Berita

Rawalumbu Banjir Selutut, Hujan Deras dan Penyempitan Saluran Air Jadi Faktor Pemicu

Rawalumbu Banjir Selutut, Hujan Deras dan Penyempitan Saluran Air Jadi Faktor Pemicu – Foto Istimewa

KOTA BEKASI – Sejumlah wilayah di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, terendam banjir setelah hujan deras mengguyur sejak dini hari, Minggu (18/1/2026).

Genangan air dengan ketinggian mencapai selutut orang dewasa dilaporkan terjadi di sedikitnya tiga rukun warga (RW) di Kelurahan Pengasinan, mengganggu aktivitas warga dan akses lingkungan.

Banjir mulai memasuki permukiman sekitar pukul 04.00 WIB dan bertahan hingga siang hari.

Kawasan terdampak berada di RW 16, RW 24, dan RW 26 Kelurahan Pengasinan, wilayah yang selama ini dikenal rawan genangan saat intensitas hujan meningkat.

Air tidak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga menutup sejumlah ruas jalan lingkungan, sehingga mobilitas warga terganggu.

Camat Rawalumbu, Sri Susilawati, membenarkan terjadinya banjir di wilayah tersebut.

Ia menjelaskan, curah hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama menjadi faktor utama meningkatnya debit air, sementara kapasitas saluran drainase tidak mampu menampung aliran yang masuk ke kawasan permukiman.

“Sejak dini hari curah hujan cukup tinggi dan berlangsung lama. Debit air meningkat, sementara saluran air tidak mampu menampung aliran, sehingga air meluap ke permukiman warga,” ujar Sri Susilawati saat dikonfirmasi.

Selain faktor cuaca, Sri Susilawati mengungkapkan kondisi saluran air di beberapa titik turut memperparah situasi.

Penyempitan dan pendangkalan saluran menyebabkan aliran air tidak mengalir optimal dan lebih cepat meluap ketika hujan deras turun.

“Di beberapa titik terdapat penyempitan dan pendangkalan saluran. Kondisi ini menjadi salah satu pemicu air cepat meluap saat hujan dengan intensitas tinggi,” katanya.

Pemerintah Kecamatan Rawalumbu, lanjut Sri, telah melakukan pemantauan langsung ke lokasi terdampak bersama pihak kelurahan dan unsur lingkungan setempat.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi warga serta memetakan titik-titik genangan yang berpotensi memburuk jika hujan kembali turun.

Baca juga :  Danlanal Sabang Tanamkan Jiwa Nasionalisme dan Disiplin pada Taruna Poltekpel Malahayati Aceh

“Sampai saat ini belum ada permintaan evakuasi dari warga. Kondisi masih dapat dikendalikan, namun kami tetap siaga dan terus memantau perkembangan di lapangan,” tegasnya.

Sejumlah warga di wilayah terdampak menyampaikan bahwa banjir rutin terjadi saat hujan deras berkepanjangan.

Mereka berharap ada penanganan jangka panjang, terutama normalisasi dan perbaikan saluran air, agar genangan tidak terus berulang setiap musim hujan.

Hingga berita ini terbit, genangan air dilaporkan mulai berangsur surut di beberapa titik, seiring intensitas hujan yang menurun.

Namun, pihak kecamatan tetap mengimbau warga untuk waspada terhadap kemungkinan hujan susulan.

Pemerintah Kecamatan Rawalumbu berharap kondisi cuaca membaik dalam beberapa hari ke depan sehingga genangan air dapat sepenuhnya surut dan aktivitas warga kembali berjalan normal.

Upaya koordinasi dengan instansi terkait juga disebut akan terus dilakukan guna mencegah dampak banjir yang lebih luas.

“Kami berharap tidak ada hujan lanjutan. Jika cuaca mendukung, air bisa cepat surut dan kondisi kembali normal,” pungkas Sri Susilawati.**/Red

Simak berita dan artikel pilihan Gensa Media Indonesia langsung dari WhatsApp Channel, klik disini : "https://whatsapp.com/GensaClub" dan pastikan kamu memiliki aplikasi WhatsApp yaa.
Sebelumnya

Sigap di Tengah Banjir, Brimob PMJ Selamatkan Warga Rawa Teratai

Selanjutnya

Batalyon B Pelopor PMJ Bagikan 300 Porsi Makanan untuk Warga Terdampak Banjir

Redaktur
Penulis

Redaktur

Gensa Media Indonesia