Rabu, 7 Okt 2026
Beranda » OPINI » Pelibatan TNI dalam Penanganan Terorisme: Menjaga Kedaulatan Negara

Pelibatan TNI dalam Penanganan Terorisme: Menjaga Kedaulatan Negara

  • account_circle Sapto Handoko
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • print Cetak

Oleh: Selamat Ginting

Rencana Peraturan Presiden tentang pelibatan TNI dalam penanganan terorisme menegaskan sikap negara dalam menghadapi perubahan karakter ancaman keamanan.

Terorisme kini tidak lagi tampil sebagai kejahatan biasa, sebaliknya, kelompok teror bergerak terorganisasi, lintas wilayah, bersenjata, dan mampu mengancam kedaulatan negara.

Karena itu, negara perlu melibatkan TNI sebagai bagian dari arsitektur pertahanan, bukan sebagai bentuk militerisasi keamanan dalam negeri.

Terorisme modern memanfaatkan celah geografis, sosial, dan teknologi, kelompok ini bergerak sebagai aktor non-negara, membangun sel tertutup, serta melakukan serangan berintensitas tinggi.

Dasar TNI Dalam Menangani Terorisme

Dalam kondisi tertentu, mereka bahkan menyerupai insurgensi bersenjata, terutama di wilayah terpencil, perbatasan, laut, dan objek vital strategis.

Ancaman seperti ini melampaui kemampuan penegakan hukum konvensional, Negara membutuhkan instrumen yang mampu menguasai wilayah, melakukan operasi terbatas, serta merespons cepat, Konstitusi menempatkan tugas tersebut pada TNI.
TNI tidak memulai dari nol.

Selama bertahun-tahun, TNI membangun satuan antiteror khusus diantaranya;

  • Satuan 81 Kopassus menyiapkan kemampuan kontra-teror darat.
  • Denjaka TNI AL menguasai terorisme maritim.
  • Bravo 90 TNI AU mengamankan ancaman di udara.

Ketiga satuan ini menunjukkan kesiapan doktrinal dan operasional TNI dalam menghadapi terorisme secara presisi dan terbatas.

Perpres ini tidak menggantikan peran Polri. Sebaliknya, negara memperkuat opsi ketika eskalasi ancaman meningkat. Polri tetap memimpin penegakan hukum.

Namun, ketika terorisme berubah menjadi ancaman bersenjata terhadap stabilitas nasional dan objek vital, negara membutuhkan lapis pertahanan tambahan.

Doktrin defence in depth menempatkan militer sebagai instrumen terakhir saat mekanisme sipil menghadapi keterbatasan.

Kedaulatan dan Kerangka Hukum

Negara berdaulat berhak menggunakan seluruh instrumen untuk mempertahankan eksistensi.

Terorisme yang menyerang warga, simbol negara, dan objek vital langsung menantang kedaulatan.

Pilihan Editor :  Kasus AEZ Tak Rugikan Perumda Tirta Bhagasasi, Praktisi Hukum: Tidak Bisa Diberhentikan

Tanpa dasar hukum, respons negara menjadi lamban dan tidak terpadu, Perpres hadir sebagai kerangka preventif agar negara bergerak cepat, terkoordinasi, dan sah secara hukum.

Meski demikian, negara tetap harus menjaga supremasi sipil. Pemerintah harus menugaskan TNI secara terbatas, terukur, berbasis eskalasi, dan berada di bawah keputusan Presiden.

Negara juga harus memastikan proses hukum sipil tetap berjalan, dengan desain seperti ini, pelibatan TNI tidak menghidupkan dwifungsi, melainkan menunjukkan adaptasi negara demokratis terhadap ancaman modern.

Pada akhirnya, Perpres ini menunjukkan kebutuhan negara untuk menjaga fleksibilitas strategis dalam mempertahankan keamanan dan kedaulatan.

Perdebatan publik seharusnya tidak terjebak pada dikotomi militer versus polisi, sebaliknya, publik perlu mendorong negara merancang kolaborasi yang efektif, akuntabel, dan tetap demokratis, disanalah negara menguji keseimbangan antara keamanan dan kebebasan.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Kodim 1710/Mimika Perkuat Literasi Kesehatan Prajurit, Dorong Deteksi Dini Kanker dan Tumor

    Kodim 1710/Mimika Perkuat Literasi Kesehatan Prajurit, Dorong Deteksi Dini Kanker dan Tumor

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Mimika, 8 Juni 2026 – Kodim 1710/Mimika membekali prajurit dan Persit dengan pengetahuan deteksi dini kanker dan tumor melalui sosialisasi kesehatan terarah. Kegiatan berlangsung di Pendopo Darmawangsa Kodim 1710/Mimika dengan menghadirkan Yayasan Binaan Kanker Nusantara sebagai narasumber utama. Kodim menginisiasi kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, serta kemampuan pencegahan penyakit serius di lingkungan prajurit dan […]

  • Ratusan Pengurus RW Diperiksa Inspektorat Hingga Larut Malam Tanpa Konsumsi

    Ratusan Pengurus RW Diperiksa Inspektorat Hingga Larut Malam Tanpa Konsumsi

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Sejumlah pengurus RW berharap Inspektorat Kota Bekasi segera melakukan evaluasi internal atas pelaksanaan kegiatan ini.

  • Prajurit Lanal Bintan Kompak Peringati Hari Lahir Pancasila

    Prajurit Lanal Bintan Kompak Peringati Hari Lahir Pancasila

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bintan — Lapangan Tanjung Uban pagi itu dipenuhi barisan tegap penuh semangat. Bukan sekadar upacara, tapi momen meneguhkan kembali jati diri bangsa. Senin (2/6), ratusan prajurit dari berbagai satuan TNI AL berkumpul dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2025, dipimpin langsung oleh Komandan Lanal Bintan, Kolonel Laut (P) Dr. Eko Agus Susanto, S.E., M.M. Dari […]

  • Job Fair Bekasi Diserbu Ribuan Pencari Kerja, Frits Saikat: Ini Tamparan bagi Disnaker

    Job Fair Bekasi Diserbu Ribuan Pencari Kerja, Frits Saikat: Ini Tamparan bagi Disnaker

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Bekasi – Ribuan pencari kerja memadati ajang Job Fair yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi pada 21–22 Mei 2025 di Blu Plaza, Bekasi Timur. Meskipun acara ini diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi pengangguran, respons berbeda justru datang dari aktivis sosial dan pemerhati kebijakan publik, Frits Saikat. Ia menyebut lonjakan jumlah pengunjung sebagai […]

  • Kapolda Jabar Tanam Jagung Serentak di Sumedang, Dukung Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Petani

    Kapolda Jabar Tanam Jagung Serentak di Sumedang, Dukung Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Petani

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Sumedang – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan memimpin kegiatan penanaman jagung serentak kuartal tiga yang digelar di Petak 72, Blok Bandrek, Desa Keboncau, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Rabu (09/07/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang diinisiasi oleh Polri dan dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia. Turut hadir dalam kegiatan […]

  • Takut Dimarahi Istri, Pria di Bogor Nekat Rekayasa Aksi Begal

    Takut Dimarahi Istri, Pria di Bogor Nekat Rekayasa Aksi Begal

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Bogor – Aksi seorang pria di Kabupaten Bogor bikin geleng kepala, Ia mengaku menjadi korban begal hanya karena takut dimarahi istrinya, Polisi pun berhasil mengungkap kebohongan tersebut dalam waktu singkat. Kisah ini bermula dari sebuah video yang viral di media sosial. Dalam rekaman itu, pria berinisial TN mengaku motornya dirampas oleh empat orang pelaku begal […]

expand_less