Satgas Kizi TNI Siap Jalankan Misi Perdamaian PBB
Jakarta, 17 Juli 2026 – Sebanyak 175 prajurit Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-W MONUSCO Tahun Anggaran 2026 siap menjalankan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa...

Jakarta, 17 Juli 2026 – Sebanyak 175 prajurit Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-W MONUSCO Tahun Anggaran 2026 siap menjalankan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Demokratik Kongo setelah mengikuti upacara pemberangkatan di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (17/7/2026).
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menunjuk Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun memimpin upacara pemberangkatan tersebut.
Pemberangkatan Satgas Kizi menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia melalui mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Selain menjalankan tugas kemanusiaan, prajurit TNI juga membawa misi memperkuat diplomasi militer Indonesia di tingkat internasional.
Selanjutnya, Asops Panglima TNI membacakan amanat Panglima TNI di hadapan seluruh peserta upacara.
Panglima TNI menegaskan penugasan tersebut merupakan amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Karena itu, seluruh personel diminta menjaga profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan integritas selama melaksanakan tugas.
Selain itu, Panglima TNI mengingatkan setiap prajurit agar menjaga nama baik TNI, bangsa, dan negara melalui sikap humanis serta tindakan yang bertanggung jawab.
“Penugasan ini merupakan amanah negara sekaligus wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung perdamaian dunia. Laksanakan setiap tugas dengan profesionalisme, disiplin, loyalitas, integritas, serta junjung tinggi kehormatan TNI, bangsa, dan negara,” demikian amanat Panglima TNI yang dibacakan Letjen TNI Bobby Rinal Makmun.
Hadapi Tantangan di Wilayah Misi
Panglima TNI juga mengingatkan berbagai tantangan yang masih dihadapi pasukan perdamaian di Republik Demokratik Kongo.
Wilayah operasi MONUSCO masih menghadapi ancaman gangguan keamanan, keterbatasan infrastruktur, dan potensi penyebaran wabah Ebola.
Karena itu, setiap prajurit wajib meningkatkan kewaspadaan selama menjalankan misi.
Selanjutnya, personel harus mematuhi seluruh prosedur operasi dan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.
Menurut Panglima TNI, keselamatan personel dan material tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Sebagai satuan zeni, Satgas Kizi akan melaksanakan pekerjaan konstruksi, pemeliharaan, perbaikan, dan dukungan teknis.
Selain mengutamakan kualitas pekerjaan, prajurit juga harus memenuhi standar keselamatan, mutu, dan akuntabilitas yang berlaku dalam misi PBB.
Dengan demikian, Satgas Kizi diharapkan mampu mendukung keberhasilan operasi MONUSCO secara optimal.
Bawa Nama Indonesia di Kancah Internasional
Satgas Kizi TNI Konga XX-W MONUSCO Tahun Anggaran 2026 terdiri atas 175 prajurit terbaik dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.
Komposisi tersebut mencerminkan sinergi antarmatra dalam mendukung operasi perdamaian internasional.
Selain mengemban tugas teknis, para prajurit juga membawa kepercayaan bangsa Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Karena itu, setiap personel dituntut menjaga profesionalisme sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik selama bertugas.
Keikutsertaan TNI dalam misi perdamaian dunia juga memperkuat peran aktif Indonesia dalam menciptakan stabilitas dan keamanan internasional.
Di sisi lain, penugasan tersebut menjadi wujud implementasi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
Pada akhirnya, Panglima TNI berharap seluruh prajurit mampu menyelesaikan misi dengan aman, berhasil, dan penuh kehormatan serta kembali ke Tanah Air membawa prestasi yang membanggakan bagi TNI dan Indonesia.










