TNI–ADF Keris Woomera 2026 Padukan Kekuatan Laut dan Udara
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 7 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Situbondo – Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Australian Defence Force (ADF) memadukan kekuatan laut, udara, dan darat dalam demonstrasi operasi pendaratan amfibi Latihan Gabungan Bersama Keris Woomera 2026 di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026).
Demonstrasi tersebut memperlihatkan koordinasi antarmatra kedua negara dalam menjalankan rangkaian operasi gabungan, mulai dari pengintaian hingga perebutan sasaran di kawasan pantai.
Direktur Latihan Kodiklat TNI Brigjen TNI Kamil Bahren Pasha meninjau langsung kegiatan tersebut mewakili Dankodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika.
Dalam peninjauan itu, Commander Landing Force ADF Colonel Mark Tutton turut mendampingi Kamil Bahren Pasha.
Rangkaian demonstrasi menggabungkan pergerakan kapal perang, pengintaian maritim, pembersihan kawasan pendaratan, dukungan udara, serta pengerahan pasukan menuju sasaran.
Melalui skenario tersebut, TNI dan ADF menguji keterpaduan unsur laut, udara, dan darat dalam satu rangkaian operasi pendaratan amfibi.
Pengintaian Maritim dan Pengamanan Pantai
Demonstrasi diawali dengan surface insertion dan pengintaian yang melibatkan KRI Sultan Iskandar Muda-367 serta tiga kapal Australia, yakni HMAS Choules, HMAS Stalwart, dan HMAS Perth.
Tahap awal ini menjadi bagian dari rangkaian operasi sebelum unsur gabungan melaksanakan pengamanan kawasan pantai yang menjadi sasaran pendaratan.
Selanjutnya, Denipam Marinir dan Satkopaska TNI AL bekerja bersama Maritime Tactical Operations (MTO) ADF untuk melaksanakan beach clearance.
Tahapan tersebut menjadi bagian dari skenario penyiapan area pantai sebelum pasukan pendarat bergerak menuju sasaran.
Keterlibatan unsur TNI dan ADF dalam tahap ini memperlihatkan pembagian peran antarsatuan dalam mendukung pelaksanaan operasi gabungan.
Setelah tahap pengamanan pantai, rangkaian demonstrasi berlanjut dengan pengerahan unsur pengendali dukungan udara untuk mendukung pergerakan pasukan.
Super Tucano dan PC-21 Dukung Pasukan Pendarat
Dalam skenario dukungan udara, Joint Terminal Attack Controller (JTAC) Korpasgat, JTAC ADF, dan Tactical Air Control Party (TACP) Royal Australian Air Force (RAAF) memandu misi Close Air Support (CAS).
Misi tersebut melibatkan dua pesawat Super Tucano EMB-314 milik TNI Angkatan Udara dan tiga pesawat PC-21 milik RAAF.
Kedua unsur udara menjalankan peran dalam rangkaian demonstrasi dukungan udara bagi pasukan yang bergerak menuju kawasan sasaran.
Koordinasi pengendali udara menjadi salah satu unsur penting dalam skenario tersebut karena menghubungkan dukungan penerbangan dengan kebutuhan pasukan di lapangan.
Keterlibatan pengendali udara dari kedua negara juga memperlihatkan koordinasi lintas satuan dalam mendukung pelaksanaan operasi gabungan.
Namun, keterangan resmi tidak merinci durasi penerbangan, pola serangan simulasi, maupun hasil evaluasi teknis dari pelaksanaan misi CAS.
Karena itu, demonstrasi tersebut dapat dijelaskan berdasarkan rangkaian kegiatan yang dilaporkan tanpa menyimpulkan capaian teknis yang belum dipublikasikan.
Pasukan Amfibi Rebut Dua Sasaran Pantai
Setelah dukungan udara berjalan dalam skenario latihan, pasukan pendarat bergerak menuju pantai menggunakan kapal pendarat dan perahu karet.
Pasukan kemudian melaksanakan manuver untuk merebut dua sasaran tumpuan pantai sebagai bagian dari demonstrasi operasi amfibi.
Tahap ini menggabungkan dukungan unsur laut, perlindungan udara, serta pergerakan pasukan darat dalam satu rangkaian tindakan.
Urutan kegiatan memperlihatkan bagaimana setiap unsur mendukung tahapan berikutnya, mulai dari pengintaian dan pengamanan pantai hingga pengerahan pasukan.
Dalam konteks latihan, koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemampuan bekerja bersama di antara satuan TNI dan ADF.
Meski demikian, informasi yang tersedia tidak menjelaskan nama kedua sasaran, jumlah personel yang mengikuti pendaratan, ataupun durasi perebutan sasaran.
Keterangan tersebut juga belum memuat hasil penilaian terhadap pelaksanaan setiap tahapan demonstrasi.
Dengan demikian, fokus informasi yang dapat dipastikan terletak pada keterlibatan unsur gabungan dan rangkaian operasi yang mereka peragakan.
Keris Woomera Perkuat Interoperabilitas TNI–ADF
Demonstrasi di Pantai Banongan menjadi bagian dari Latihan Gabungan Bersama Keris Woomera 2026 yang mempertemukan unsur TNI dan ADF dalam kegiatan militer bersama.
Melalui latihan ini, kedua angkatan bersenjata menunjukkan koordinasi lintas matra dalam skenario pendaratan amfibi yang melibatkan kapal perang, pesawat, pengendali udara, dan pasukan pendarat.
Keterpaduan tersebut berkaitan dengan interoperabilitas, yakni kemampuan unsur dari organisasi atau negara berbeda untuk bekerja bersama dalam menjalankan tugas.
Bagi TNI, latihan bersama juga menjadi sarana untuk mengembangkan profesionalisme prajurit melalui interaksi dan koordinasi dengan mitra militer Australia.
Selain aspek profesionalisme, kegiatan ini mencerminkan diplomasi militer Indonesia dalam membangun hubungan pertahanan dengan Australia.
Puspen TNI menyebut keterpaduan unsur laut, udara, dan darat sebagai momentum untuk menunjukkan interoperabilitas kedua negara dalam satu rangkaian operasi gabungan.
Latihan tersebut juga menegaskan komitmen TNI untuk meningkatkan profesionalisme prajurit sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas keamanan kawasan Indo-Pasifik.
Meski begitu, keterangan yang tersedia belum memuat hasil evaluasi resmi, rekomendasi latihan, atau rencana tindak lanjut setelah demonstrasi pendaratan amfibi.
Oleh sebab itu, dampak operasional jangka panjang latihan belum dapat dinilai hanya dari demonstrasi yang berlangsung pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Namun, rangkaian kegiatan di Pantai Banongan memperlihatkan bentuk kerja sama pertahanan yang mengandalkan koordinasi antarmatra dan komunikasi antara personel kedua negara.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

