan bencana berlangsung.
Hingga Jumat, 28 Agustus 2026, total bantuan yang TNI salurkan mencapai 968,953 ton.
Jumlah tersebut mencakup bantuan yang TNI distribusikan melalui berbagai dukungan transportasi dan jalur pengiriman selama operasi kemanusiaan.
Penggunaan jalur udara membantu mempercepat distribusi bantuan menuju wilayah yang membutuhkan dukungan di tengah kondisi pascabencana.
Selain mendistribusikan bantuan, personel TNI juga menjalankan tugas penanganan bencana serta pelayanan kepada masyarakat terdampak.
Kehadiran personel di lapangan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan bantuan sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan.
Perkuat Koordinasi Pemulihan
Penanganan gempa tidak hanya membutuhkan pengerahan personel dan alutsista, tetapi juga koordinasi lintas lembaga.
Karena itu, TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, serta instansi terkait dalam menangani dampak bencana.
Koordinasi tersebut mencakup dukungan penanganan bencana dan upaya pemulihan masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
Sinergi antarlembaga menjadi penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat teridentifikasi dan memperoleh dukungan secara terkoordinasi.
TNI menegaskan dukungan terhadap penanganan bencana akan terus berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Melalui pengerahan ribuan personel dan puluhan alutsista, TNI berupaya menjaga kelancaran operasi kemanusiaan di wilayah terdampak gempa NTT.
Pada hari keempat belas, fokus penanganan tetap mencakup pelayanan masyarakat dan distribusi bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Dengan tambahan 22,030 ton bantuan, akumulasi bantuan TNI kini mencapai 968,953 ton hingga Jumat, 28 Agustus 2026.
Operasi tersebut sekaligus memperlihatkan keterlibatan unsur pertahanan dalam mendukung penanganan bencana serta proses pemulihan masyarakat.
TNI bersama seluruh unsur terkait akan terus menjalankan koordinasi agar dukungan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat terdampak secara optimal.










