TNI Semai 9 Ton Bahan Modifikasi Cuaca, Hujan Turun di Sumatera Selatan
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – TNI bersama BMKG dan tim gabungan melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Palembang, Sumatera Selatan, dengan menyemai 9 ton bahan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu (28/10/2026).
Satgas Udara di Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) mengerahkan pesawat Hercules C-130 dan Cassa NC-212 milik TNI Angkatan Udara, serta pesawat sipil Caravan, untuk mendukung penyemaian awan.
Dari total bahan semai tersebut, tim menggunakan 800 kilogram dry ice dan 8,2 ton garam semai atau natrium klorida (NaCl). Operasi ini bertujuan membantu pembentukan awan hujan guna mendukung penanganan karhutla dan mengurangi dampak kabut asap.
Berdasarkan data pemantauan radar, penakar hujan, dan laporan lapangan yang dihimpun dalam operasi, tim mencatat hujan turun di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Satgas Udara Kerahkan Tiga Jenis Pesawat
Pelaksanaan OMC di Palembang melibatkan unsur TNI, BMKG, dan tim gabungan. Mereka mengoptimalkan dukungan armada udara untuk menjalankan penyemaian awan sesuai kebutuhan operasi.
Satgas Udara yang bermarkas di Lanud Sri Mulyono Herlambang mengoordinasikan penggunaan pesawat militer dan sipil. Pengerahan beberapa jenis pesawat tersebut mendukung pelaksanaan kegiatan modifikasi cuaca di wilayah Sumatera Selatan.
Dalam operasi pada Rabu itu, tim menggunakan Hercules C-130 dan Cassa NC-212 milik TNI AU. Selain kedua pesawat tersebut, armada sipil Caravan turut mendukung penyemaian bahan ke atmosfer.
Kombinasi armada tersebut menjadi bagian dari upaya untuk menjaga kelangsungan operasi. Namun, keterangan yang tersedia belum merinci jumlah sorti penerbangan, durasi penyemaian, maupun pembagian muatan bahan untuk setiap pesawat.
Karena itu, informasi mengenai total bahan semai menjadi data utama yang dapat menjelaskan skala kegiatan pada hari tersebut. Satgas Udara menggunakan 9 ton bahan, yang terdiri atas 800 kilogram dry ice dan 8,2 ton NaCl.
Hujan Tercatat di Seluruh Kabupaten dan Kota
Data pemantauan radar, penakar hujan, serta laporan lapangan menunjukkan hasil berupa turunnya hujan di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Informasi tersebut menjadi bagian dari laporan pelaksanaan OMC pada hari itu.
Meski demikian, data yang tersedia belum menjelaskan intensitas hujan, volume curah hujan, maupun durasi hujan di setiap daerah. Keterangan tersebut juga belum memerinci wilayah yang menerima hujan paling tinggi atau paling rendah.
Oleh sebab itu, catatan turunnya hujan perlu dibedakan dari pengukuran dampak langsung terhadap kebakaran hutan dan lahan. Data hujan dapat menggambarkan kondisi cuaca, sedangkan penilaian penanganan karhutla membutuhkan informasi tambahan mengenai titik api dan perkembangan kebakaran.
Selain itu, belum tersedia angka pembanding mengenai jumlah titik panas sebelum dan sesudah operasi. Tanpa data tersebut, pemberitaan belum dapat menyimpulkan besarnya penurunan karhutla sebagai akibat langsung penyemaian awan.
Meski begitu, laporan hujan dari pemantauan radar, penakar hujan, dan petugas lapangan memberikan gambaran mengenai kondisi cuaca selama operasi berlangsung. Data lanjutan diperlukan untuk mengetahui kontribusi kegiatan tersebut terhadap penanganan karhutla di Sumatera Selatan.
TNI Lanjutkan Dukungan Penanganan Karhutla
TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus menjalankan OMC sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadapi karhutla dan dampak kabut asap. Kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen TNI untuk mendukung penanganan bencana sesuai instruksi Presiden.
Pengerahan pesawat militer dan sipil membantu memenuhi kebutuhan operasional penyemaian awan. Sementara itu, pemantauan kondisi atmosfer dan pencatatan curah hujan menjadi unsur penting untuk mengevaluasi pelaksanaan operasi.
Penanganan karhutla juga membutuhkan langkah terpadu sesuai kondisi lapangan. Karena itu, OMC perlu berjalan beriringan dengan upaya pemadaman, pemantauan titik panas, dan koordinasi antarlembaga yang menangani kebakaran.
Pada Rabu, 28 Oktober 2026, Satgas Udara di Lanud Sri Mulyono Herlambang menggunakan 9 ton bahan semai dalam operasi di wilayah Palembang dan sekitarnya. Laporan pelaksanaan mencatat hujan turun di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Selanjutnya, data curah hujan dan perkembangan titik api dapat menjadi dasar untuk menilai hasil operasi secara lebih menyeluruh. Dengan evaluasi berbasis data, instansi terkait dapat mengukur kontribusi OMC terhadap upaya penanggulangan karhutla secara lebih akurat dan transparan.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

