Dugaan Penipuan Sembako Murah di Bekasi, Belasan Korban Klaim Rugi Miliaran

KOTA BEKASI – Belasan warga di Kota Bekasi diduga menjadi korban penipuan berkedok penjualan sembako murah dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke...

Dugaan Penipuan Sembako Murah di Bekasi, Belasan Korban Klaim Rugi Miliaran – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

KOTA BEKASI – Belasan warga di Kota Bekasi diduga menjadi korban penipuan berkedok penjualan sembako murah dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota setelah tiga korban secara resmi membuat laporan polisi terhadap seorang perempuan berinisial NJ (29) atas dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan.

Laporan tersebut diajukan setelah para korban mengaku telah mentransfer uang untuk pembelian berbagai kebutuhan pokok, namun barang yang dijanjikan tidak pernah diterima.

Dugaan praktik itu disebut berlangsung sejak Mei 2026 dengan modus menawarkan sembako di bawah harga pasar untuk menarik minat pembeli.

Kuasa hukum para korban, Wesley Sitohang, mengatakan berdasarkan pendataan sementara, jumlah korban diperkirakan telah mencapai lebih dari 10 orang.

Nilai transaksi yang diduga masuk kepada terlapor diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

“Dari data sementara, jumlah korban diduga lebih dari 10 orang dengan nilai transaksi diperkirakan mencapai miliaran rupiah,” kata Wesley kepada wartawan di Polres Metro Bekasi Kota, Jumat (24/7/2026).

Menurut Wesley, terlapor menawarkan sejumlah kebutuhan pokok seperti minyak goreng merek Sunco, beras, dan gula dengan harga yang jauh lebih rendah dibanding harga pasar.

Selisih harga tersebut dinilai menjadi daya tarik utama sehingga banyak warga tergiur untuk membeli, bahkan dengan jumlah besar.

“Terlapor menawarkan minyak goreng Sunco, beras, dan gula dengan harga jauh di bawah pasaran. Karena harganya lebih murah, para korban tertarik membeli,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahap awal seluruh transaksi berjalan normal. Selama empat kali pemesanan, barang yang dipesan para korban selalu dikirim sesuai kesepakatan.

Pilihan Editor :  Kodim 1715/Yahukimo Bersama Disdukcapil Gelar Pelayanan Adminduk Gratis Peringati Hari Juang TNI AD 2025

Kondisi itu membuat tingkat kepercayaan korban semakin tinggi sehingga mereka kembali melakukan pembelian dengan nominal yang lebih besar.

Namun, situasi berubah ketika memasuki transaksi berikutnya.

Meski pembayaran telah dilakukan, barang yang dijanjikan tidak lagi dikirim kepada para pembeli.

“Empat kali pengiriman berjalan lancar. Namun saat memasuki transaksi berikutnya, barang yang sudah dibayar tidak lagi dikirim. Alasannya bermacam-macam, mulai dari PO pabrik belum turun hingga kendaraan pengangkut rusak,” ungkap Wesley.

Menurutnya, alasan yang disampaikan terlapor terus berubah dari waktu ke waktu sehingga para korban akhirnya mulai mencurigai adanya dugaan penipuan.

Wesley mengungkapkan, sebagian besar korban mengenal terlapor karena tinggal di lingkungan yang sama di wilayah Pengasinan, Kota Bekasi.

Sementara korban lainnya mengetahui penawaran tersebut melalui teman, kerabat, maupun unggahan status WhatsApp milik terlapor.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat para korban semakin yakin karena melihat adanya transaksi yang sebelumnya berjalan lancar.

“Karena sebelumnya ada yang sudah menerima barang, korban yang percaya kemudian mengajak orang lain ikut membeli hingga akhirnya turut menjadi korban,” katanya.

Skema tersebut diduga memanfaatkan kepercayaan sosial di lingkungan sekitar.

Korban yang semula berhasil menerima barang kemudian merekomendasikan penawaran itu kepada orang lain karena menganggap transaksi tersebut aman dan menguntungkan.

Modus Bangun Kepercayaan, Korban Alami Kerugian Hingga Ratusan Juta Rupiah

Wesley menjelaskan, salah satu produk yang paling banyak diminati adalah minyak goreng Sunco yang ditawarkan sekitar Rp210 ribu per karton, sedangkan harga pasar saat itu berkisar Rp250 ribu per karton.

Selisih harga tersebut membuat para pembeli melihat peluang memperoleh keuntungan dengan menjual kembali produk yang dibeli.

Pilihan Editor :  Asops Danpasmar 3 Hadiri Konsultasi Publik Ketahanan Daerah

“Selisih harga itu membuat para korban tergiur karena mereka masih bisa menjual kembali dan memperoleh keuntungan,” ujarnya.

Dari tiga korban yang telah melapor ke Polres Metro Bekasi Kota, total kerugian yang dilaporkan mencapai sekitar Rp400 juta.

Sementara itu, berdasarkan pendataan kuasa hukum, korban lain yang hingga kini belum membuat laporan polisi diperkirakan mengalami kerugian hingga sekitar Rp1 miliar.

“Rata-rata kerugian yang dialami setiap korban berkisar Rp100 juta. Bahkan, ada korban yang mengaku kehilangan dana hingga Rp200 juta,” jelas Wesley.

Ia menambahkan, angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah apabila korban lain memutuskan untuk melapor kepada aparat kepolisian.

Atas dasar itu, pihaknya berharap penyidik Polres Metro Bekasi Kota segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap laporan yang telah diterima.

Kuasa hukum juga meminta penyidik memanggil para saksi yang diduga mengetahui aktivitas maupun keberadaan terlapor guna mempercepat proses pengungkapan perkara.

Selain itu, ia berharap seluruh pihak yang merasa mengalami kerugian dalam kasus serupa tidak ragu untuk melaporkan peristiwa tersebut agar proses penegakan hukum dapat berjalan secara komprehensif.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap penawaran barang dengan harga yang jauh di bawah nilai pasar, sekalipun transaksi awal terlihat berjalan lancar.

Modus membangun kepercayaan melalui pengiriman barang pada beberapa transaksi pertama kerap digunakan dalam dugaan tindak pidana penipuan untuk meyakinkan calon korban sebelum meminta pembayaran dalam jumlah yang lebih besar.

Hingga berita ini ditulis, NJ (29) yang dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan belum memberikan keterangan maupun tanggapan atas tuduhan tersebut. Sementara itu, proses penyelidikan oleh Polres Metro Bekasi Kota masih berlangsung.**/Ugm

Pilihan Editor :  Wujud Sinergitas TNI-Polri, Komandan Lanal Nias Hadiri HUT Ke-79 Polri Tahun 2025 di Polres Nias

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *