Senin, 26 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » EKONOMI » Pedagang Asongan di Bekasi Tercekik Pungli Bermodus Sewa Lapak

Pedagang Asongan di Bekasi Tercekik Pungli Bermodus Sewa Lapak

  • account_circle Nadya
  • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Bekasi – Para pedagang asongan yang berjualan di sepanjang Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, menghadapi tekanan ekonomi akibat dugaan pungutan liar (pungli) yang berkedok penyewaan lapak. Setiap malam, mereka dipaksa membayar sejumlah uang agar dapat berjualan di lokasi tersebut.

Salah satu pedagang, sebut saja Edi (bukan nama sebenarnya), mengungkapkan bahwa dirinya dan sekitar 30 pedagang lain harus membayar biaya sewa lapak antara Rp 10.000 hingga Rp 24.000 setiap malam. “Untuk penyewaan bayarnya setiap malam, ada yang Rp 10.000, Rp 14.000, dan Rp 24.000,” ujar Edi saat ditemui di lokasi pada Kamis (13/2/2025).

Lapak-lapak pedagang tersebar dari depan taman Stadion Patriot Candrabhaga hingga Taman Kota Bekasi. Mereka menjual berbagai jenis dagangan, mulai dari minuman hingga jajanan kaki lima seperti batagor dan bakso.

Namun, di balik aktivitas jual beli tersebut, para pedagang harus membayar sejumlah uang kepada pihak yang disebut sebagai “penguasa” lahan.

Menurut Edi, setiap malam para pedagang harus menyerahkan uang sewa kepada pihak yang mengklaim memiliki kuasa atas lahan tersebut. Proses penarikan pungutan ini dilakukan secara sistematis. “Setiap pukul 22.00 WIB, mereka keliling,” ungkapnya.

Tidak hanya pungutan sewa lapak, para pedagang juga diwajibkan membayar uang jasa keamanan dan kebersihan. Biaya tambahan ini masing-masing sebesar Rp 2.000 yang harus disetorkan kepada kelompok organisasi masyarakat (ormas) dan petugas kebersihan setempat.

Dari total pungutan yang diterima pedagang, uang mengalir ke tiga pihak berbeda, yakni “penguasa” lahan, ormas, dan petugas kebersihan.

Setelah membayar pungutan ini, para pedagang diperbolehkan berjualan hingga pagi hari. “Kalau kami buka biasanya jam 20.00 WIB, itu sampai selesai,” tambah Edi.

Pilihan Editor :  Membangun Mental Bisnis yang Kuat: Kunci Sukses di Masa Depan

Praktik pungli ini dinilai semakin membebani pedagang kecil yang sudah berjuang untuk mencari nafkah. Dengan pengeluaran yang terus meningkat, keuntungan mereka semakin tergerus. “Kalau dihitung-hitung, tiap bulan saya bisa rugi sampai Rp 600.000 hingga Rp 700.000,” keluh Edi.

Pedagang Merugi dan Mencari Alternatif Lain

Beban biaya yang terus membengkak membuat Edi dan pedagang lainnya mempertimbangkan alternatif lain untuk menjalankan usaha mereka. Salah satu opsi yang mulai mereka pikirkan adalah menyewa ruko, meskipun biayanya lebih mahal.

“Kalau kayak begini sebenarnya mending sewa ruko ketimbang di sini. Ruginya gede kalau di sini,” imbuh Edi. Dengan biaya pungli yang harus dikeluarkan setiap bulan, jumlahnya hampir setara dengan biaya menyewa ruko yang memberikan keamanan dan kenyamanan lebih bagi pedagang.

Maraknya pungli di kawasan Stadion Patriot Candrabhaga menunjukkan perlunya perhatian serius dari pihak berwenang. Pemerintah Kota Bekasi dan aparat penegak hukum diharapkan segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan praktik ilegal ini.

Pungutan liar tidak hanya memberatkan pedagang kecil, tetapi juga menciptakan ketidakadilan dalam sistem ekonomi. Jika dibiarkan, hal ini akan semakin memperburuk kondisi para pedagang yang menggantungkan hidup dari usaha kecil mereka.

Kasus pungli semacam ini bukanlah hal baru di berbagai kota besar di Indonesia. Namun, dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dan tindakan hukum yang tegas, diharapkan praktik semacam ini bisa diberantas demi keadilan dan kesejahteraan pedagang kecil.

Pedagang asongan di Kota Bekasi, khususnya di sekitar Stadion Patriot Candrabhaga, menghadapi tekanan ekonomi akibat pungutan liar yang bermodus penyewaan lapak. Dengan biaya sewa yang harus dibayarkan setiap malam serta tambahan biaya keamanan dan kebersihan, pedagang kecil semakin tercekik.

Pilihan Editor :  Rangkaian Wisata Pulau Mandeh Dari Tanah Minang

Mereka berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang untuk menghentikan praktik ini agar usaha mereka bisa berjalan dengan lebih adil dan menguntungkan.**(sumber: megapolitan.kompas.com)

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Nadya adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Brimob Batalyon C Pelopor Layani Aksi Damai di Sekitar Monas dengan Pelayanan Humanis

    Brimob Batalyon C Pelopor Layani Aksi Damai di Sekitar Monas dengan Pelayanan Humanis

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, 30 Desember 2025 – Brimob Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya terus memperkuat pelayanan publik dengan melayani kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat di kawasan Monas dan sekitarnya, Selasa, 30/12/2025. Sejak pagi, para personel langsung menempati titik pelayanan untuk memastikan seluruh rangkaian aksi berjalan tertib dan aman. Sebelumnya, seluruh personel mengikuti apel gabungan yang […]

  • Patroli Gabungan Batalyon B Pelopor dan Polres Jakarta Timur, Amankan 10 Pemuda Diduga Terlibat Balap Liar

    Patroli Gabungan Batalyon B Pelopor dan Polres Jakarta Timur, Amankan 10 Pemuda Diduga Terlibat Balap Liar

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Timur, 25 Juni 2026 – Patroli gabungan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya dan Tim Patroli Perintis Presisi (TP3) Polres Metro Jakarta Timur mengamankan 10 pemuda serta enam sepeda motor dalam operasi penertiban balap liar di dua lokasi berbeda, Kamis (25/6/2026) dini hari. Operasi tersebut menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian untuk menekan […]

  • Kebakaran Hebat Gudang SKA Group di Tambun Bizhub Bekasi

    Kebakaran Hebat Gudang SKA Group di Tambun Bizhub Bekasi

    • calendar_month Minggu, 2 Feb 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak SKA Group terkait penyebab kebakaran.

  • Kirab SPPI dan Yonif TP Gegap Gempita di Makassar

    Kirab SPPI dan Yonif TP Gegap Gempita di Makassar

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Makassar – Ribuan generasi muda berpakaian seragam rapi, langkah mereka mantap, wajah penuh semangat. Sabtu pagi (12/7/2025), Kota Makassar menjadi saksi semarak Kirab Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan Yonif Teritorial Pembangunan (TP) yang digelar oleh Kodam XIV/Hasanuddin. Kegiatan ini tidak hanya meriah, tapi juga sarat makna: menyambut para penggerak pembangunan yang akan segera mengabdi […]

  • Brimob Batalyon C Ciputat Tebar Takjil, Ramadan Makin Hangat

    Brimob Batalyon C Ciputat Tebar Takjil, Ramadan Makin Hangat

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang – Sore Ramadan di Ciputat dipenuhi semangat berbagi ketika personel Brimob Batalyon C Pelopor PMJ turun langsung ke jalan membagikan takjil. Mereka menyapa pengendara satu per satu sambil menyerahkan paket berbuka, sehingga suasana lalu lintas terasa lebih hangat dan humanis. Aksi sosial ini menghadirkan kepedulian nyata sekaligus menunjukkan kedekatan polisi dengan masyarakat di ruang […]

  • Panglima TNI Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Prajurit Gugur Saat Rangkaian HUT ke-80 TNI

    Panglima TNI Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Prajurit Gugur Saat Rangkaian HUT ke-80 TNI

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta — Dalam suasana haru dan penuh empati, Tentara Nasional Indonesia menunjukkan wujud nyata kepedulian terhadap prajuritnya. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, melalui Inspektur Jenderal (Irjen) TNI Laksdya TNI Hersan, menyerahkan santunan risiko kematian khusus dari PT ASABRI serta tali asih kepada ahli waris tiga prajurit yang gugur saat pelaksanaan rangkaian kegiatan HUT ke-80 […]

expand_less