Progres Jembatan TMMD Ke-130 di Kampung Yamboi Capai 85 Persen
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manokwari Selatan – Pembangunan jembatan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 di Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, mencapai progres 85 persen, Jumat (6/11/2026).
Capaian tersebut diketahui saat Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD Ke-130 meninjau langsung pekerjaan pembangunan yang dilaksanakan Satgas TMMD Kodim 1808/Manokwari Selatan.
Dalam kunjungan tersebut, Tim Wasev melihat perkembangan konstruksi sekaligus memantau kualitas pekerjaan agar pembangunan berjalan sesuai rencana.
Peninjauan berlangsung dengan pendampingan Dansatgas TMMD Ke-130 bersama jajaran Kodim 1808/Manokwari Selatan.
Kunjungan itu menjadi bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan sasaran fisik TMMD, khususnya pembangunan infrastruktur yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Jembatan di Kampung Yamboi menjadi salah satu sasaran utama program TMMD Ke-130 karena keberadaannya diharapkan mampu membuka akses transportasi masyarakat.
Selain itu, infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran mobilitas warga serta aktivitas ekonomi di wilayah Distrik Ransiki.
Dengan progres mencapai 85 persen, Satgas TMMD bersama masyarakat terus mengintensifkan pekerjaan melalui semangat gotong royong.
Upaya tersebut bertujuan mempercepat penyelesaian pembangunan sehingga masyarakat dapat segera memanfaatkan jembatan untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.
Tim Wasev Pastikan Kualitas dan Perkembangan Pembangunan
Peninjauan Tim Wasev menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program TMMD Ke-130 berjalan sesuai sasaran yang telah direncanakan.
Melalui pemeriksaan langsung di lapangan, tim dapat melihat perkembangan pekerjaan sekaligus memberikan perhatian terhadap kualitas hasil pembangunan.
Dalam program pembangunan infrastruktur, capaian progres tidak hanya menggambarkan volume pekerjaan yang telah terlaksana.
Namun, kualitas konstruksi juga menjadi aspek penting agar fasilitas yang dibangun mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Karena itu, pengawasan dan evaluasi memiliki peran strategis dalam mendorong Satgas TMMD menjaga standar pekerjaan hingga tahap penyelesaian.
Kehadiran Tim Wasev juga memberikan dorongan kepada personel Satgas agar mempertahankan semangat dan tanggung jawab selama menjalankan pembangunan.
Selain melaksanakan pekerjaan konstruksi, Satgas TMMD turut mengajak masyarakat terlibat melalui kegiatan gotong royong.
Keterlibatan warga tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan desa membutuhkan kerja sama berbagai unsur, bukan hanya mengandalkan kemampuan personel TNI.
Dengan demikian, TMMD menjadi ruang kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Jembatan Diharapkan Perlancar Transportasi dan Ekonomi Warga
Pembangunan jembatan di Kampung Yamboi memiliki arti penting bagi kebutuhan akses masyarakat di Distrik Ransiki.
Keberadaan infrastruktur penghubung tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga ketika menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Selain mendukung transportasi, jembatan juga berpotensi menunjang pergerakan masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi.
Akses yang lebih baik dapat membantu kelancaran aktivitas warga, termasuk mobilitas yang berkaitan dengan kebutuhan sosial dan perekonomian.
Oleh sebab itu, pembangunan jembatan menjadi salah satu sasaran fisik yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan TMMD Ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan.
Progres pembangunan sebesar 85 persen menunjukkan bahwa pekerjaan telah memasuki tahap lanjutan menuju penyelesaian.
Meski demikian, penyelesaian konstruksi tetap membutuhkan ketelitian agar hasil akhirnya memenuhi aspek kualitas dan manfaat bagi masyarakat.
Satgas TMMD bersama warga terus bergotong royong mempercepat pekerjaan dengan tetap memperhatikan hasil pembangunan.
Semangat kebersamaan tersebut menjadi bagian dari pendekatan TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Manokwari Selatan.
Di sisi lain, keterlibatan masyarakat juga memperkuat hubungan antara personel TNI dan warga selama pelaksanaan program berlangsung.
Melalui kerja bersama, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam proses pembangunan di lingkungannya.
Pengawasan TMMD Dorong Pembangunan yang Berkelanjutan
Kunjungan Tim Wasev memberikan motivasi tambahan bagi Satgas TMMD Kodim 1808/Manokwari Selatan untuk menuntaskan pembangunan jembatan sesuai rencana.
Pengawasan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan agar infrastruktur yang dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Selain itu, evaluasi lapangan menjadi bagian dari upaya memastikan sasaran fisik TMMD memberikan manfaat sesuai kebutuhan wilayah.
Melalui pembangunan jembatan di Kampung Yamboi, program TMMD Ke-130 diharapkan mampu mendukung peningkatan konektivitas masyarakat.
Konektivitas wilayah menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang aktivitas sosial dan ekonomi, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses transportasi memadai.
Karena itu, penyelesaian pembangunan jembatan menjadi perhatian Satgas TMMD bersama masyarakat setempat.
Dengan capaian 85 persen, Satgas terus mendorong penyelesaian pekerjaan melalui koordinasi dan semangat gotong royong.
Pada akhirnya, pembangunan jembatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hasil program TMMD, tetapi juga menjadi infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat Kampung Yamboi.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

