Tol Cipali Padat, Antrean Panjang di Km 110 Jelang Puncak Mudik

"Selain sistem one way, opsi lain seperti contraflow dan pengalihan arus juga disiapkan secara situasional, tergantung pada kondisi di lapangan"

Tol Cipali Padat, Antrean Panjang di Km 110 Jelang Puncak Mudik – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Subang – Arus mudik Lebaran 2026 di ruas Tol Cikopo Palimanan (Cipali), Kabupaten Subang, Jawa Barat, mulai mengalami kepadatan signifikan pada H-4 Lebaran, Selasa (18/3/2026).

Lonjakan volume kendaraan menyebabkan antrean panjang di sejumlah titik, terutama di Km 110, hingga memaksa penerapan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way).

Kepadatan terjadi akibat meningkatnya jumlah kendaraan pemudik yang melintas dari arah Jakarta menuju Cirebon.

Di lapangan, arus lalu lintas tersendat cukup panjang karena adanya aktivitas bus angkutan umum yang menurunkan penumpang di sekitar Jembatan Cilameri.

Aktivitas tersebut mempersempit ruang gerak kendaraan lain dan memicu perlambatan arus secara berantai.

Advertisement

Data pengelola tol mencatat, sejak pukul 00.00 hingga 09.00 WIB, sekitar 22.000 kendaraan telah melintasi Gerbang Tol Cikopo menuju arah timur.

Angka ini mengalami lonjakan sebesar 22,2 persen dibandingkan periode yang sama pada hari sebelumnya.

Sementara itu, arus kendaraan dari arah sebaliknya, yakni menuju Jakarta, tercatat sebanyak 8.000 kendaraan atau meningkat 2,2 persen.

Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, menyebutkan bahwa peningkatan volume lalu lintas merupakan indikasi awal menuju puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Secara keseluruhan, volume lalu lintas di ruas Tol Cipali terpantau meningkat 9,2 persen dibandingkan volume pada jam yang sama kemarin,” kata Ardam dalam keterangannya.

Lonjakan kendaraan yang tidak diimbangi dengan disiplin pengguna jalan, khususnya kendaraan umum yang berhenti tidak pada tempatnya, dinilai menjadi salah satu faktor utama terjadinya perlambatan arus.

Kondisi ini memperparah kepadatan yang sudah terjadi akibat tingginya volume kendaraan.

Pilihan Editor :  Wakapolres Bekasi Kota Tinjau Pos Pam, Tekankan Pelayanan Humanis Mudik

Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian bersama pengelola jalan tol memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di ruas tertentu.

Kebijakan ini bertujuan untuk mengurai kepadatan sekaligus mempercepat laju kendaraan pemudik yang terus meningkat dari arah Jakarta menuju wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Petugas di lapangan juga terus melakukan pengaturan arus lalu lintas serta memberikan imbauan kepada pengendara agar tidak berhenti di bahu jalan, kecuali dalam kondisi darurat.

Selain itu, pengemudi diminta untuk menjaga jarak aman dan mematuhi rambu lalu lintas guna meminimalisasi risiko kecelakaan yang dapat memperburuk kondisi kemacetan.

Puncak Arus Mudik Diprediksi Terjadi Dalam Tiga Hari

Peningkatan volume kendaraan di ruas Tol Cipali diperkirakan masih akan terus terjadi hingga mencapai puncaknya dalam dua hingga tiga hari mendatang.

Tren kenaikan ini sejalan dengan kebiasaan masyarakat yang mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal untuk menghindari kepadatan ekstrem mendekati hari raya.

Pengelola tol bersama aparat kepolisian telah menyiapkan sejumlah skenario pengamanan dan rekayasa lalu lintas guna menghadapi lonjakan tersebut.

Selain sistem one way, opsi lain seperti contraflow dan pengalihan arus juga disiapkan secara situasional, tergantung pada kondisi di lapangan.

Meski demikian, efektivitas rekayasa lalu lintas sangat bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan.

Tanpa kepatuhan terhadap aturan, potensi kemacetan panjang tetap sulit dihindari, terutama di titik-titik rawan seperti rest area, simpang keluar-masuk kendaraan, serta lokasi aktivitas penumpang bus.

Di sisi lain, kondisi ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan operator transportasi untuk memperketat pengawasan terhadap kendaraan umum yang kerap menaikkan atau menurunkan penumpang di lokasi yang tidak semestinya.

Pilihan Editor :  Polda Jabar Tanam Jagung Serentak, Resmikan Gudang Pangan

Praktik tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap kemacetan dan potensi kecelakaan lalu lintas.

Dengan tren pergerakan kendaraan yang terus meningkat, pemudik diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang, termasuk memilih waktu keberangkatan yang tepat dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.

Tanpa langkah antisipatif dari semua pihak, kepadatan di jalur utama seperti Tol Cipali berpotensi semakin parah menjelang puncak arus mudik Lebaran tahun ini.**/frm

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *