TNI Kerahkan Hercules dan Airbus A400 untuk Operasi Modifikasi Cuaca
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 43 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – TNI melanjutkan operasi modifikasi cuaca untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palembang, Sumatera Selatan, dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (21/10/2026).
Dalam operasi tersebut, TNI mengerahkan dua pesawat Hercules dan satu Airbus A400 dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, untuk mendukung kebutuhan logistik operasi modifikasi cuaca di kedua wilayah.
Pengerahan pesawat itu menjadi bagian dari upaya TNI memperkuat penanganan karhutla melalui pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca.
Sesuai instruksi Panglima TNI, pengerahan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dioptimalkan untuk mendukung percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
“TNI optimalkan pelibatan personel dan Alutsista untuk mempercepat penanganan Karhutla,” tegas Panglima TNI.
Hercules Angkut Dry Ice dan Garam
Dalam pelaksanaan operasi di Palembang, pesawat Hercules membawa 1,2 ton dry ice dan lima ton natrium klorida (NaCl) atau garam.
Sementara itu, Hercules yang mendukung operasi di wilayah Banjarmasin membawa 1,2 ton dry ice untuk menunjang pelaksanaan modifikasi cuaca.
Selain kedua pesawat Hercules, TNI mengerahkan Airbus A400 untuk mengangkut empat kontainer penyimpanan dry ice.
Kontainer tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan operasi modifikasi cuaca di Palembang dan Banjarmasin.
Pengangkutan bahan dan perlengkapan itu menjadi bagian penting dari dukungan logistik agar pelaksanaan operasi di kedua wilayah dapat berjalan sesuai kebutuhan.
Dukung Penanganan Karhutla
Melalui operasi modifikasi cuaca, TNI mendukung upaya terpadu penanggulangan karhutla bersama instansi terkait.
Teknologi modifikasi cuaca diharapkan dapat membantu menciptakan kondisi yang mendukung pembentukan hujan di wilayah sasaran.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan sekaligus mengurangi dampaknya terhadap masyarakat serta lingkungan.
Namun, efektivitas operasi tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan faktor meteorologis di wilayah pelaksanaan.
Karena itu, pelaksanaan modifikasi cuaca menjadi salah satu bagian dari upaya penanggulangan karhutla, bukan satu-satunya langkah untuk mengendalikan kebakaran.
Dukungan logistik melalui pengerahan pesawat Hercules dan Airbus A400 menunjukkan keterlibatan unsur TNI dalam menunjang operasi di dua wilayah tersebut.
Dengan dukungan personel, alutsista, dan koordinasi bersama instansi terkait, TNI melanjutkan upaya membantu penanganan karhutla di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.
Informasi mengenai luas wilayah terdampak, jumlah titik api, durasi operasi, serta hasil pelaksanaan modifikasi cuaca pada Rabu tersebut belum dirinci dalam keterangan Pusat Penerangan TNI.
Data tersebut diperlukan untuk menilai perkembangan penanganan karhutla dan mengukur hasil operasi di masing-masing wilayah.
TNI menyatakan operasi modifikasi cuaca ini merupakan bagian dari dukungan berkelanjutan terhadap penanggulangan karhutla, dengan mengoptimalkan pengerahan personel dan alutsista sesuai kebutuhan di lapangan.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

