Frits Saikat Apresiasi Kepemimpinan Darkam yang Dinilai Progresif
BEKASI – Pegiat sosial kemanusiaan Frits Saikat mengapresiasi dukungan penuh yang diberikan oleh 12 kecamatan kepada H. Darkam Suryadi. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi indikator kuat atas tingkat kepercayaan kader dan...

BEKASI – Pegiat sosial kemanusiaan Frits Saikat mengapresiasi dukungan penuh yang diberikan oleh 12 kecamatan kepada H. Darkam Suryadi.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi indikator kuat atas tingkat kepercayaan kader dan pengurus terhadap kepemimpinan Darkam selama menjabat di lingkungan Karang Taruna Kota Bekasi.
Frits menilai dukungan yang muncul dari seluruh kecamatan bukan sekadar dukungan administratif, melainkan bentuk legitimasi organisasi yang lahir dari penilaian terhadap kinerja nyata.
Ia menyebut, keberhasilan seorang pemimpin organisasi sosial tidak hanya diukur dari kemampuan menjalankan program kerja, tetapi juga dari kemampuannya membangun sistem organisasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi anggotanya.
“Dukungan dari 12 kecamatan menunjukkan adanya kepercayaan yang cukup kuat terhadap kepemimpinan yang telah berjalan. Hal itu tentu tidak muncul secara instan, melainkan melalui proses panjang dan hasil kerja yang dirasakan oleh para kader serta pengurus di tingkat bawah,” kata Frits dalam keterangannya, Senin, (15/6/2026)..
Menurut Frits, salah satu capaian yang layak mendapat perhatian adalah keberhasilan Darkam dalam melakukan transformasi organisasi melalui penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang dinilai lebih sistematis dan adaptif terhadap kebutuhan organisasi modern.
Ia mengatakan, regulasi internal tersebut bahkan menjadi rujukan dan bahan studi banding bagi sejumlah daerah lain.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Karang Taruna Kota Bekasi mampu menghadirkan tata kelola organisasi yang lebih profesional, terstruktur, dan memiliki arah pengembangan yang jelas.
“Keberhasilan menyusun AD/ART yang kemudian menjadi referensi bagi daerah lain menunjukkan adanya pembenahan organisasi yang serius. Ini merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan organisasi sosial kepemudaan,” ujarnya.
Selain aspek tata kelola, Frits juga memberikan apresiasi terhadap program perlindungan sosial yang diwujudkan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pengurus.
Menurutnya, program tersebut mencerminkan perhatian terhadap kesejahteraan kader, sekaligus menunjukkan bahwa organisasi tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial.
Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk keberpihakan kepada sumber daya manusia yang selama ini menjadi penggerak utama organisasi.
Dengan adanya perlindungan sosial, para pengurus dinilai memiliki jaminan yang lebih baik dalam menjalankan aktivitas sosial kemasyarakatan.
“Program BPJS Ketenagakerjaan bagi pengurus merupakan langkah konkret yang menunjukkan kepedulian terhadap kader. Ini bukan hanya program kerja, tetapi bentuk tanggung jawab organisasi terhadap anggotanya,” katanya.
Kepemimpinan yang Dekat dengan Masyarakat
Frits juga menyoroti rekam jejak Darkam Suryadi yang memulai kiprahnya dari tingkat RW hingga kemudian dipercaya memimpin organisasi di tingkat kota.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting karena membentuk karakter kepemimpinan yang memahami persoalan masyarakat secara langsung.
Ia menilai kedekatan dengan masyarakat akar rumput menjadi salah satu faktor yang membuat organisasi tetap solid dan mampu menjaga hubungan baik dengan berbagai elemen sosial di Kota Bekasi.
Pemimpin yang tumbuh dari bawah, kata dia, umumnya lebih memahami kebutuhan kader serta tantangan yang dihadapi masyarakat sehari-hari.
“Pemimpin yang lahir dari proses panjang di tingkat bawah biasanya memiliki sensitivitas sosial yang lebih kuat. Mereka memahami persoalan masyarakat secara nyata dan tidak berjarak dengan kader di lapangan,” ujar Frits.
Lebih lanjut, Frits menyatakan dukungannya terhadap visi “HADIR” yang diusung Darkam Suryadi, yakni Humanis, Adaptif, Dedikatif, Inovatif, dan Responsif.
Menurutnya, visi tersebut memiliki relevansi dengan kebutuhan pemuda saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah rencana pelatihan bahasa bagi calon tenaga kerja lokal.
Frits menilai program tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus memperluas peluang kerja bagi generasi muda Kota Bekasi di tingkat nasional maupun internasional.
Ia menegaskan bahwa persoalan pengangguran tidak cukup diselesaikan melalui pendekatan jangka pendek.
Dibutuhkan program yang mampu meningkatkan kompetensi dan daya saing pemuda agar dapat bersaing di pasar kerja yang terus berkembang.
“Pelatihan bahasa merupakan salah satu solusi konkret yang dapat meningkatkan kapasitas pemuda. Jika dijalankan secara konsisten, program ini berpotensi membuka peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda Bekasi,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Frits berharap H. Darkam Suryadi dapat terus mempertahankan komitmen dalam menjaga stabilitas organisasi serta menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Ia menilai organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi daerah, sehingga membutuhkan kepemimpinan yang mampu menerjemahkan kebutuhan masyarakat menjadi program yang terukur dan berkelanjutan.
Menurut Frits, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya dukungan yang diperoleh, tetapi juga oleh kemampuan pemimpin dalam menjaga kepercayaan tersebut melalui kerja nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan generasi muda Kota Bekasi.**/Rls









