TNI Salurkan 9,6 Ton Material Modifikasi Cuaca untuk Tangani Karhutla Kalsel
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – TNI mengirimkan 9,6 ton material untuk mendukung operasi modifikasi cuaca dalam percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, Selasa (20/10/2026).
Dukungan tersebut terdiri atas 2,6 ton dry ice dan 7 ton garam yang diangkut menggunakan pesawat Hercules melalui Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Pengiriman ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas penanganan karhutla pada Senin (19/10/2026).
Dalam rapat tersebut, Presiden menekankan perlunya langkah penanganan yang lebih masif dan terukur, termasuk penguatan operasi udara serta pemanfaatan pesawat Hercules untuk mendukung modifikasi cuaca.
Menindaklanjuti arahan itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memerintahkan pengiriman material guna mendukung pelaksanaan operasi di wilayah Kalimantan Selatan.
“Pengiriman material modifikasi cuaca menggunakan dry ice dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI untuk percepatan penanggulangan karhutla di wilayah terdampak,” tegas Panglima TNI.
Pengiriman tersebut menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap upaya pemerintah menangani karhutla melalui pengerahan sarana transportasi udara dan pemenuhan kebutuhan logistik operasi.
Wakil Pengarah Tim Desk Terpadu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Marsda TNI Esron Sinaga, melepas dukungan material tersebut di Lanud Halim Perdanakusuma.
Melalui pengiriman ini, TNI mendukung distribusi material yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Selatan.
Perkuat Operasi Udara dan Dukungan Logistik
Operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah yang ditempuh pemerintah untuk mendukung penanganan karhutla, terutama melalui pemanfaatan sarana dan teknologi berbasis atmosfer.
Dalam pelaksanaannya, ketersediaan material serta kesiapan pesawat angkut menjadi bagian penting dari dukungan logistik operasi.
Karena itu, pengiriman 9,6 ton material tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan operasi modifikasi cuaca di wilayah Kalimantan Selatan.
TNI turut mengerahkan kemampuan alat utama sistem persenjataan (alutsista), khususnya sarana transportasi udara, untuk mendukung distribusi material ke wilayah operasi.
Selain dukungan penerbangan, TNI juga menekankan pentingnya koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar pelaksanaan penanganan karhutla berjalan sesuai rencana.
Sinergi lintas instansi diperlukan karena penanganan karhutla melibatkan berbagai kebutuhan, mulai dari dukungan logistik hingga pelaksanaan langkah operasional di lapangan.
Namun, pengiriman material saja belum cukup untuk menggambarkan hasil penanganan karhutla secara keseluruhan.
Efektivitas operasi tetap memerlukan informasi mengenai pelaksanaan kegiatan, kondisi cuaca, perkembangan titik kebakaran, serta hasil pemantauan di wilayah terdampak.
Dalam keterangan yang disampaikan Pusat Penerangan TNI, pengiriman ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan pemerintah melalui pengerahan kemampuan transportasi udara dan penyediaan material operasi.
Meski demikian, informasi mengenai luas wilayah terdampak, jumlah titik api, serta perkembangan kebakaran setelah pengiriman material belum tercantum dalam keterangan tersebut.
Koordinasi Menjadi Kunci Penanganan Karhutla
Penanganan karhutla membutuhkan koordinasi antarlembaga agar setiap dukungan dapat menjawab kebutuhan operasi di wilayah terdampak.
Dalam konteks ini, TNI berkontribusi melalui kesiapan alutsista, dukungan logistik, dan kerja sama dengan kementerian serta lembaga yang terlibat dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
Penggunaan pesawat Hercules memungkinkan pengangkutan material dalam jumlah besar untuk mendukung kebutuhan operasi.
Sementara itu, pelaksanaan modifikasi cuaca memerlukan perencanaan teknis yang menyesuaikan kondisi atmosfer dan kebutuhan wilayah operasi.
Oleh sebab itu, ketersediaan material harus berjalan seiring dengan koordinasi teknis dan pemantauan kondisi cuaca agar pelaksanaan operasi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.
TNI berharap dukungan tersebut dapat membantu mempercepat penanganan karhutla sekaligus menekan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.
Di sisi lain, perkembangan hasil operasi tetap perlu disampaikan secara berkala agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai langkah penanganan dan kondisi di wilayah terdampak.
Pengiriman 2,6 ton dry ice dan 7 ton garam pada Selasa (20/10/2026) menegaskan dukungan TNI terhadap arahan pemerintah dalam memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.
Keberhasilan upaya tersebut selanjutnya perlu dilihat dari pelaksanaan operasi di lapangan serta perkembangan kondisi kebakaran setelah berbagai langkah penanganan berjalan.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

