TNI Kirim 9,5 Ton Bahan Semai untuk OMC Karhutla di Dua Wilayah
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 7 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – TNI mengirimkan total 9,5 ton bahan semai untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Pengiriman logistik dari Posko Halim itu mencakup 3,5 ton dry ice dan 6 ton garam semai atau natrium klorida (NaCl).
TNI mengerahkan dua pesawat Hercules, yakni A-1339 dan A-1344, untuk mendistribusikan bahan semai menuju Banjarmasin dan Palembang.
Langkah tersebut mendukung pelaksanaan OMC yang bertujuan memicu pembentukan awan hujan sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla dan pengurangan dampak kabut asap.
Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan TNI, pesawat Hercules A-1339 membawa 1,2 ton dry ice menuju Banjarmasin.
Pesawat yang sama juga mengangkut 1,1 ton dry ice dan 6 ton garam semai ke Palembang.
Sementara itu, Hercules A-1344 mengirimkan tambahan 1,2 ton dry ice ke Banjarmasin.
Dengan pembagian tersebut, Banjarmasin menerima total 2,4 ton dry ice, sedangkan Palembang menerima 1,1 ton dry ice dan 6 ton garam semai.
Distribusi Logistik Dukung Operasi Modifikasi Cuaca
Pengiriman bahan semai menjadi bagian dari dukungan logistik TNI terhadap pelaksanaan OMC di wilayah yang menghadapi ancaman karhutla.
Melalui operasi ini, petugas berupaya mendorong terbentuknya awan hujan untuk membantu penanganan kebakaran dan mengurangi dampak asap di wilayah terdampak.
Dalam pelaksanaannya, OMC memerlukan dukungan pesawat, bahan semai, serta koordinasi antara unsur pelaksana dan instansi terkait.
Karena itu, distribusi bahan semai menjadi salah satu unsur pendukung agar kegiatan modifikasi cuaca dapat berjalan sesuai kebutuhan operasi.
TNI mengerahkan pesawat Hercules untuk mengangkut bahan menuju dua tujuan tersebut.
Namun, keterangan yang tersedia belum merinci jadwal penerbangan lanjutan, lokasi penaburan bahan semai, maupun durasi pelaksanaan OMC di masing-masing wilayah.
Informasi tersebut penting untuk mengetahui tahapan operasi setelah logistik tiba di lokasi tujuan.
TNI Dukung Penanganan Karhutla dan Kabut Asap
Dukungan pesawat angkut militer menunjukkan keterlibatan unsur udara TNI dalam membantu operasi penanganan karhutla bersama instansi terkait.
Selain mengirimkan bahan semai, koordinasi operasional diperlukan agar distribusi logistik selaras dengan kebutuhan pelaksanaan OMC di lapangan.
Meski demikian, pengiriman bahan semai tidak dengan sendirinya menjamin turunnya hujan atau menghentikan kebakaran.
Keberhasilan modifikasi cuaca bergantung pada kondisi atmosfer, ketersediaan awan yang sesuai, serta faktor meteorologis lainnya.
Karena itu, pelaksanaan OMC perlu berjalan berdasarkan pemantauan cuaca dan evaluasi teknis dari pihak yang berwenang.
Dalam konteks penanganan karhutla, upaya modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah pendukung bersama penanganan langsung titik api dan upaya pencegahan kebakaran.
TNI menyatakan dukungan alutsista udara tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama instansi terkait untuk membantu mengurangi dampak karhutla dan kabut asap.
Pengiriman 9,5 ton bahan semai pada Sabtu, 24 Oktober 2026, diarahkan untuk menunjang operasi di Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan.
Selanjutnya, efektivitas dukungan tersebut perlu dilihat dari pelaksanaan OMC, perkembangan kondisi cuaca, dan hasil penanganan karhutla di wilayah sasaran.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

