Kebakaran di Koto XI Tarusan Hanguskan Rumah Warga, Damkar Cegah Api Meluas
"Material bangunan yang didominasi kayu menyebabkan api dengan cepat melahap sebagian besar struktur rumah tersebut"

Tarusan – Satu unit rumah kayu milik warga di Kampung Pasar Barung-Barung Balantai, Kenagarian Kalan Tanah, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, hangus terbakar pada Kamis (5/3/2026) sore.
Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran, api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 16.20 WIB.
Laporan awal diterima oleh Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Tarusan dari Komandan Regu (Danton) setempat yang menginformasikan adanya rumah warga yang terbakar di kawasan tersebut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Regu B Damkar Tarusan segera dikerahkan menuju lokasi kejadian.
Petugas membawa dua unit armada pemadam kebakaran, yakni mobil BA 9905 GK dengan kapasitas tangki air 4.000 liter serta mobil BA 9000 GK yang memiliki kapasitas 5.000 liter.
Jarak tempuh dari pos menuju lokasi kebakaran sekitar 15 kilometer dengan waktu respons kurang lebih 15 menit.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api semakin meluas.
Objek yang terbakar diketahui merupakan satu unit rumah kayu milik Wawan Rudi Saputra (37), seorang wiraswasta yang berdomisili di Barung-Barung Balantai, Kecamatan Koto XI Tarusan.
Material bangunan yang didominasi kayu menyebabkan api dengan cepat melahap sebagian besar struktur rumah tersebut.
Petugas Damkar segera melakukan pemadaman intensif, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk menurunkan suhu di sekitar titik api.
Setelah itu, dilakukan pula proses overhaul guna memastikan tidak ada sisa bara atau titik api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran ulang.
Dalam proses penanganan kebakaran, masyarakat setempat turut membantu petugas dengan melakukan upaya pemadaman awal serta membantu mengamankan area sekitar agar api tidak merambat ke rumah warga lainnya.
Pelaksana harian (Plh) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pesisir Selatan, Dongki Agung Pribumi, mengatakan respons cepat petugas di lapangan menjadi faktor penting dalam mengendalikan kebakaran tersebut.
“Kami langsung mengerahkan dua armada dari Pos Damkar Tarusan begitu laporan diterima. Petugas tiba di lokasi dalam waktu singkat dan segera melakukan pemadaman sehingga api tidak merambat ke rumah lainnya,” ujar Agung.
Menurutnya, kerja sama antara petugas pemadam kebakaran dan warga sekitar juga membantu mempercepat proses pengendalian api di lokasi kejadian.
Tiga Rumah Berhasil Diselamatkan
Agung menjelaskan, meskipun satu unit rumah kayu hangus terbakar, petugas berhasil menyelamatkan tiga unit rumah lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Jika tidak segera ditangani, api berpotensi menjalar ke bangunan di sekitarnya yang jaraknya relatif berdekatan.
“Dalam kejadian ini, tiga unit rumah di sekitar lokasi berhasil kami selamatkan dari ancaman kebakaran,” katanya.
Ia menambahkan, proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar 40 menit.
Sekitar pukul 17.00 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya dan situasi di lokasi dinyatakan aman serta terkendali.
Berdasarkan perkiraan sementara, kebakaran tersebut menimbulkan kerugian material sekitar Rp40 juta.
Namun, hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Petugas juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Setelah api berhasil dipadamkan, tim Damkar melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan.
Agung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan yang menggunakan material kayu yang mudah terbakar.
Ia menekankan pentingnya memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta mengawasi penggunaan sumber api di dalam rumah tangga.
“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan instalasi listrik dan penggunaan sumber api di rumah. Kewaspadaan bersama sangat penting untuk mencegah kebakaran,” ujarnya.
Pemerintah daerah melalui Satpol PP dan Damkar Pesisir Selatan juga terus mengingatkan masyarakat untuk segera melapor apabila terjadi kebakaran atau potensi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa respons cepat petugas serta kesadaran masyarakat dalam penanganan awal sangat berperan dalam meminimalkan dampak kebakaran, terutama di kawasan permukiman dengan bangunan yang mudah terbakar.**/red













