Target 8 Kursi DPRD, PAN Kota Bekasi Mulai Merawat Basis Politik
- account_circle Firman Ugm
- calendar_month 43 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KOTA BEKASI – Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bekasi mulai memperkuat konsolidasi organisasi untuk menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 dengan membidik posisi tiga besar kekuatan politik di Kota Bekasi dan menargetkan perolehan delapan kursi DPRD.
Strategi tersebut disiapkan melalui pembenahan struktur organisasi hingga tingkat ranting, penguatan loyalitas kader, serta perluasan komunikasi dengan masyarakat.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kota Bekasi, Achmad Rivai, menyampaikan hal itu dalam kegiatan Konsolidasi Pra-Musyawarah Ranting (Pra-Musran) DPC PAN Bekasi Utara di kediaman Ketua DPC PAN Bekasi Utara, Lukman Hakim alias Alex Jiblo, Jumat (23/10/2026) malam.
Rivai mengatakan, pembentukan kepengurusan hingga tingkat ranting menjadi salah satu langkah untuk memperkuat basis partai sekaligus menjaga hubungan dengan konstituen.
“Hari ini kita konsolidasi. Alhamdulillah dari DPC dan enam kelurahan di Bekasi Utara rantingnya sudah terbentuk. Ini bagian dari konsolidasi tingkat ranting, bagaimana kita merawat untuk membesarkan PAN,” ujar Rivai.
Menurut dia, konsolidasi organisasi juga telah dilakukan di sejumlah kecamatan, di antaranya Pondok Gede, Pondok Melati, Bantargebang, Mustikajaya, dan Bekasi Utara.
Melalui jargon “Merawat Akar Menuju Masa Depan”, PAN Kota Bekasi berupaya membangun kekuatan politik dengan menjadikan kader di tingkat akar rumput sebagai bagian penting dari strategi menghadapi Pemilu 2029.
Rivai mengapresiasi pergerakan kader, khususnya di Bekasi Utara dan Pondok Gede, yang dinilainya dapat menjadi contoh penguatan basis partai.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga loyalitas konstituen tanpa mengandalkan praktik politik uang.
Target Delapan Kursi Menjadi Tantangan PAN
Target masuk tiga besar kekuatan politik dan memperoleh delapan kursi DPRD Kota Bekasi menjadi tantangan bagi PAN dalam menghadapi kontestasi politik 2029.
Konsolidasi internal menjadi langkah awal untuk mencapai sasaran tersebut. Namun, pembentukan struktur organisasi perlu diikuti kerja politik yang konsisten, peningkatan kepercayaan publik, serta kemampuan kader menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Rivai menyatakan optimistis terhadap target yang telah ditetapkan partainya. Meski demikian, pencapaiannya akan bergantung pada kemampuan PAN memperkuat dukungan masyarakat dan menerjemahkan konsolidasi organisasi menjadi perolehan suara dalam pemilu.
Untuk memantapkan struktur organisasi, PAN Kota Bekasi dijadwalkan menggelar pelantikan pengurus DPC se-Kota Bekasi pada 25 Oktober 2026. Agenda tersebut akan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda).
Rangkaian kegiatan itu diharapkan menjadi momentum untuk menyatukan langkah kader sekaligus memperjelas arah perjuangan partai menjelang Pemilu 2029.
Rivai menegaskan, penguatan organisasi tidak cukup berhenti pada pembentukan kepengurusan secara administratif. Struktur partai di tingkat bawah, menurut dia, perlu berperan aktif dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.
“Pesan untuk kader PAN Kota Bekasi, ayo sama-sama kita membesarkan PAN. Intinya bagaimana kita bisa menjadi tiga besar di Kota Bekasi dan menargetkan delapan kursi. Kita harus optimis,” kata Rivai.
Rivai: Persoalan PAW Mengikuti Mekanisme Partai
Di sela kegiatan konsolidasi, Rivai turut menanggapi pertanyaan mengenai isu Pergantian Antarwaktu (PAW) yang melibatkan Lukman Hakim.
Ia mengatakan, persoalan tersebut mengikuti mekanisme internal partai melalui Mahkamah Partai di tingkat pusat.
“Kalau PAW, kita kembali lagi ke mekanisme partai yang sekarang ada di Mahkamah Partai di pusat. Nanti kalau ada perkembangan lagi tentu akan kita sampaikan,” jelasnya.
Rivai belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai perkembangan persoalan tersebut. Ia menyatakan, prosesnya masih mengacu pada mekanisme yang berlaku di internal partai.
Di akhir keterangannya, Rivai mengajak kader memperkuat kebersamaan dan mengundang masyarakat untuk bergabung dengan PAN tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun ras.
Target delapan kursi DPRD Kota Bekasi kini menjadi salah satu tolok ukur ambisi politik PAN menuju Pemilu 2029.
Konsolidasi hingga tingkat ranting telah menjadi bagian dari langkah awal, sedangkan pembuktian dukungan masyarakat dan peningkatan keterwakilan di parlemen menjadi tantangan berikutnya.
FAQ PAN Kota Bekasi Menuju Pemilu 2029
Apa target PAN Kota Bekasi pada Pemilu 2029?
PAN Kota Bekasi menargetkan posisi tiga besar kekuatan politik di Kota Bekasi dan perolehan delapan kursi DPRD pada Pemilu 2029.
Siapa Ketua DPD PAN Kota Bekasi?
Ketua DPD PAN Kota Bekasi adalah Achmad Rivai.
Kapan konsolidasi Pra-Musran PAN Bekasi Utara dilaksanakan?
Konsolidasi Pra-Musyawarah Ranting (Pra-Musran) DPC PAN Bekasi Utara dilaksanakan pada Jumat, 23 Oktober 2026, malam.
Bagaimana strategi PAN Kota Bekasi menghadapi Pemilu 2029?
PAN Kota Bekasi memperkuat struktur organisasi hingga tingkat ranting, mengonsolidasikan kader, menjaga loyalitas konstituen, dan membangun komunikasi dengan masyarakat.
Kapan PAN Kota Bekasi dijadwalkan melantik pengurus DPC se-Kota Bekasi?
Pelantikan pengurus DPC PAN se-Kota Bekasi dijadwalkan pada 25 Oktober 2026 dan akan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda).
Bagaimana tanggapan Achmad Rivai mengenai isu PAW Lukman Hakim?
Achmad Rivai menyatakan bahwa persoalan Pergantian Antarwaktu (PAW) yang melibatkan Lukman Hakim mengikuti mekanisme internal partai melalui Mahkamah Partai di tingkat pusat. Ia belum menyampaikan perkembangan lebih lanjut mengenai persoalan tersebut.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Firman Ugm
Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

