Satgas TNI MONUSCO Dekat dengan Warga Kongo Lewat Pendidikan dan Pengamanan
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Republik Demokratik Kongo – Satgas Indo RDB XXXIX-H MONUSCO memperkuat kedekatan dengan masyarakat lokal melalui edukasi kesehatan bagi anak sekolah dan pengamanan aktivitas pertanian di Desa Lagabo dan Desa Bogoro, Republik Demokratik Kongo.
Kegiatan tersebut melibatkan 21 personel dari Post Operation Base (POB) Bogoro yang dipimpin Mayor Inf Syaeful Chandra Harahap.
Melalui agenda Joint Day Vehicle Patrol, Civil and Military Coordination (CIMIC) Activities at Primary School, serta Harvest Security, personel TNI menjalankan tugas pengamanan sekaligus membangun hubungan positif dengan masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan berlangsung di dua desa dengan sasaran berbeda, yakni pendidikan dan kesehatan anak di Desa Lagabo serta pengamanan aktivitas pertanian di Desa Bogoro.
Di Desa Lagabo, yang berjarak sekitar 4,5 kilometer ke arah selatan POB Bogoro, personel Satgas mengawali kegiatan dengan memantau situasi keamanan wilayah.
Hasil pemantauan menunjukkan kondisi wilayah dalam keadaan aman dan kondusif.
Selanjutnya, para Peacekeepers Indonesia berkolaborasi dengan salah seorang guru Primary School, Mr. Anyatsi, untuk memberikan edukasi kesehatan kepada para siswa.
Materi edukasi mencakup penyuluhan kesadaran terhadap penyakit Ebola atau Ebola Awareness.
Selain penyampaian materi, personel Satgas juga memperagakan tata cara mencuci tangan yang benar agar para siswa memahami pentingnya menjaga kebersihan diri.
Kegiatan tersebut sekaligus memberikan pemahaman mengenai kebiasaan hidup bersih sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sejak usia dini.
Tidak berhenti pada penyampaian edukasi, personel TNI juga menyalurkan bantuan berupa sabun cuci tangan dan ember kepada pihak sekolah.
Bantuan tersebut diharapkan mendukung penerapan kebiasaan mencuci tangan di lingkungan sekolah.
Edukasi Ebola dan Kebersihan untuk Anak Sekolah
Kegiatan CIMIC di Desa Lagabo memperlihatkan pendekatan Satgas Indo RDB XXXIX-H MONUSCO dalam membangun hubungan dengan masyarakat melalui sektor pendidikan dan kesehatan.
Melalui interaksi langsung bersama guru dan siswa, personel TNI menyampaikan edukasi kesehatan dengan pendekatan sederhana dan demonstratif.
Penyuluhan Ebola Awareness menjadi salah satu materi penting karena memberikan pengenalan kepada anak-anak mengenai penyakit Ebola.
Selain itu, demonstrasi mencuci tangan membantu siswa memahami langkah menjaga kebersihan yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Keterlibatan guru dalam kegiatan tersebut juga memperkuat penyampaian materi karena edukasi berlangsung melalui kerja sama antara personel Satgas dan tenaga pendidik setempat.
Sementara itu, penyaluran sabun dan ember memberikan dukungan perlengkapan kebersihan bagi lingkungan sekolah.
Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan penyuluhan, tetapi juga memberikan bantuan sederhana yang berkaitan langsung dengan kebutuhan penerapan kebersihan.
Pendekatan seperti ini menjadi bagian dari kegiatan Civil and Military Coordination yang menghubungkan tugas personel penjaga perdamaian dengan kebutuhan masyarakat lokal.
Melalui komunikasi dan kegiatan sosial, personel Satgas dapat membangun interaksi positif sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran pasukan perdamaian Indonesia.
Pengamanan Aktivitas Pertanian di Desa Bogoro
Setelah melaksanakan kegiatan pendidikan dan kesehatan di Desa Lagabo, tim patroli melanjutkan agenda Harvest Security di Desa Bogoro.
Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas memberikan pengamanan terhadap aktivitas pertanian milik salah seorang warga lokal.
Fokus pengamanan mencakup kegiatan pembersihan dan perawatan lahan tanaman kentang yang telah berusia sekitar tiga minggu.
Kehadiran personel TNI memberikan dukungan keamanan bagi warga yang menjalankan aktivitas pertanian di kebunnya.
Selain menjalankan tugas pengamanan, kegiatan tersebut juga memperlihatkan perhatian Satgas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Pertanian menjadi bagian dari kehidupan masyarakat lokal, sehingga rasa aman ketika mengelola lahan memiliki arti penting bagi keberlangsungan kegiatan mereka.
Melalui Harvest Security, personel Satgas berupaya mendukung masyarakat agar dapat menjalankan pekerjaan di lahan pertanian dengan lebih tenang.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa tugas penjaga perdamaian tidak hanya berkaitan dengan pemantauan keamanan wilayah.
Lebih jauh, interaksi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan sosial dan pengamanan aktivitas sehari-hari menjadi bagian dari pendekatan untuk membangun hubungan yang harmonis.
Respons positif masyarakat terhadap kehadiran personel Satgas turut mewarnai pelaksanaan kegiatan tersebut.
Para guru dan warga lokal menunjukkan antusiasme melalui sambutan hangat serta senyuman selama berinteraksi dengan personel TNI.
Perkuat Peran Peacekeepers Indonesia di Tengah Masyarakat
Seluruh rangkaian kegiatan Satgas Indo RDB XXXIX-H MONUSCO berlangsung aman dan lancar.
Melalui dua agenda berbeda tersebut, personel TNI menggabungkan pendekatan kesehatan, pendidikan, dan pengamanan dalam satu rangkaian kegiatan bersama masyarakat.
Di Desa Lagabo, perhatian tertuju pada edukasi kesehatan anak sekolah dan dukungan perlengkapan kebersihan.
Sementara itu, di Desa Bogoro, personel Satgas mendukung keamanan warga ketika merawat lahan pertanian.
Kedua kegiatan tersebut mencerminkan upaya membangun kedekatan melalui kebutuhan nyata masyarakat di lingkungan tempat mereka bertugas.
Selain itu, keterlibatan 21 personel dalam kegiatan tersebut menunjukkan pelaksanaan tugas secara terkoordinasi dari POB Bogoro.
Kegiatan CIMIC dan Harvest Security juga menjadi sarana bagi Peacekeepers Indonesia untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat lokal.
Melalui pendekatan humanis, personel Satgas berupaya menghadirkan rasa aman sekaligus membangun hubungan yang dilandasi kepedulian dan saling menghormati.
Komitmen tersebut sejalan dengan peran Satgas Indo RDB XXXIX-H MONUSCO dalam mendukung kesehatan, pendidikan anak-anak, serta keamanan masyarakat di wilayah penugasan.
Dengan demikian, kehadiran personel TNI tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga memberikan kontribusi melalui kegiatan sosial yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Melalui edukasi kesehatan dan pengamanan aktivitas pertanian, Satgas Indo RDB XXXIX-H MONUSCO terus memperkuat kedekatan dengan warga lokal di Republik Demokratik Kongo.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

