Satgas TMMD ke-130 dan Warga Yamboi Lembur, Target Pembangunan Jalan Dikejar
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 50 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manokwari Selatan – Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan bersama warga Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, melanjutkan pengerjaan jalan hingga larut malam, Rabu (21/10/2026).
Kerja lembur tersebut menjadi upaya bersama untuk mengejar target penyelesaian jalan yang masuk dalam sasaran fisik TMMD ke-130.
Dengan penerangan seadanya, personel TNI dan masyarakat tetap menyiapkan material, mengangkut batu, serta mengerjakan bagian tepi jalan.
Kegiatan itu menunjukkan keterlibatan warga dalam mendukung pembangunan infrastruktur kampung bersama Satgas TMMD.
Komandan Kodim 1808/Manokwari Selatan sekaligus Dansatgas TMMD ke-130, Letkol Czi Sunandar Parius, menilai kerja keras dan kebersamaan menjadi modal penting untuk menyelesaikan sasaran program.
“Walaupun hari sudah malam, semangat personel Satgas bersama masyarakat tetap menyala. Kami terus berupaya mengejar target pekerjaan agar pembangunan jalan ini dapat diselesaikan tepat waktu dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat Kampung Yamboi,” ungkap Sunandar.
Menurut Sunandar, pembangunan jalan tersebut bertujuan meningkatkan akses transportasi, memperlancar aktivitas warga, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Kampung Yamboi.
Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang bersedia membantu pekerjaan hingga malam hari.
“Kami sangat mengapresiasi semangat masyarakat yang dengan sukarela ikut bekerja hingga malam hari. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama TMMD. TNI dan rakyat bekerja bersama, saling membantu, dan memiliki tujuan yang sama, yakni membangun kampung agar semakin maju dan sejahtera,” tambahnya.
Kejar Target di Tengah Keterbatasan Penerangan
Pekerjaan hingga malam hari memperlihatkan upaya Satgas dan masyarakat memanfaatkan waktu untuk melanjutkan pembangunan jalan.
Personel TNI dan warga mengerjakan sejumlah tahapan, mulai dari menyiapkan material hingga menyelesaikan bagian tepi jalan.
Ketika suasana kampung mulai gelap, penerangan seadanya membantu mereka melanjutkan pekerjaan di lokasi pembangunan.
Di tengah kondisi tersebut, kerja sama menjadi unsur penting untuk menjaga kelangsungan kegiatan.
Meski demikian, keterangan Satgas belum merinci panjang jalan yang dibangun, persentase penyelesaian, maupun sisa pekerjaan yang harus dituntaskan.
Karena itu, kerja hingga larut malam belum cukup untuk memastikan seluruh target pembangunan telah tercapai.
Kepastian kemajuan pekerjaan memerlukan data perkembangan fisik dan jadwal penyelesaian dari Satgas TMMD.
Namun, keterlibatan warga dalam pekerjaan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kampung turut mengandalkan partisipasi masyarakat.
Kolaborasi itu menjadi bagian dari semangat gotong royong yang menyertai pelaksanaan TMMD di Kampung Yamboi.
Jalan Diharapkan Memperlancar Mobilitas Masyarakat
Sunandar menjelaskan bahwa pembangunan jalan merupakan salah satu sasaran fisik TMMD ke-130 yang memiliki peran penting bagi warga.
Menurut dia, jalan tersebut diharapkan meningkatkan akses transportasi dan memperlancar kegiatan masyarakat sehari-hari.
Selain itu, infrastruktur jalan diharapkan mendukung aktivitas ekonomi warga Kampung Yamboi.
Akses yang lebih baik dapat membantu mobilitas masyarakat dalam menjalankan berbagai kebutuhan, meskipun manfaat akhirnya bergantung pada kondisi jalan setelah pekerjaan selesai.
Oleh sebab itu, penyelesaian pembangunan sesuai target menjadi perhatian Satgas bersama masyarakat.
Upaya tersebut perlu berjalan seiring dengan pengerjaan yang sesuai kebutuhan dan sasaran pembangunan.
Sementara itu, informasi mengenai panjang ruas jalan, spesifikasi teknis, serta jadwal penyelesaian belum tercantum dalam keterangan yang tersedia.
Data tersebut dapat memberikan gambaran lebih terukur mengenai capaian pembangunan dan manfaat yang diharapkan masyarakat.
Kebersamaan TNI dan Warga Jadi Penopang Pekerjaan
Kehadiran personel TNI dan warga di lokasi pembangunan hingga malam hari memperlihatkan kerja bersama dalam pelaksanaan TMMD.
Masyarakat turut membantu sejumlah tahapan pekerjaan, sedangkan Satgas melanjutkan pengerjaan jalan sebagai bagian dari sasaran fisik program.
Sunandar menempatkan kebersamaan tersebut sebagai kekuatan untuk mendukung penyelesaian pembangunan.
Menurut dia, TNI dan masyarakat memiliki tujuan bersama untuk mendorong kemajuan Kampung Yamboi.
Partisipasi warga juga memperlihatkan peran masyarakat dalam mendukung pembangunan lingkungan tempat tinggal mereka.
Meski demikian, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada lamanya waktu kerja, tetapi juga pada penyelesaian sasaran sesuai rencana.
Karena itu, perkembangan pekerjaan hingga tahap akhir tetap menjadi tolok ukur untuk menilai pencapaian target pembangunan jalan.
Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan menyatakan optimistis dapat menyelesaikan pembangunan jalan Kampung Yamboi sesuai target.
Satgas berharap jalan tersebut dapat membuka akses, memperlancar mobilitas, dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, kerja sama personel TNI dan warga diharapkan menghasilkan infrastruktur yang bermanfaat bagi aktivitas masyarakat Kampung Yamboi.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

