Permintaan Kue Kering Kemasan Naik Jelang Idul Fitri 2026

"Jika sebelumnya banyak keluarga memproduksi kue sendiri, kini produk siap saji menjadi solusi praktis di tengah keterbatasan waktu"

Permintaan Kue Kering Kemasan Naik Jelang Idul Fitri 2026 – Foto Istimewa
-AA+

Ramadan – Menjelang Idul Fitri 2026, permintaan kue kering dan camilan dalam kemasan meningkat di berbagai daerah.

Masyarakat memburu produk siap saji untuk kebutuhan suguhan tamu, parcel keluarga, hingga konsumsi kantor selama Ramadhan.

Tren ini terlihat dari beragamnya pilihan produk yang beredar di ritel modern maupun toko daring, mulai dari kue sus kering, kue kacang tradisional, hingga biskuit kaleng merek arus utama.

Lonjakan permintaan terjadi dalam beberapa pekan terakhir menjelang Lebaran 2026.

Pelaku ritel menyebut konsumen kini cenderung memilih produk praktis, tahan simpan, dan mudah dibagikan.

Selain faktor kepraktisan, fluktuasi harga bahan baku seperti tepung, mentega, dan gula turut memengaruhi keputusan masyarakat untuk tidak membuat kue sendiri.

Di tengah kebutuhan tersebut, sejumlah produsen menawarkan alternatif kue kering dalam kemasan ekonomis maupun premium.

Salah satu produk yang banyak dicari adalah Soes Coklat Cokelat Malona ukuran 500 gram dan 1 kilogram.

Produk ini menghadirkan kue sus kering dengan isian cokelat dan kemasan pembaruan merek tahun 2026.

Variasi ukuran dinilai memudahkan konsumen menyesuaikan kebutuhan, baik untuk konsumsi keluarga maupun sajian tamu dalam jumlah besar.

Untuk penggemar cita rasa tradisional, Kue Kacang Mbok Nini menjadi pilihan.

Produk khas Jember ini menawarkan tekstur renyah dengan rasa kacang dominan yang mempertahankan karakter kue kacang klasik.

Konsumen yang ingin menghadirkan nuansa rumahan tanpa proses produksi panjang cenderung memilih kategori ini.

Pilihan Editor :  Gamis Anak Lebaran: Panduan Memilih Busana Nyaman, Modis, untuk Hari Raya

Sementara itu, segmen camilan modern juga menunjukkan pergerakan.

Lianggui Nori Rice Crackers hadir sebagai alternatif gurih berbasis beras dan nori.

Dengan isi terukur 96 potong, produk ini menyasar kebutuhan rapat kantor, buka puasa bersama, maupun pembagian hampers sederhana selama Ramadhan.

Di kategori biskuit dan wafer kaleng, sejumlah merek tetap mempertahankan pangsa pasar kuat.

Produk dari Tango, Nabati, Gery, Nextar, Deka, Cho Cho, Astor, hingga Inaco tersedia dalam kemasan 240 gram maupun toples.

Merek-merek ini dikenal luas dan relatif mudah ditemukan di pasar ritel, sehingga memudahkan distribusi dan pembelian ulang.

Pergeseran Pola Konsumsi dan Segmen Premium

Selain produk reguler, segmen premium atau hampers juga menunjukkan pertumbuhan.

Melts Eid Gift – Choco Lava Nastar dan nastar nanas wisman isi 250 gram dengan topping keju homemade menyasar konsumen yang menginginkan tampilan eksklusif.

Produk-produk ini umumnya dikemas dalam boks khusus dengan desain tematik Idul Fitri, sehingga cocok dijadikan hadiah bagi relasi bisnis maupun keluarga besar.

Secara umum, kebutuhan utama konsumen menjelang hari raya meliputi efisiensi waktu, konsistensi rasa, dan daya tahan produk.

Kue kemasan dinilai mampu menjawab ketiga aspek tersebut.

Bagi pelaku usaha kecil, kemasan toples satu liter atau kaleng membantu pengaturan stok dan distribusi.

Produk dengan ukuran pasti juga memudahkan penghitungan biaya serta margin penjualan ulang.

Namun, pengamat konsumen mengingatkan masyarakat untuk tetap cermat sebelum membeli.

Konsumen perlu memeriksa label komposisi bahan, tanggal kedaluwarsa, serta informasi kehalalan yang tercantum pada kemasan.

Langkah ini penting untuk memastikan keamanan pangan dan kesesuaian dengan kebutuhan keluarga.

Pilihan Editor :  Kemenag Gelar Sidang Isbat Besok, Tentukan Awal Ramadan 1447 H

Peningkatan permintaan kue kering kemasan menjelang Idul Fitri 2026 menunjukkan adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat.

Jika sebelumnya banyak keluarga memproduksi kue sendiri, kini produk siap saji menjadi solusi praktis di tengah keterbatasan waktu dan dinamika harga bahan baku.

Meski demikian, pilihan tetap berada di tangan konsumen, dengan pertimbangan kualitas, keamanan, dan anggaran sebagai faktor utama.

Dengan ragam produk yang tersedia di pasaran, kue kering dan camilan kemasan berpotensi tetap menjadi bagian penting dari tradisi Ramadhan dan Idul Fitri, selama produsen menjaga standar mutu dan transparansi informasi produk.**/red

gensa.club berkomitmen memberikan berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti