Senin, 5 Okt 2026
Beranda » EKONOMI » Pedagang Asongan di Bekasi Tercekik Pungli Bermodus Sewa Lapak

Pedagang Asongan di Bekasi Tercekik Pungli Bermodus Sewa Lapak

  • account_circle Nadya
  • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
  • print Cetak

Kota Bekasi – Para pedagang asongan yang berjualan di sepanjang Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, menghadapi tekanan ekonomi akibat dugaan pungutan liar (pungli) yang berkedok penyewaan lapak. Setiap malam, mereka dipaksa membayar sejumlah uang agar dapat berjualan di lokasi tersebut.

Salah satu pedagang, sebut saja Edi (bukan nama sebenarnya), mengungkapkan bahwa dirinya dan sekitar 30 pedagang lain harus membayar biaya sewa lapak antara Rp 10.000 hingga Rp 24.000 setiap malam. “Untuk penyewaan bayarnya setiap malam, ada yang Rp 10.000, Rp 14.000, dan Rp 24.000,” ujar Edi saat ditemui di lokasi pada Kamis (13/2/2025).

Lapak-lapak pedagang tersebar dari depan taman Stadion Patriot Candrabhaga hingga Taman Kota Bekasi. Mereka menjual berbagai jenis dagangan, mulai dari minuman hingga jajanan kaki lima seperti batagor dan bakso.

Namun, di balik aktivitas jual beli tersebut, para pedagang harus membayar sejumlah uang kepada pihak yang disebut sebagai “penguasa” lahan.

Menurut Edi, setiap malam para pedagang harus menyerahkan uang sewa kepada pihak yang mengklaim memiliki kuasa atas lahan tersebut. Proses penarikan pungutan ini dilakukan secara sistematis. “Setiap pukul 22.00 WIB, mereka keliling,” ungkapnya.

Tidak hanya pungutan sewa lapak, para pedagang juga diwajibkan membayar uang jasa keamanan dan kebersihan. Biaya tambahan ini masing-masing sebesar Rp 2.000 yang harus disetorkan kepada kelompok organisasi masyarakat (ormas) dan petugas kebersihan setempat.

Dari total pungutan yang diterima pedagang, uang mengalir ke tiga pihak berbeda, yakni “penguasa” lahan, ormas, dan petugas kebersihan.

Setelah membayar pungutan ini, para pedagang diperbolehkan berjualan hingga pagi hari. “Kalau kami buka biasanya jam 20.00 WIB, itu sampai selesai,” tambah Edi.

Pilihan Editor :  Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Indonesia Minta Jaminan Nol Persen

Praktik pungli ini dinilai semakin membebani pedagang kecil yang sudah berjuang untuk mencari nafkah. Dengan pengeluaran yang terus meningkat, keuntungan mereka semakin tergerus. “Kalau dihitung-hitung, tiap bulan saya bisa rugi sampai Rp 600.000 hingga Rp 700.000,” keluh Edi.

Pedagang Merugi dan Mencari Alternatif Lain

Beban biaya yang terus membengkak membuat Edi dan pedagang lainnya mempertimbangkan alternatif lain untuk menjalankan usaha mereka. Salah satu opsi yang mulai mereka pikirkan adalah menyewa ruko, meskipun biayanya lebih mahal.

“Kalau kayak begini sebenarnya mending sewa ruko ketimbang di sini. Ruginya gede kalau di sini,” imbuh Edi. Dengan biaya pungli yang harus dikeluarkan setiap bulan, jumlahnya hampir setara dengan biaya menyewa ruko yang memberikan keamanan dan kenyamanan lebih bagi pedagang.

Maraknya pungli di kawasan Stadion Patriot Candrabhaga menunjukkan perlunya perhatian serius dari pihak berwenang. Pemerintah Kota Bekasi dan aparat penegak hukum diharapkan segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan praktik ilegal ini.

Pungutan liar tidak hanya memberatkan pedagang kecil, tetapi juga menciptakan ketidakadilan dalam sistem ekonomi. Jika dibiarkan, hal ini akan semakin memperburuk kondisi para pedagang yang menggantungkan hidup dari usaha kecil mereka.

Kasus pungli semacam ini bukanlah hal baru di berbagai kota besar di Indonesia. Namun, dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dan tindakan hukum yang tegas, diharapkan praktik semacam ini bisa diberantas demi keadilan dan kesejahteraan pedagang kecil.

Pedagang asongan di Kota Bekasi, khususnya di sekitar Stadion Patriot Candrabhaga, menghadapi tekanan ekonomi akibat pungutan liar yang bermodus penyewaan lapak. Dengan biaya sewa yang harus dibayarkan setiap malam serta tambahan biaya keamanan dan kebersihan, pedagang kecil semakin tercekik.

Pilihan Editor :  Pra Uji Kompetensi SMK Global Prima Islamic School Digelar, Siswa Siapkan Ujian Keahlian

Mereka berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang untuk menghentikan praktik ini agar usaha mereka bisa berjalan dengan lebih adil dan menguntungkan.**(sumber: megapolitan.kompas.com)

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Nadya adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Estafet Kepemimpinan di Lanal Dabo Singkep, Semangat Baru, Harapan Baru

    Estafet Kepemimpinan di Lanal Dabo Singkep, Semangat Baru, Harapan Baru

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Dabo Singkep – Suasana khidmat menyelimuti Mako Lanal Dabo Singkep pada Selasa pagi (2/7/2025). Di hadapan jajaran perwira, prajurit, dan tamu undangan, berlangsung momen penting: estafet kepemimpinan di tubuh TNI Angkatan Laut. Komandan Lantamal IV Batam, Laksamana Pertama TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr. Opsla., memimpin langsung Serah Terima Jabatan Komandan Lanal Dabo Singkep. Letkol Laut […]

  • DPP LAKI Serukan Reformasi Hukum dan Edukasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi

    DPP LAKI Serukan Reformasi Hukum dan Edukasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Nadya
    • 0Komentar

    Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) adalah organisasi masyarakat yang bergerak di bidang pengawasan dan advokasi antikorupsi.

  • TNI dan Polri Kawal Bantuan Pengungsi Puncak Jaya, Bupati Pastikan Distribusi Tepat Sasaran

    TNI dan Polri Kawal Bantuan Pengungsi Puncak Jaya, Bupati Pastikan Distribusi Tepat Sasaran

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Puncak Jaya, 23 April 2026 — Aparat TNI-Polri mengawal ketat penyaluran bantuan bagi pengungsi Kampung Kembru, setelah aksi kekerasan bersenjata menimbulkan korban jiwa dan luka. Personel gabungan dari Tentara Nasional Indonesia dan Polri mengamankan kunjungan kerja Bupati Puncak Elvis Tabuni bersama Forkopimda. Rombongan memulai kegiatan dengan menjenguk korban luka di RSUD Mulia sebelum menyalurkan bantuan […]

  • Mabes Polri Instruksikan Jajaran Lindungi Wartawan Saat Bertugas

    Mabes Polri Instruksikan Jajaran Lindungi Wartawan Saat Bertugas

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Sebagai langkah korektif, Mabes Polri menegaskan tidak akan mentolerir pelanggaran terhadap kebebasan pers.

  • Lanud Sultan Hasanuddin Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

    Lanud Sultan Hasanuddin Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Makassar – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 di Apron Galaktika, Rabu (1/10/2025). Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Dinas Teritorial Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pom I Wayan Swardita, S.H., M.I.Pol., yang mewakili Danlanud Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han. Upacara dimulai dengan hening cipta untuk mengenang […]

  • PAC PPP Babelan Nyatakan Dukungan ke Cecep Noor di MUSCAB 2026

    PAC PPP Babelan Nyatakan Dukungan ke Cecep Noor di MUSCAB 2026

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Bento
    • 0Komentar

    “Dengan adanya pernyataan dukungan ini, PAC PPP Babelan menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga stabilitas internal partai”

expand_less