Kamis, 29 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » BERITA » TNI Semai 9 Ton Bahan Modifikasi Cuaca, Hujan Turun di Sumatera Selatan

TNI Semai 9 Ton Bahan Modifikasi Cuaca, Hujan Turun di Sumatera Selatan

  • account_circle Sapto Handoko
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – TNI bersama BMKG dan tim gabungan melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Palembang, Sumatera Selatan, dengan menyemai 9 ton bahan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu (28/10/2026).

Satgas Udara di Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) mengerahkan pesawat Hercules C-130 dan Cassa NC-212 milik TNI Angkatan Udara, serta pesawat sipil Caravan, untuk mendukung penyemaian awan.

Dari total bahan semai tersebut, tim menggunakan 800 kilogram dry ice dan 8,2 ton garam semai atau natrium klorida (NaCl). Operasi ini bertujuan membantu pembentukan awan hujan guna mendukung penanganan karhutla dan mengurangi dampak kabut asap.

Berdasarkan data pemantauan radar, penakar hujan, dan laporan lapangan yang dihimpun dalam operasi, tim mencatat hujan turun di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Satgas Udara Kerahkan Tiga Jenis Pesawat

Pelaksanaan OMC di Palembang melibatkan unsur TNI, BMKG, dan tim gabungan. Mereka mengoptimalkan dukungan armada udara untuk menjalankan penyemaian awan sesuai kebutuhan operasi.

Satgas Udara yang bermarkas di Lanud Sri Mulyono Herlambang mengoordinasikan penggunaan pesawat militer dan sipil. Pengerahan beberapa jenis pesawat tersebut mendukung pelaksanaan kegiatan modifikasi cuaca di wilayah Sumatera Selatan.

Dalam operasi pada Rabu itu, tim menggunakan Hercules C-130 dan Cassa NC-212 milik TNI AU. Selain kedua pesawat tersebut, armada sipil Caravan turut mendukung penyemaian bahan ke atmosfer.

Kombinasi armada tersebut menjadi bagian dari upaya untuk menjaga kelangsungan operasi. Namun, keterangan yang tersedia belum merinci jumlah sorti penerbangan, durasi penyemaian, maupun pembagian muatan bahan untuk setiap pesawat.

Karena itu, informasi mengenai total bahan semai menjadi data utama yang dapat menjelaskan skala kegiatan pada hari tersebut. Satgas Udara menggunakan 9 ton bahan, yang terdiri atas 800 kilogram dry ice dan 8,2 ton NaCl.

Baca juga :  Terima Audiensi PGIS-KB, Pj. Wali Kota Bekasi Siap Dukung Acara Kerohanian Umat Kristiani

Hujan Tercatat di Seluruh Kabupaten dan Kota

Data pemantauan radar, penakar hujan, serta laporan lapangan menunjukkan hasil berupa turunnya hujan di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Informasi tersebut menjadi bagian dari laporan pelaksanaan OMC pada hari itu.

Meski demikian, data yang tersedia belum menjelaskan intensitas hujan, volume curah hujan, maupun durasi hujan di setiap daerah. Keterangan tersebut juga belum memerinci wilayah yang menerima hujan paling tinggi atau paling rendah.

Oleh sebab itu, catatan turunnya hujan perlu dibedakan dari pengukuran dampak langsung terhadap kebakaran hutan dan lahan. Data hujan dapat menggambarkan kondisi cuaca, sedangkan penilaian penanganan karhutla membutuhkan informasi tambahan mengenai titik api dan perkembangan kebakaran.

Selain itu, belum tersedia angka pembanding mengenai jumlah titik panas sebelum dan sesudah operasi. Tanpa data tersebut, pemberitaan belum dapat menyimpulkan besarnya penurunan karhutla sebagai akibat langsung penyemaian awan.

Meski begitu, laporan hujan dari pemantauan radar, penakar hujan, dan petugas lapangan memberikan gambaran mengenai kondisi cuaca selama operasi berlangsung. Data lanjutan diperlukan untuk mengetahui kontribusi kegiatan tersebut terhadap penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

TNI Lanjutkan Dukungan Penanganan Karhutla

TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus menjalankan OMC sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadapi karhutla dan dampak kabut asap. Kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen TNI untuk mendukung penanganan bencana sesuai instruksi Presiden.

Pengerahan pesawat militer dan sipil membantu memenuhi kebutuhan operasional penyemaian awan. Sementara itu, pemantauan kondisi atmosfer dan pencatatan curah hujan menjadi unsur penting untuk mengevaluasi pelaksanaan operasi.

Penanganan karhutla juga membutuhkan langkah terpadu sesuai kondisi lapangan. Karena itu, OMC perlu berjalan beriringan dengan upaya pemadaman, pemantauan titik panas, dan koordinasi antarlembaga yang menangani kebakaran.

Baca juga :  Polisi dan Dishub Kawal Massa KWK Menuju Balai Kota

Pada Rabu, 28 Oktober 2026, Satgas Udara di Lanud Sri Mulyono Herlambang menggunakan 9 ton bahan semai dalam operasi di wilayah Palembang dan sekitarnya. Laporan pelaksanaan mencatat hujan turun di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Selanjutnya, data curah hujan dan perkembangan titik api dapat menjadi dasar untuk menilai hasil operasi secara lebih menyeluruh. Dengan evaluasi berbasis data, instansi terkait dapat mengukur kontribusi OMC terhadap upaya penanggulangan karhutla secara lebih akurat dan transparan.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Nakes Diduga Berkata Tak Pantas ke Pasien, Dedi Mulyadi Minta Sanksi Tegas

    Nakes Diduga Berkata Tak Pantas ke Pasien, Dedi Mulyadi Minta Sanksi Tegas

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan akan memberikan sanksi tegas terhadap tenaga kesehatan (nakes) yang diduga melontarkan ucapan tidak pantas kepada seorang pasien. Penegasan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya dugaan pelanggaran etika pelayanan publik yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Dedi menilai setiap aparatur pelayanan publik, khususnya tenaga kesehatan, wajib menjaga sikap, tutur kata, dan […]

  • Dijanjikan Gaji Rp9 Juta, Tiga Remaja Tangsel Diduga Jadi Korban TPPO

    Dijanjikan Gaji Rp9 Juta, Tiga Remaja Tangsel Diduga Jadi Korban TPPO

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Kontributor
    • 0Komentar

    TANGERANG SELATAN – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan melakukan pendampingan dan rehabilitasi terhadap tiga remaja perempuan yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) setelah tertipu tawaran pekerjaan di Bali. Ketiganya, RM (17), ST (17), dan TS (18), telah dipulangkan ke Tangerang Selatan dan kini menjalani pendampingan untuk memulihkan kondisi fisik, mental, serta […]

  • TNI AL Tanam 1.000 Mangrove di Tanah Laut, Operasi Trisila 26 Perkuat Aksi Lingkungan Pesisir

    TNI AL Tanam 1.000 Mangrove di Tanah Laut, Operasi Trisila 26 Perkuat Aksi Lingkungan Pesisir

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tanah Laut, 21 Mei 2026 – TNI Angkatan Laut menggelar aksi bersih pantai dan penanaman 1.000 mangrove di Desa Sungai Bakau, Kecamatan Kurau.Kegiatan ini menjadi bagian dari Operasi Trisila 26 Tahap II yang berlangsung di Kalimantan Selatan. TNI AL melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, pelajar, dan masyarakat pesisir dalam aksi kolaboratif tersebut. Kegiatan ini […]

  • Saat Mangrove Ditebang dan Negara Diam: Jeritan Sunyi dari Kubu Raya

    Saat Mangrove Ditebang dan Negara Diam: Jeritan Sunyi dari Kubu Raya

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Pontianak – Ada yang sedang disayat pelan-pelan di pesisir barat Kalimantan. Bukan luka di tubuh manusia, tapi di jantung ekosistem: hutan mangrove Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya. Dulu, hamparan hijau mangrove seluas lebih dari 129 ribu hektare ini jadi benteng alami—penjaga garis pantai, rumah ribuan spesies, penyerap karbon paling setia. Tapi kini, sebagian kawasan itu […]

  • Ribuan Honorer Kepung KemenPAN-RB, Desak SK PPPK Terbit 1 April 2025

    Ribuan Honorer Kepung KemenPAN-RB, Desak SK PPPK Terbit 1 April 2025

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ribuan tenaga honorer dari berbagai daerah tumpah ruah di depan Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) pada Selasa (18/3/2025). Mereka menuntut kejelasan status pengangkatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) serta meminta SK pengangkatan diterbitkan per 1 April 2025. Aksi yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB berlangsung damai dan […]

  • Meriahkan HUT ke-80, TNI Gelar Pesta Rakyat dan TNI Fair di Monas

    Meriahkan HUT ke-80, TNI Gelar Pesta Rakyat dan TNI Fair di Monas

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 5 Oktober mendatang, Pusat Penerangan TNI mengundang masyarakat untuk hadir di Pesta Rakyat dan TNI Fair yang akan digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada 20–21 September 2025. Ajang tahunan ini akan menghadirkan kemeriahan sekaligus mempererat kedekatan antara prajurit TNI dan rakyat. Berbagai […]

expand_less