Minggu, 8 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Hukum » Diduga Tewas di SPBU, Korban Kecelakaan Kerja Berhak Tuntut Hak Sesuai Hukum

Diduga Tewas di SPBU, Korban Kecelakaan Kerja Berhak Tuntut Hak Sesuai Hukum

  • account_circle Nadya
  • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bekasi – Aldi, seorang pekerja di SPBU 34-17120 yang menjabat sebagai wakil pengawas (foreman), diduga tewas dalam kondisi tergeletak di dalam ruang saluran pompa (bunker) SPBU tempatnya bekerja.

Peristiwa ini menimbulkan sejumlah pertanyaan hukum, baik dari aspek pidana maupun ketenagakerjaan, terutama menyangkut hak-hak almarhum dan tanggung jawab pihak perusahaan.

Aldi ditemukan dalam keadaan tergeletak tak bernyawa di dalam bunker di lingkungan SPBU pada senin pagi, 19 Mei 2025. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya dengan judul “Pekerja SPBU Diduga Tewas di Bunker, Karena Jatuh, Konsumsi Obat, Serangan Jantung?”

Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Ananda Tambun Selatan. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya “Diduga Tewas di SPBU Pengasinan, RS Ananda Tambun Selatan: Memang Bau Bensin”

Namun, dokter menyatakan bahwa Aldi telah meninggal dunia sekitar 30 menit sebelum tiba di fasilitas medis dengan bau bensin yang menyengat.

Menurut keterangan Arifin, selaku pengawas di SPBU tersebut, Aldi bekerja di SPBU tersebut tanpa kontrak tertulis dengan upah Rp1,7 juta per bulan yang dibayarkan secara tunai (uang cash/Red).

Aldi juga tidak tercatat sebagai peserta program jaminan sosial ketenagakerjaan (BPJS TK), sehingga tidak memiliki perlindungan kerja sebagaimana mestinya.

Dalam pandangan hukum pidana, kematian Aldi tidak serta – merta dianggap selesai hanya karena keluarga menyatakan keikhlasan dan tidak menuntut pihak SPBU.

Hukum di Indonesia menganut delik umum, artinya peristiwa pidana tetap dapat diusut oleh aparat penegak hukum meskipun tidak ada laporan dari keluarga atau korban.

Hal ini ditegaskan dalam Kitab Undang – Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan prinsip hukum pidana Indonesia yang memberi wewenang kepada negara untuk menindak dugaan tindak pidana.

Baca juga :  Surat Terbuka Connie Soal Kenaikan Pangkat Prabowo

“Peristiwa ini masuk dalam kewenangan penyidik untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan, khususnya jika ditemukan kejanggalan terkait kematian korban,” ujar Muhammad Fadhil, S.H., Ketua Lembaga Bantuan Hukum Federasi Serikat Buruh Kimia Industri Umum Farmasi dan Kesehatan.

Menurutnya, pihak kepolisian bisa melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan autopsi jenazah untuk memastikan penyebab kematian Aldi, apakah karena kecelakaan kerja, kelalaian, atau kemungkinan unsur kesengajaan.

Apalagi SPBU merupakan objek vital nasional yang seharusnya memiliki prosedur operasional standar (SOP) dan sistem keselamatan kerja (K3) yang ketat.

Tidak dipenuhinya standar tersebut dapat menjadi faktor penting dalam menentukan ada atau tidaknya tindak pidana kelalaian oleh pihak pengelola SPBU.

Hak Pekerja Menurut Hukum Ketenagakerjaan

Secara hukum ketenagakerjaan, kematian Aldi termasuk dalam kategori kecelakaan kerja, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan jo UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Pasal 1 angka 15 UU tersebut menyatakan bahwa hubungan kerja dapat dibuktikan dengan adanya pekerjaan, perintah kerja, dan upah, meskipun tanpa perjanjian tertulis.

Dengan demikian, Aldi secara hukum dianggap sebagai pekerja sah, dan hak-haknya tetap berlaku.

Ahli warisnya berhak atas:

  • Santunan kematian akibat kecelakaan kerja,
  • Santunan berkala,
  • Biaya pemakaman, dan
  • Beasiswa pendidikan bagi anak (jika ada tanggungan).

Dalam konteks ini, pihak pengusaha (SPBU) memiliki kewajiban hukum untuk mendaftarkan setiap pekerja ke dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Jika pengusaha lalai atau sengaja tidak melaksanakan kewajiban tersebut, maka mereka wajib menggantikan seluruh hak dan santunan yang seharusnya ditanggung oleh BPJS TK.

“Perusahaan tidak bisa bersembunyi di balik tidak adanya kontrak kerja. Hukum melihat substansi hubungan kerja, bukan formalitasnya. Bila Aldi dipekerjakan dan menerima upah, maka ia adalah pekerja yang memiliki hak perlindungan penuh menurut hukum,” tegas Ketua LBH FSB KIKES.

Baca juga :  Peran LBH Menyelesaikan Berbagai Permasalahan Hukum di Masyarakat

Kasus seperti ini bukan hanya menyangkut keadilan bagi satu keluarga, tetapi juga mencerminkan lemahnya perlindungan terhadap pekerja informal di sektor-sektor penting.

Banyak perusahaan kecil hingga menengah yang masih enggan memberikan perlindungan kerja yang layak dan sah secara hukum, terutama dalam sektor energi seperti SPBU yang memiliki risiko kerja tinggi.

“Ini bukan soal belas kasihan. Ini soal hukum dan hak. Negara wajib hadir untuk menegakkan perlindungan bagi pekerja,” tambahnya.

Saran hukum pidana dan hukum ketenagakerjaan adalah sebagai berikut:

  1. Penyelidikan menyeluruh oleh aparat penegak hukum untuk memastikan penyebab kematian dan mengungkap kemungkinan adanya pelanggaran SOP atau K3 oleh pengelola SPBU.

  2. Tindakan hukum dari ahli waris untuk menuntut pemenuhan hak-hak almarhum sesuai dengan UU Ketenagakerjaan dan UU Sistem Jaminan Sosial Nasional.

  3. Audit menyeluruh terhadap operasional SPBU oleh dinas tenaga kerja dan instansi terkait untuk memastikan perlindungan terhadap pekerja lainnya.

Kematian Aldi seharusnya tidak dianggap sebagai peristiwa biasa.

Di balik tragedi ini, terdapat fakta menyedihkan tentang lemahnya perlindungan terhadap pekerja rentan.

Negara, dalam hal ini aparat kepolisian dan dinas ketenagakerjaan, harus bertindak tegas untuk memastikan keadilan ditegakkan agar kejadian serupa tidak terulang.

Oleh : Muhammad Fadhil, S.H.,
Ketua Lembaga Bantuan Hukum Federasi Serikat Buruh Kimia Industri Umum Farmasi dan Kesehatan.
(LBH FSB KIKES)

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Nadya adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Koramil Kuala Kencana Salurkan Air Bersih untuk Warga Kampung Iwaka

    Koramil Kuala Kencana Salurkan Air Bersih untuk Warga Kampung Iwaka

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    MIMIKA – Keterbatasan pasokan air bersih selama musim kemarau mendorong Koramil 1710-03/Kuala Kencana menyalurkan bantuan air kepada warga Kampung Iwaka, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (29/9/2026). Bantuan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak berkurangnya ketersediaan air bersih. Personel Koramil 1710-03/Kuala Kencana mendistribusikan air secara langsung kepada warga di Kampung Iwaka. […]

  • Peringati Hari Kartini, Kapolsek Pademangan Ajak Siswa SMP YAKPI 1 Lanjutkan Semangat Emansipasi

    Peringati Hari Kartini, Kapolsek Pademangan Ajak Siswa SMP YAKPI 1 Lanjutkan Semangat Emansipasi

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Dalam momen peringatan Hari Kartini yang sarat makna, Kapolsek Pademangan Kompol Immanuel Sinaga, S.H., S.I.K., M.H., tampil sebagai Inspektur Upacara di SMP YAKPI 1 DKI Jaya, Senin pagi (21/4/2025). Upacara berlangsung di halaman sekolah yang terletak di Jalan Hidup Baru, Pademangan Barat, Jakarta Utara, dan diikuti antusias oleh seluruh siswa, guru, serta staf […]

  • Babinsa Batuceper Perkuat Komsos Bersama Warga Jurumudi

    Babinsa Batuceper Perkuat Komsos Bersama Warga Jurumudi

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kota Tangerang, 30 Juli 2026 – Babinsa Koramil 02/Batuceper Kodim 0506/Tangerang, Sertu Heri, memperkuat komunikasi sosial bersama warga RT 03 RW 02, Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Kamis, 30 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan teritorial untuk mempererat hubungan TNI dengan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah binaan. Babinsa memanfaatkan komunikasi […]

  • Jelang AFC Futsal Asian Cup 2026, Brimob Metro Jaya Pastikan Indonesia Arena Steril dan Aman

    Jelang AFC Futsal Asian Cup 2026, Brimob Metro Jaya Pastikan Indonesia Arena Steril dan Aman

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Satbrimob Polda Metro Jaya menggelar sterilisasi Indonesia Arena Senayan sebagai langkah awal pengamanan AFC Futsal Asian Cup 2026. Kegiatan berlangsung pada Senin, 2 Februari 2026, guna memastikan venue pertandingan internasional berada dalam kondisi aman dan siap digunakan. Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto memimpin langsung sterilisasi dengan mengerahkan personel pengamanan […]

  • PB FERKUSHI Tekankan Pembinaan Atlet sebagai Fondasi Prestasi Nasional

    PB FERKUSHI Tekankan Pembinaan Atlet sebagai Fondasi Prestasi Nasional

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB FERKUSHI), Mayjen TNI (Purn) Teuku Abdul Hafil Fuddin, mendorong penguatan pembinaan atlet secara berkelanjutan, pemerataan kesempatan bagi cabang olahraga, dan peningkatan kualitas kompetisi internasional untuk mendukung prestasi olahraga nasional. Dalam pandangannya, keberhasilan olahraga Indonesia tidak cukup diukur melalui jumlah medali dalam kejuaraan. Sebaliknya, kualitas pembinaan, […]

  • Digitalisasi Bansos Bekasi Digenjot, Baru 5,74 Persen Keluarga Terdaftar

    Digitalisasi Bansos Bekasi Digenjot, Baru 5,74 Persen Keluarga Terdaftar

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    KOTA BEKASI – Pendataan melalui program Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos Digital) di Kota Bekasi baru menjangkau 47.873 kepala keluarga (KK) dari total 833.714 KK yang tercatat dalam dashboard pemerintah. Capaian tersebut setara dengan sekitar 5,74 persen, sehingga perluasan sosialisasi dan pendampingan masyarakat menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Bekasi. Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Robert TP […]

expand_less