Selasa, 3 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Opini » Potensi Wisata Alam Bukit Pulek di Cilacap: Harapan Baru untuk Desa Karang Reja

Potensi Wisata Alam Bukit Pulek di Cilacap: Harapan Baru untuk Desa Karang Reja

  • account_circle Tama
  • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Cilacap – Terletak di Desa Karang Reja, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Bukit Pulek menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam.

Meski belum banyak dikenal masyarakat luas, kawasan ini menawarkan panorama menakjubkan serta udara perbukitan yang sejuk, menjadikannya salah satu lokasi yang ideal untuk dijadikan desa wisata.

Bukit Pulek merupakan salah satu puncak perbukitan yang menonjol di wilayah Desa Karang Reja.

Berada pada ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut (mdpl), kawasan ini menyuguhkan pemandangan alam yang luas, mencakup hamparan perbukitan, dataran rendah, hingga kemegahan Gunung Slamet di kejauhan.

Di sekitar bukit, lahan pertanian warga seperti perkebunan kacang tanah membentang, menambah nuansa alami dan kesejukan udara di area tersebut.

Dengan suasana yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota, Bukit Pulek menjadi tempat yang cocok bagi wisatawan yang ingin mencari ketenangan sekaligus menikmati keindahan alam.

Pada Kamis, 4 April 2025, jurnalis dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat Bekasi Raya, Danu Ubaidillah, berkesempatan mengunjungi lokasi ini.

Dalam wawancaranya, Danu menyatakan kekagumannya terhadap potensi wisata Bukit Pulek.

“Bukit Pulek adalah tempat yang sempurna untuk menikmati keindahan alam dan mengambil istirahat sejenak dari kesibukan kota,” ungkap Danu.

Ia menambahkan bahwa dengan pemandangan Gunung Slamet yang menakjubkan dan suasana yang damai, bukit ini layak menjadi destinasi wisata yang lebih dikenal luas.

Lebih lanjut, Danu mendorong pemerintah setempat agar mulai memperhatikan potensi wisata ini dan mempertimbangkan pengembangan destinasi sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat desa.

“Dengan perencanaan yang matang dan keterlibatan masyarakat, Bukit Pulek memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata yang menarik dan berkelanjutan. Pemerintah perlu bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan,” tuturnya.

Baca juga :  Saat Mangrove Ditebang dan Negara Diam: Jeritan Sunyi dari Kubu Raya

Waktu terbaik untuk menikmati panorama Bukit Pulek adalah pagi hari atau menjelang sore.

Saat pagi, pengunjung dapat menyaksikan matahari terbit di balik perbukitan, sedangkan sore hari menawarkan pemandangan matahari terbenam yang memukau.

Selain itu, suhu udara yang sejuk di kedua waktu tersebut membuat kunjungan menjadi lebih nyaman.

Bukit Pulek terletak di wilayah Desa Karang Reja, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap.

Untuk menuju lokasi, pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda dua hingga titik tertentu di kaki bukit.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh sekitar 500 meter melewati jalan setapak yang dikelilingi oleh kebun kacang milik warga.

Meskipun akses menuju puncak memerlukan usaha fisik, pengalaman yang diperoleh sangat sepadan.

Di puncak, pengunjung dapat menikmati panorama alam yang luas, bersantai di gubuk perkebunan yang tersedia, serta berswa foto dengan latar pegunungan dan pemukiman warga.

Bukit Pulek Layak Dikembangkan Sebagai Desa Wisata

Pengembangan Bukit Pulek sebagai destinasi wisata dinilai dapat membawa banyak manfaat, terutama bagi perekonomian masyarakat setempat.

Selain membuka peluang usaha baru, seperti jasa pemandu wisata, penyediaan makanan dan minuman, serta penginapan sederhana, pengembangan ini juga dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan desa.

Namun demikian, Danu menekankan pentingnya pengelolaan yang bertanggung jawab.

Ia mengingatkan bahwa pelibatan masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan pariwisata sangat krusial untuk keberlanjutan jangka panjang.

“Yang terpenting adalah melibatkan masyarakat setempat dalam setiap proses pengelolaan dan pengembangan wisata. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan manfaat ekonomi dan sosial secara langsung, sekaligus menjaga warisan alam yang ada,” ujarnya.

Agar Bukit Pulek dapat berkembang sebagai desa wisata unggulan, diperlukan sejumlah langkah strategis dan kolaboratif, antara lain:

  1. Pemetaan Potensi Wisata: Pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat dan pelaku pariwisata lokal perlu mengidentifikasi potensi dan kekuatan wisata yang dimiliki wilayah tersebut.

  2. Perbaikan Infrastruktur: Pembangunan akses jalan, fasilitas umum seperti toilet dan tempat istirahat, serta penyediaan informasi wisata yang mudah diakses menjadi prioritas.

  3. Pendidikan dan Pelatihan Masyarakat: Masyarakat perlu dibekali keterampilan di bidang pariwisata, pelayanan tamu, pengelolaan homestay, hingga pengelolaan limbah agar wisata berkelanjutan dapat terwujud.

  4. Promosi dan Pemasaran: Penggunaan media sosial, kerjasama dengan agen perjalanan, serta promosi melalui acara budaya lokal dapat memperluas jangkauan informasi tentang Bukit Pulek.

  5. Perlindungan Lingkungan: Pengembangan wisata harus tetap menjaga kelestarian alam sekitar, termasuk mempertahankan kebun-kebun warga dan tidak mengganggu ekosistem setempat.

  6. Kebijakan Berbasis Komunitas: Pemerintah diharapkan menyusun kebijakan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat agar semua pihak mendapatkan manfaat secara adil.
Baca juga :  Dr. Herman Hofi Munawar Bicara "Jangan Sampai Kasus Emas Hilang Ditelan Waktu Lagi"

Kesimpulan

Bukit Pulek adalah permata tersembunyi di Kabupaten Cilacap yang memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan.

Keindahan alam, udara sejuk, dan ketenangan yang ditawarkan menjadi nilai jual utama kawasan ini.

Dengan pendekatan pembangunan yang partisipatif, berkelanjutan, dan memperhatikan aspek sosial dan lingkungan, Bukit Pulek tidak hanya akan menjadi daya tarik wisata, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi dan sosial bagi masyarakat Desa Karang Reja.**/Red

Oleh : Danu Ubaidillah.
Pemimpin Redaksi Liputanhk.com.
Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat Bekasi Raya.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Interesting

  • TNI Angkatan Laut Sambut Kedatangan Dua Kapal Perang India di Kota Belawan

    TNI Angkatan Laut Sambut Kedatangan Dua Kapal Perang India di Kota Belawan

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Belawan – Sukses menyelesaikan misi patroli gabungan bersama, KRI Lambung Mangkurat-375, dua Kapal Perang Angkatan Laut India INS Saryu P-54 dan INS LCU L-55, bersandar di Dermaga Ujung Baru Kota Belawan. Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris, S.E., M.M.D.S., selaku Dansatgas Patroli Terkoordinasi (Patkor) Indindo 44/25, dan Komandan KRI […]

  • Dittipidter Bareskrim Gagalkan Penjualan Sisik Trenggiling

    Dittipidter Bareskrim Gagalkan Penjualan Sisik Trenggiling

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Satu lagi langkah tegas ditunjukkan Bareskrim Polri. Kali ini, penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) berhasil menggagalkan upaya penjualan sisik trenggiling—satwa dilindungi yang bernilai tinggi di pasar gelap. Dua orang pelaku langsung ditangkap. Mereka adalah RK, yang berperan sebagai pencari dan penyedia sisik trenggiling, serta A, sang penjual. Keduanya kini sudah ditahan. “Penyidik […]

  • Pemerintah Dinilai Kurang Serius Lindungi Anak, DPRD Soroti Minimnya Fasilitas dan Anggaran DP3A

    Pemerintah Dinilai Kurang Serius Lindungi Anak, DPRD Soroti Minimnya Fasilitas dan Anggaran DP3A

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bekasi Kota – Pemerintah dinilai belum menunjukkan keseriusan dalam upaya perlindungan anak. Hal ini mengemuka dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan tentang Perlindungan Anak yang digelar pada Senin, 21 Juli 2025, dengan leading sektor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). Anggota Pansus 6 DPRD, Alimudin, menyoroti sejumlah fakta yang menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah […]

  • BRI BO Jakarta Daan Mogot Peringati Hari Kesaktian Pancasila

    BRI BO Jakarta Daan Mogot Peringati Hari Kesaktian Pancasila

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta — Suasana penuh khidmat menyelimuti halaman BRI BO Jakarta Daan Mogot saat seluruh pegawai mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Selasa (1/10/2025). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Rizky Ferdhian, Pemimpin Cabang BRI BO Jakarta Daan Mogot. Kegiatan diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila dan […]

  • Koops TNI Habema Tegaskan Tidak Ada Patroli Saat Ledakan di Danggoa Intan Jaya

    Koops TNI Habema Tegaskan Tidak Ada Patroli Saat Ledakan di Danggoa Intan Jaya

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    INTAN JAYA, 19 Juni 2026 – Koops TNI Habema memastikan tidak ada patroli TNI di Kampung Danggoa saat insiden ledakan yang menewaskan tiga warga sipil. Peristiwa terjadi di Kampung Danggoa, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Jumat (19/6/2026), dan memicu perhatian publik. Koops TNI Habema menyampaikan duka mendalam atas korban sipil sekaligus merespons informasi yang […]

  • Satgas Yonif 715/Mtl Makan Bersama Warga Kampung Tinolok

    Satgas Yonif 715/Mtl Makan Bersama Warga Kampung Tinolok

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Puncak Jaya – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti halaman depan Gereja Mando di Kampung Tinolok, Distrik Yambi, Jumat (16/5/2025). Di tengah udara dingin pegunungan Papua, personel Satgas Yonif 715/Motuliato Pos Ramil Yambi duduk bersila bersama warga, menikmati hidangan sederhana dalam kegiatan “Jumat Berkah”. Tanpa sekat, prajurit dan masyarakat menyantap makanan yang sama, tertawa bersama, […]

expand_less