Senin, 28 Sep 2026
Beranda » OPINI » Politik Estetika dan Krisis Tata Kelola: Mengapa Renovasi Gedung Sate 3,9 M Bernuansa Candi Layak Dikritisi

Politik Estetika dan Krisis Tata Kelola: Mengapa Renovasi Gedung Sate 3,9 M Bernuansa Candi Layak Dikritisi

  • account_circle Sapto Handoko
  • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
  • print Cetak

Oleh: Izus Salam S. Sos
Ketua Umum PW KAMMI Jawa Barat, Mahasiswa Magister Administrasi Publik UNPAD

Bandung – Renovasi Gedung Sate dengan biaya mencapai 3,9 miliar rupiah dan penambahan ornamen bernuansa candi kembali menimbulkan pertanyaan besar tentang arah tata kelola pemerintahan di Jawa Barat. Publik wajar bertanya: apa urgensi estetikanya? Apa relevansinya dengan kebutuhan masyarakat? Dan apa dasar akademik, teknis, maupun historis yang melatarbelakangi keputusan ini?

Sebagai akademisi dan aktivis, saya melihat persoalan ini tidak berhenti pada soal “pagar bergaya candi”, tetapi merupakan indikator adanya problem tata kelola yang lebih dalam—mulai dari lemahnya perencanaan anggaran, minimnya partisipasi publik, hingga ketidakkonsistenan terhadap prinsip pelestarian heritage.

Gedung Sate bukan sekadar bangunan pemerintahan. Ia adalah ikon, simbol identitas Jawa Barat, dan bagian dari memori kolektif masyarakat. Setiap intervensi pada bangunan ini—betapapun kecilnya—memiliki implikasi politis, kultural, dan historis yang signifikan. Karena itu, proyek estetika seperti ini tidak seharusnya dilakukan secara serampangan.

1. Minim Justifikasi Perencanaan dan Landasan Teknis

Dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD dan Renstra OPD, renovasi Gedung Sate—terutama yang berpotensi mengubah identitas visualnya—tidak tercantum sebagai program prioritas. Ini menunjukkan bahwa proyek tersebut muncul sebagai keputusan inkremental, bukan kebijakan yang berbasis perencanaan jangka menengah.

Sebagai akademisi administrasi publik, kita memahami bahwa kebijakan yang baik harus lulus uji rasionalitas: ada kajian teknis, studi kelayakan, analisis biaya-manfaat, serta konsultasi publik. Namun hingga polemik muncul, tidak ada dokumen resmi yang menjelaskan:

Apa dasar teknis renovasi?
Apa urgensi menggunakan ornamen bergaya candi?
serta Bagaimana dampak estetika baru ini terhadap nilai heritage Gedung Sate?

Proyek estetika tanpa dasar akademik ataupun teknis adalah sinyal adanya persoalan tata kelola. Pemerintahan yang rasional bekerja berdasarkan kajian—bukan selera.

Pilihan Editor :  KRI Lambung Mangkurat-374 Tegaskan Persahabatan Indonesia India di Lautan

2. Mengabaikan Prinsip Heritage dan Identitas Arsitektural

Gedung Sate dirancang oleh arsitek J. Gerber pada era 1920-an dengan gaya Indo-European yang memadukan modernitas Eropa dan estetika lokal. Integritas desain inilah yang membuatnya menjadi ikon arsitektur Jawa Barat.

Penambahan elemen candi tanpa kajian sejarah dan arsitektur justru berpotensi menimbulkan dissonant heritage—yakni memaksakan narasi baru yang tidak selaras dengan identitas historis bangunan.

Perubahan pada bangunan bersejarah semestinya melibatkan:

  • Akademisi arsitektur,
  • Komunitas heritage,
  • Sejarawan budaya dan
  • Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

Ketidakterlibatan aktor-aktor ini menjadikan renovasi tersebut tidak dapat dibenarkan secara akademik maupun etika pelestarian.

Jika pola seperti ini dibiarkan, bukan tidak mungkin bangunan heritage lainnya akan mengalami eksperimen estetika serupa. Padahal identitas historis bukan sesuatu yang bisa diganti sesuka hati.

3. Defisit Legitimasi Publik dan Minimnya Transparansi

Dalam tata kelola modern, transparansi dan partisipasi adalah dasar legitimasi kebijakan. Habermas menyebutnya legitimasi komunikatif, yaitu ketika kebijakan dipahami dan diterima melalui proses dialog publik.

Namun, proses renovasi Gedung Sate berlangsung dengan minim penjelasan, minim diskusi, minim dokumentasi, dan minim pelibatan masyarakat.

Wajar jika kemudian publik merespons dengan kritik luas. Kebijakan yang tidak membuka ruang partisipasi hampir selalu melahirkan kecurigaan—apalagi menyangkut ikon sejarah dan uang rakyat.

Pertanyaan publik pun muncul:
Apakah proyek ini benar-benar prioritas? Apakah tidak ada kebutuhan yang lebih mendesak seperti pendidikan, kesehatan, atau infrastruktur dasar?

4. Perubahan Arah Prioritas yang Tidak Sinkron

Meski anggaran 3,9 miliar tidak besar dalam skala APBD, persoalan utamanya adalah arah prioritas. Pemerintah daerah semestinya fokus pada peningkatan layanan publik, bukan proyek kosmetik.

Ketika pada masa awal pemerintahan baru justru muncul sinyal prioritas pada estetika visual, publik wajar merasa kecewa. Ini berpotensi melemahkan kepercayaan terhadap agenda besar pemerintah berikutnya.

Pilihan Editor :  Tantangan Profesi Jurnalis di Era Disinformasi Digital

Dari perspektif administrasi publik, ini adalah bentuk misalignment of public value—ketidaksesuaian antara apa yang dibutuhkan masyarakat dan apa yang dipilih pemerintah.

5. Risiko Jangka Panjang bagi Tata Kelola Daerah

Jika kebijakan ini menjadi preseden, maka risiko jangka panjangnya adalah:

  1. Anggaran publik mulai diarahkan ke estetika simbolik ketimbang pelayanan dasar.
  2. Proyek heritage ke depan dikerjakan tanpa kajian memadai.
  3. Identitas arsitektur kota dan provinsi kehilangan keotentikan.
  4. Kebijakan publik semakin ditentukan oleh selera visual pemimpin.
  5. Kepercayaan publik terhadap pemerintah tergerus sejak awal masa jabatan.

Dalam kajian administrasi publik, izus mengatakan sinyal seperti ini harus dibaca sebagai peringatan serius. Ungkapnya.

Lebih lanjut, izus menegaskan Untuk memperbaiki situasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat perlu segera mengambil langkah korektif:

  1. Mempublikasikan dokumen kajian teknis renovasi, termasuk dasar estetika dan pertimbangan struktur.
  2. Membentuk forum deliberatif heritage bersama akademisi, arsitek, sejarawan, komunitas budaya, dan masyarakat.
  3. Mengembalikan fokus APBD pada pelayanan dasar, bukan proyek simbolik.
  4. Memastikan setiap intervensi terhadap bangunan heritage mengikuti prinsip arsitektur dan sejarah yang benar.
  5. Melakukan audit kebijakan secara terbuka untuk menjaga akuntabilitas.
    Tata kelola yang sehat tidak anti-kritik. Sebaliknya, kritik adalah bahan bakar untuk perbaikan kebijakan.

Renovasi Gedung Sate adalah alarm penting. Pemerintah harus memastikan alarm ini tidak diabaikan. Karena heritage bukan milik penguasa; ia milik sejarah. Dan sejarah tidak boleh dikorbankan demi estetika sesaat. Pungkasnya.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Kapolri Takziah atas Meninggalnya Kapolres Boyolali AKBP Muhammad Yoga Buana Dipta Ilafi

    Kapolri Takziah atas Meninggalnya Kapolres Boyolali AKBP Muhammad Yoga Buana Dipta Ilafi

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Depok — Kepolisian Negara Indonesia berduka atas kepergian AKBP Muhammad Yoga Buana Dipta Ilafi, Kapolres Boyolali yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Tol Kandeman. Tragedi yang menewaskan Kapolres ini menimbulkan duka mendalam bagi institusi Polri, terutama bagi Polda Jawa Tengah. Senin (7/10/2024). Kecelakaan tersebut menimbulkan duka mendalam bagi kepolisian dan masyarakat yang telah mengenal almarhum […]

  • Polwan Polda Jabar Ikuti Vaksinasi HPV untuk Cegah Kanker Serviks

    Polwan Polda Jabar Ikuti Vaksinasi HPV untuk Cegah Kanker Serviks

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Bandung – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Polwan ke-77, Kepolisian Daerah Jawa Barat melaksanakan vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) sebagai langkah pencegahan kanker serviks. Pada hari kedua pelaksanaan, Kamis (11/09/2025), tercatat 153 Polwan mengikuti kegiatan ini. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyebut vaksinasi HPV merupakan bentuk kepedulian pimpinan […]

  • Patroli Batalyon B Pelopor & Polres Jaktim Kembali Gagalkan Balap Liar di Rawamangun, Satu Pemuda Diamankan

    Patroli Batalyon B Pelopor & Polres Jaktim Kembali Gagalkan Balap Liar di Rawamangun, Satu Pemuda Diamankan

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Patroli gabungan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Patroli Presisi Polres Metro Jakarta Timur menggagalkan dugaan aksi balap liar di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (20/5/2026) dini hari. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.39 WIB. Saat melaksanakan patroli, petugas mencurigai adanya sejumlah pemuda yang berkumpul di lokasi dan diduga hendak […]

  • Brimob dan Bhayangkari Tebar Takjil di Cikarang

    Brimob dan Bhayangkari Tebar Takjil di Cikarang

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kab. Bekasi – Suasana jelang berbuka puasa di Jalan Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat, berubah hangat ketika personel Satbrimob Polda Metro Jaya turun langsung membagikan takjil, 07/03/2026. Satbrimob Polda Metro Jaya menggelar kegiatan berbagi tersebut bersama Bhayangkari sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang masih berada di perjalanan. Para personel berdiri di tepi jalan sambil menyapa […]

  • TNI–Polri Gelar Patroli Gabungan, Puncak Jaya Dijaga Aman dan Kondusif Jelang Natal 2025

    TNI–Polri Gelar Patroli Gabungan, Puncak Jaya Dijaga Aman dan Kondusif Jelang Natal 2025

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Puncak Jaya – Menjelang perayaan Natal 2025, sinergi TNI – Polri bersama pemerintah daerah di Kabupaten Puncak Jaya terus diperkuat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman, tentram, dan damai. Babinsa Kodim 1714/Puncak Jaya bersama unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah melaksanakan patroli gabungan cipta kondisi, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini diawali dengan apel […]

  • Ketua PP KAMMI Apresiasi Kinerja Kakorlantas Irjen Agus Suryo Nugroho di HUT Bhayangkara 79

    Ketua PP KAMMI Apresiasi Kinerja Kakorlantas Irjen Agus Suryo Nugroho di HUT Bhayangkara 79

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara tahun 2025 yang berlangsung aman, meriah, dan tertib mendapat pujian dari berbagai kalangan. Salah satu apresiasi datang dari Ketua Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI), Adis, yang menyoroti peran penting jajaran Polri, khususnya Korps Lalu Lintas (Korlantas) di bawah kepemimpinan Irjen Pol Agus […]

expand_less