PTPN IV Kerahkan Ekskavator di Labuhanbatu, Antisipasi Banjir Saat Hujan Ekstrem
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sumatera Utara, 26/10/2026 – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo mengerahkan ekskavator untuk menormalisasi saluran air di Desa Meranti Paham, Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Langkah ini bertujuan mengurangi risiko banjir akibat pendangkalan sungai, tumpukan sampah, dan penyumbatan drainase menjelang puncak musim hujan.
Perusahaan menjalankan upaya mitigasi tersebut setelah banjir bandang dan luapan sungai melanda sejumlah wilayah Sumatera pada tahun sebelumnya.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan manajemen mendorong seluruh unit operasional memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrologis.
Ia menegaskan, perusahaan perlu membenahi infrastruktur aliran air dan memetakan titik rawan sebelum hujan berintensitas tinggi memicu genangan.
“Bencana hidrologis di Sumatera dan Aceh tahun lalu memberikan pelajaran berharga bahwa fase tanggap darurat dan pemulihan memakan waktu serta sumber daya yang sangat masif,” ujar Jatmiko, Senin (26/10/2026).
“Oleh karena itu, tahun ini kami menginstruksikan seluruh unit untuk bergerak lebih awal membenahi drainase dan memetakan titik rawan krisis sebelum bencana itu sendiri terjadi,” lanjutnya.
Normalisasi Saluran Air di Titik Rawan
PTPN IV PalmCo merealisasikan langkah mitigasi tersebut di Dusun VI, Desa Meranti Paham, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu.
Dalam kegiatan ini, perusahaan mengerahkan ekskavator untuk mengeruk sedimen lumpur dan membersihkan tumpukan sampah yang menghambat aliran air.
Pelaksanaan pekerjaan melibatkan koordinasi teknis antara Kebun Meranti Paham dan Kebun Ajamu.
Tim lapangan memusatkan pengerjaan pada sejumlah titik penyumbatan atau bottleneck di persimpangan saluran air desa.
Titik-titik tersebut berpotensi memicu luapan air hingga menggenangi jalan poros desa ketika debit air meningkat tajam.
Selain itu, tumpukan ranting dan sedimentasi mempersempit jalur aliran sehingga air berisiko meluap saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Melalui pengerukan dan pembersihan saluran, perusahaan berupaya memperlancar aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Upaya ini juga menjadi bagian dari kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi cuaca ekstrem di sekitar wilayah operasional perkebunan.
Pengalaman Bencana Mendorong Mitigasi Dini
Jatmiko menjelaskan, PTPN IV PalmCo sebelumnya turut membantu masyarakat ketika bencana hidrologis melanda sejumlah wilayah Sumatera.
Perusahaan terlibat dalam penanganan darurat hingga pemulihan setelah bencana, termasuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Bantuan tersebut mencakup pemulihan infrastruktur dasar, penyediaan air bersih, penyaluran logistik, serta pembangunan hunian bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pengalaman itu mendorong perusahaan untuk memperkuat langkah pencegahan agar dampak bencana tidak semakin membebani masyarakat dan pemerintah daerah.
Menurut Jatmiko, pembenahan saluran air membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perusahaan perkebunan dan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional.
“Kita tidak ingin luapan air kembali memutus akses jalan warga dan melumpuhkan roda ekonomi daerah,” katanya.
“Pencegahan melalui kolaborasi pembersihan parit dan sungai ini adalah ikhtiar bersama agar warga di sekitar area operasional tetap aman dalam beraktivitas,” lanjut Jatmiko.
Ia berharap langkah antisipatif tersebut dapat membantu menjaga akses masyarakat sekaligus mendukung kelancaran kegiatan ekonomi ketika hujan deras melanda.
Kepala Desa Apresiasi Respons Perusahaan
Kepala Desa Meranti Paham, Sohadi, mengapresiasi langkah PTPN IV PalmCo yang mengerahkan alat berat untuk membersihkan saluran air di wilayahnya.
Ia menyebut pendangkalan sungai dan tumpukan sampah kerap menjadi persoalan bagi warga setiap kali musim hujan tiba.
Menurut Sohadi, kondisi tersebut membutuhkan penanganan memadai agar penyumbatan tidak meningkatkan risiko banjir di kawasan permukiman.
“Mewakili masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan gerak cepat PTPN IV,” tutur Sohadi.
“Kegiatan normalisasi menggunakan alat berat ini sangat berdampak nyata dalam memperkecil risiko penyumbatan yang kerap memicu banjir ke permukiman,” tambahnya.
Sohadi juga berharap kerja sama antara perusahaan perkebunan dan masyarakat terus berkembang, tidak hanya dalam penanganan saluran air.
Ia menilai kepedulian terhadap lingkungan perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga infrastruktur agar masyarakat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem.
“Kami berharap kolaborasi tanggap lingkungan seperti ini terus berjalan konsisten, sehingga daya dukung lingkungan sekitar kebun tetap terjaga dan masyarakat merasa lebih tenang menghadapi cuaca ekstrem,” tutupnya.
Melalui normalisasi tersebut, PTPN IV PalmCo berupaya memperkuat mitigasi bencana di sekitar wilayah operasional sekaligus mendukung keselamatan dan kenyamanan aktivitas masyarakat.
Namun, upaya pencegahan banjir juga membutuhkan perawatan saluran secara berkelanjutan serta partisipasi warga dalam menjaga kebersihan sungai dan drainase.
Karena itu, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi unsur penting untuk mengurangi risiko genangan ketika curah hujan meningkat.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

