Selasa, 27 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » TEKNOLOGI » Jam Kiamat 2025: Dunia Semakin Dekat dengan Titik Kehancuran

Jam Kiamat 2025: Dunia Semakin Dekat dengan Titik Kehancuran

  • account_circle Tama
  • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknologi – Dunia semakin mendekati ancaman global yang belum pernah terjadi sebelumnya. Para ilmuwan dari Bulletin of the Atomic Scientists’ Science and Security Board (SASB) secara resmi menetapkan waktu Jam Kiamat 2025 berada di angka 89 detik menjelang tengah malam.

Ini merupakan jarak terpendek dalam sejarah 78 tahun terakhir sejak konsep Jam Kiamat pertama kali diperkenalkan. Pergeseran ini menandakan bahwa dunia semakin tidak stabil, dengan berbagai ancaman yang terus meningkat tanpa adanya solusi konkret dari pemimpin global.

Dalam pernyataan resminya, SASB menegaskan bahwa penetapan waktu ini didasarkan pada berbagai faktor ancaman global yang semakin mengkhawatirkan. Beberapa faktor utama yang mendorong pergeseran ini meliputi:

  1. Ancaman Nuklir yang Kian Meningkat
    Ilmuwan mencatat bahwa Rusia telah menangguhkan kepatuhan terhadap perjanjian New START dan menarik ratifikasi Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif.

    Sementara itu, China mempercepat pengembangan persenjataan nuklirnya, dan Amerika Serikat gagal berperan sebagai penengah yang dapat mengurangi eskalasi global.

    Ketiga negara ini justru memperluas kapasitas nuklirnya dan memperkuat doktrin bahwa perang nuklir terbatas dapat dikelola sebuah pemikiran yang sangat berbahaya.

    Beberapa pihak mengkhawatirkan bahwa ketegangan geopolitik yang terus meningkat bisa berujung pada konflik berskala besar yang melibatkan senjata pemusnah massal.

  2. Krisis Iklim yang Kian Parah
    Tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah. Cuaca ekstrem seperti badai tropis, kebakaran hutan, banjir, dan kekeringan semakin menghancurkan masyarakat serta ekosistem di seluruh dunia.

    Sayangnya, kebijakan global masih jauh dari cukup untuk menangani masalah ini, bahkan beberapa negara besar mengabaikan isu perubahan iklim dalam agenda politiknya.

    Para ilmuwan menegaskan bahwa jika tidak ada perubahan drastis dalam upaya mitigasi, dampak krisis iklim bisa lebih parah dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya, dengan miliaran orang terdampak.

  3. Ancaman dari Kecerdasan Buatan (AI) dan Teknologi Disruptif
    Usulan untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam sistem persenjataan menimbulkan kekhawatiran global.

    Ilmuwan mempertanyakan sejauh mana AI akan diberikan kewenangan dalam pengambilan keputusan militer, terutama dalam penggunaan senjata nuklir atau otonom yang mampu menargetkan dan menghancurkan tanpa intervensi manusia.

    Selain itu, teknologi AI yang semakin canggih dapat digunakan untuk menyebarkan informasi palsu secara masif, memperburuk polarisasi sosial, serta meningkatkan ketidakstabilan global.

  4. Ancaman Biologis yang Terus Meningkat
    Pandemi COVID-19 telah meningkatkan skeptisisme publik terhadap langkah-langkah kesehatan masyarakat, sementara ancaman dari penyakit menular baru terus berkembang.

    Penyalahgunaan AI dalam penelitian biologi dan meningkatnya jumlah laboratorium patogen tanpa pengawasan ketat juga menimbulkan risiko besar bagi dunia.

    Penyebaran penyakit menular yang tidak terkendali bisa menyebabkan dampak sosial dan ekonomi yang berkepanjangan, terutama di negara-negara dengan infrastruktur kesehatan yang lemah.
Baca juga :  Wanita Cantik Tiktok Diserbu Komentar PT Michat

Dampak Global dan Seruan Ilmuwan

Ketua SASB, Daniel Holz, PhD, menekankan bahwa Jam Kiamat bukan sekadar simbol, melainkan sebuah peringatan nyata akan ancaman eksistensial yang semakin mendekat. Ia menyerukan agar para pemimpin dunia segera mengambil tindakan untuk menghindari skenario terburuk.

“Tujuan dari Jam Kiamat adalah untuk memulai percakapan global tentang ancaman besar yang kita hadapi. Para pemimpin dunia harus memulai diskusi dan mengambil langkah nyata sebelum terlambat,” ujar Holz.

Juan Manuel Santos, Ketua The Elders dan Pemenang Nobel Perdamaian, juga menyampaikan keprihatinannya.

“Jam Kiamat terus bergerak maju di tengah ketidakstabilan global yang mendalam dan ketegangan geopolitik yang meningkat. Ini adalah seruan mendesak bagi semua pemimpin dunia untuk bertindak bersama. Setiap detik sangat berarti.”

Ilmuwan menegaskan bahwa meskipun situasi tampak suram, masih ada harapan jika pemimpin dunia berani mengambil langkah-langkah berikut:

  • Menghidupkan kembali perjanjian pengendalian senjata nuklir dan mengurangi ketergantungan pada doktrin perang nuklir.

  • Mempercepat transisi menuju energi terbarukan dan memperketat kebijakan mitigasi perubahan iklim.

  • Membatasi penggunaan AI dalam sistem senjata dan menetapkan regulasi global yang jelas.

  • Menguatkan kebijakan kesehatan global untuk menghadapi ancaman penyakit menular di masa depan.

  • Meningkatkan diplomasi antarnegara untuk menurunkan ketegangan geopolitik dan menghindari potensi konflik bersenjata.

  • Memastikan keterlibatan masyarakat dalam kebijakan global agar kepentingan publik tetap menjadi prioritas utama.

Dengan Jam Kiamat 2025 hanya tersisa 89 detik menuju tengah malam, dunia berada dalam kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ilmuwan berharap peringatan ini dapat menggugah kesadaran global dan mendorong tindakan nyata sebelum terlambat. Masyarakat internasional kini menunggu langkah konkret dari para pemimpin dunia untuk menarik dunia dari jurang kehancuran.

Baca juga :  Cara Cek ETLE Online, Ini Langkah Resmi dan Cara Hindari Penipuan

Jika tidak ada tindakan segera, maka manusia akan menghadapi konsekuensi yang lebih besar dan berisiko kehilangan kendali atas masa depan peradaban kita sendiri. (sumber: inet.detik.com)

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Interesting

  • Patroli Dini Hari Brimob Batalyon C Pelopor Jaga Tangsel-Tangkot Tetap Kondusif

    Patroli Dini Hari Brimob Batalyon C Pelopor Jaga Tangsel-Tangkot Tetap Kondusif

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang – Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya menggelar patroli dini hari, Kamis, 2 April 2026, mulai pukul 00.00 WIB. Tim menyasar wilayah rawan untuk mencegah tawuran serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Petugas menyisir ruas strategis seperti RE Martadinata, Pondok Cabe, Bintaro, Serpong, hingga Ciater secara intensif dan terukur. Kegiatan ini […]

  • Hujan Semalaman, Rawalumbu Terendam Lagi

    Hujan Semalaman, Rawalumbu Terendam Lagi

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    Kota Bekasi – Hujan deras mengguyur Kelurahan Bojong Rawalumbu sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari lalu kembali merendam permukiman warga, 20/02/2026. Air menggenangi sejumlah titik rumah serta ruas jalan lingkungan di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Genangan yang muncul semalaman langsung menghambat aktivitas warga pada Jumat pagi. Sejumlah pekerja terlambat berangkat karena jalan terendam sementara […]

  • Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika Bantu Warga Kampung Pigapu

    Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika Bantu Warga Kampung Pigapu

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika — Suasana haru menyelimuti Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika. Keluarga besar Kepala Kampung Sebastian Mapareyau tengah memperingati tujuh hari wafatnya sang istri tercinta. Di tengah duka itu, kehadiran Satgas TMMD ke-124 Kodim 1710/Mimika membawa secercah kehangatan dan kepedulian. Sebagai bentuk empati, Komandan Satgas TMMD Letkol Inf M. Slamet Wijaya, S.Sos., M.Han., M.A., mengirimkan […]

  • Pangkoopsud III Pimpin Sertijab Danlanud Leo Wattimena

    Pangkoopsud III Pimpin Sertijab Danlanud Leo Wattimena

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Morotai – Suasana khidmat menyelimuti Apron Lanud Leo Wattimena, Morotai Selatan, Rabu (6/8/2025), saat Panglima Komando Operasi Udara III (Pangkoopsud III) Marsda TNI Dr. Azhar Aditama Djojosugito, S.Sos., M.M., M.Han., memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Lanud Leo Wattimena. Tongkat komando resmi berpindah dari Kolonel Pnb Sukarno kepada Kolonel Pnb Anang Heru Setiyono, S.E., […]

  • Satsiber TNI Gelar Latihan Siber 2025: Perkuat Pertahanan Digital Nasional

    Satsiber TNI Gelar Latihan Siber 2025: Perkuat Pertahanan Digital Nasional

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, 4 Agustus 2025 – Tantangan keamanan di era digital terus berkembang pesat. Menjawab kebutuhan itu, Satuan Siber (Satsiber) TNI menggelar Latihan Siber TNI Tahun Anggaran 2025 yang mengusung tema “Komando Tugas Gabungan Siber TNI Menyelenggarakan Operasi Siber di Ruang Digital Dalam Rangka Mendukung Operasi Gabungan TNI”. Latihan yang berlangsung di GOR A. Yani, Mabes […]

  • Revania Tampilkan Tari Lenggang Bekasi dalam Acara Rantang Lebaran

    Revania Tampilkan Tari Lenggang Bekasi dalam Acara Rantang Lebaran

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Nadya
    • 0Komentar

    Bagus sekali acaranya. Anak-anak jadi tahu tari tradisional, dan kita bisa bernostalgia dengan suasana Betawi tempo dulu

expand_less