Enam Nyawa Melayang di Cut Mutia, Truk Molen Diduga Tak Mampu Berhenti
- account_circle Firman Ugm
- calendar_month 14 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BEKASI – Kecelakaan maut melibatkan truk molen terjadi di Jalan Cut Mutia, tepatnya di depan Universitas Bina Sarana Informatika (BSI), Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Sebanyak 12 orang dilaporkan menjadi korban, enam di antaranya meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.
Truk molen bernomor polisi B-9548-MV yang diduga mengalami gangguan sistem pengereman tersebut kehilangan kendali hingga menabrak sejumlah orang yang berada di sekitar halte bus.
Berdasarkan laporan awal kepolisian, kendaraan berat itu dikemudikan Tumijan, warga Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi. Truk melaju dari arah Unisma menuju Rawapanjang.
Saat tiba di lokasi kejadian, truk diduga mengalami rem blong. Kendaraan kemudian oleng ke kiri dan menghantam kerumunan warga yang berada di depan tembok bangunan di sisi kiri jalan.
Benturan keras mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka serius hingga meninggal dunia.
Anggota Lalu Lintas Polsek Rawalumbu, Aiptu Tatang, tercatat sebagai salah satu saksi dalam laporan kepolisian sekaligus memberikan keterangan terkait data sementara korban.
“Berdasarkan data sementara dalam laporan kepolisian, sebanyak 12 orang menjadi korban, dengan rincian enam orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka. Korban meninggal dunia tercatat bernama Adisa, Siti Habiah, Adisha Raiqa Syafia, Siti Nur Latifah, Muhamad Ferdiansa, dan Soemiyati,” ucap Tatang, Minggu (1/11/2026).
Sementara itu, enam korban luka-luka masing-masing bernama Sodik, Dian, Muhammad Maulana, Nur Jamilah, Raihan, dan Fatuh.
Para korban luka telah mendapatkan penanganan medis di tiga fasilitas kesehatan, yakni RS Siloam Sepanjang Jaya, RS Juwita, dan RSUD Kota Bekasi.
Polisi Selidiki Dugaan Rem Blong
Satlantas Polres Metro Bekasi Kota yang menerima laporan kecelakaan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas juga mengamankan kendaraan sebagai barang bukti, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap penyebab kecelakaan.
Selain itu, polisi menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi guna mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kronologi dan detik-detik sebelum truk menabrak kerumunan.
Truk molen B-9548-MV telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Sementara itu, penentuan pihak yang bertanggung jawab masih menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut.
Penanganan perkara selanjutnya dilakukan Tim 3 Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Metro Bekasi Kota.
Peristiwa tersebut kembali menyoroti aspek keselamatan operasional kendaraan berat di kawasan perkotaan. Dugaan gangguan sistem pengereman menjadi salah satu aspek yang perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis kendaraan dan hasil penyelidikan kepolisian.
“Pemeriksaan kondisi teknis kendaraan, khususnya sistem pengereman, menjadi salah satu aspek penting untuk mencegah kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan kepolisian.
Dugaan rem blong belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan teknis dan penyidikan resmi diumumkan.
(Firman)
Berita lainnya:
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Firman Ugm
Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

