Puspsi TNI Berikan Trauma Healing bagi Anak Penyintas Gempa NTT
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
- print Cetak

Manggarai – Pusat Psikologi TNI (Puspsi TNI) memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak penyintas gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Tim Puspsi TNI memberikan trauma healing di SDK Wancang, Desa Ladur, Kecamatan Cibal, Jumat (11/9/2026).
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari pemulihan pascabencana setelah gempa mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026.
Melalui kegiatan itu, Puspsi TNI membantu anak-anak menghadapi rasa takut, kecemasan, dan dampak psikologis akibat bencana.
Tim memberikan dukungan psikososial dengan pendekatan yang menyesuaikan kondisi serta kebutuhan anak-anak penyintas gempa.
Pendekatan tersebut mencakup interaksi, permainan, dan berbagai aktivitas bersama yang menciptakan suasana lebih aman bagi anak.
Selain itu, kegiatan memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengekspresikan perasaan setelah menghadapi pengalaman bencana.
Pendampingan tersebut juga bertujuan membangun kembali rasa aman sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri anak-anak.
Pendampingan Melibatkan Psikolog Profesional
Puspsi TNI turut menyediakan layanan konseling melalui psikolog profesional selama proses pendampingan psikologis berlangsung.
Psikolog memberikan pendampingan secara langsung di lokasi kegiatan maupun secara daring dari Mako Puspsi TNI.
Dengan pola pendampingan tersebut, anak-anak memiliki akses dukungan psikologis sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi.
Pendekatan berkelanjutan menjadi penting untuk membantu penyintas menjalani proses pemulihan setelah mengalami bencana.
Karena itu, Puspsi TNI tidak hanya memberikan perhatian terhadap kondisi fisik pascabencana, tetapi juga aspek psikologis anak.
Upaya tersebut menyasar kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam proses pemulihan pascabencana.
Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Pelaksanaan trauma healing melibatkan berbagai unsur sebagai bagian dari sinergi pemulihan masyarakat terdampak gempa.
Puspsi TNI bekerja sama dengan pemerintah desa, pihak sekolah, dan Yayasan Persekolahan Sukma Pusat Keuskupan Ruteng.
Selain itu, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) NTT turut mendukung kegiatan pendampingan tersebut.
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Pemerintah Provinsi NTT juga terlibat.
Pemerintah Kabupaten Manggarai turut mendukung kolaborasi dalam penanganan dampak psikologis pascabencana tersebut.
Kolaborasi lintas sektor itu memperkuat pemulihan masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan psikologis para penyintas.
Dengan demikian, pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada sarana dan prasarana yang terdampak.
Aspek psikologis, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan, juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
Anak Penyintas Didorong Kembali Percaya Diri
Kehadiran Tim Psikologi TNI mendapat sambutan positif dari sejumlah pihak di lingkungan Desa Wancang.
Kepala Desa Wancang Valerinus Bagung, Kepala SDK Wancang Rony Syukur, dan Ketua Yayasan Persekolahan Sukma Pusat Romo Patrick Dharsam Guru menyambut kegiatan tersebut.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan pemulihan yang lebih baik bagi anak-anak penyintas.
Selanjutnya, Puspsi TNI bersama relawan psikologi terus mendorong pendampingan secara berkelanjutan.
Upaya itu diarahkan untuk membantu anak-anak kembali merasa aman setelah mengalami dampak psikologis akibat gempa.
Pendampingan juga diarahkan untuk memulihkan kepercayaan diri serta mendukung proses pemulihan psikologis secara optimal.
Melalui sinergi tersebut, Puspsi TNI berupaya memastikan anak-anak penyintas memperoleh dukungan psikologis selama menjalani masa pemulihan pascabencana.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

