Warga Patungan, BMSDA Bantu Alat Berat: Kali Bojong Rawalumbu Mulai Dibersihkan
- account_circle Firman Ugm
- calendar_month 48 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BEKASI – Menghadapi musim hujan, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi, bersama para ketua RW menginisiasi pembersihan Kali Bojong Rawalumbu dari tumpukan eceng gondok dan sedimentasi.
Kegiatan tersebut dilakukan melalui Program Kali Bersih (Prokasi) dengan mengandalkan swadaya masyarakat dan dukungan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi.
Pembersihan kali yang berlangsung pada Minggu (8/11/2026) itu berawal dari inisiatif sejumlah pengurus RW yang menilai kondisi aliran kali perlu segera ditangani sebelum intensitas hujan meningkat.
Para pengurus RW sepakat bergotong royong membersihkan aliran kali dengan menggunakan anggaran swadaya dari masing-masing wilayah yang terlibat.
Lurah Bojong Rawalumbu, Warjan, S.A.P., mengatakan kondisi kali yang dipenuhi eceng gondok dan sedimentasi menjadi alasan utama masyarakat mengambil langkah pembersihan secara bersama-sama.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus upaya mengantisipasi potensi gangguan aliran air saat musim hujan.
“Ini benar-benar inisiatif dari RW. Mereka melihat kondisi kali yang sudah banyak eceng gondok dan sedimentasi. Apalagi musim hujan sebentar lagi, sehingga kita berinisiatif bersama-sama untuk melakukan pembersihan,” ujar Warjan.
Ia menjelaskan, pembiayaan kegiatan sebagian besar berasal dari swadaya RW.
Di kawasan Jembatan Tujuh, misalnya, RW 27 dan RW 9 turut mengalokasikan anggaran untuk mendukung proses pembersihan.
Meski mengandalkan partisipasi masyarakat, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan operasional dari Dinas BMSDA Kota Bekasi, termasuk penyediaan alat berat dan kebutuhan bahan bakar solar.
“Pembiayaannya dari RW. Alhamdulillah, kita juga dibantu Dinas BMSDA, termasuk alat berat dan kebutuhan seperti solar. Jadi, ini kolaborasi antara masyarakat dengan pemerintah,” katanya.
Warjan mengakui, pelaksanaan pembersihan belum sepenuhnya berjalan tanpa kendala.
Keterbatasan armada pengangkut menjadi salah satu hambatan dalam memindahkan material hasil pembersihan.
Selain itu, penentuan lokasi pembuangan material hasil pengerukan juga membutuhkan koordinasi tersendiri.
Untuk sementara, material tersebut dibuang ke lahan kosong milik warga di kawasan Bojongmenteng setelah pihak kelurahan memperoleh izin dari pemilik lahan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan persoalan lingkungan tidak hanya membutuhkan tenaga dan peralatan, tetapi juga kesiapan pengelolaan material hasil pengerukan agar tidak menimbulkan persoalan baru.
Warjan mengapresiasi keterlibatan para ketua RW yang mengambil inisiatif tanpa harus menunggu seluruh kegiatan penanganan lingkungan berasal dari pemerintah daerah.
Menurutnya, para pengurus RW turut berperan dalam menggerakkan masyarakat, menyiapkan pembiayaan, mencari lokasi pembuangan, hingga menjalin koordinasi dengan dinas terkait.
Berita lainnya: Sebulan Mengejar Data Bansos, Perlinsos Digital Bojong Rawalumbu Baru 16 Persen
“Saya sangat mengapresiasi para RW. Mereka punya inisiatif sendiri, tidak hanya menunggu dari dinas. Mereka yang mengajak untuk mulai bekerja, mencari tempat pembuangan, kemudian berkoordinasi dengan BMSDA,” ungkapnya.
Prokasi Diminta Berlanjut, Bukan Sekadar Bersih-Bersih Sesaat
Warjan menegaskan, pembersihan Kali Bojong Rawalumbu tidak boleh berhenti sebagai kegiatan sesaat menjelang musim hujan.
Pihak kelurahan berencana kembali mengumpulkan para pengurus RW yang tergabung dalam Prokasi untuk membahas pemeliharaan aliran kali setelah proses pembersihan selesai.
Langkah tersebut dinilai penting agar eceng gondok dan sedimentasi tidak kembali menumpuk akibat tidak adanya pemeliharaan secara berkelanjutan.
“Kita pasti akan kumpul lagi dengan Prokasi. Nanti kita ingatkan para RW bagaimana cara menangani dan merawatnya supaya tidak terjadi lagi. Jangan sampai sudah dibersihkan, kemudian ditinggalkan begitu saja dan akhirnya kembali seperti semula,” tuturnya.
Ia berharap koordinasi antara pengurus RW, kelurahan, dan pemerintah daerah terus berjalan untuk menjaga kebersihan serta kelancaran aliran Kali Bojong Rawalumbu.
Warjan juga berharap keterlibatan masyarakat melalui Prokasi dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun kepedulian terhadap persoalan lingkungan.
“Program Kali Bersih (Prokasi) ini dibentuk oleh para RW bersama Kelurahan Bojong Rawalumbu. Jadi, perlu digarisbawahi bahwa kerja sama antara lingkungan dan pemerintah, khususnya Kelurahan Bojong Rawalumbu, mudah-mudahan bisa menjadi contoh buat yang lain,” pungkasnya.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Firman Ugm
Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

