Panglima TNI Pimpin Pemakaman Letkol Dudi Firmansyah, Gugur dalam Misi Karhutla
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 6 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara pemakaman militer Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/11/2026), sebagai penghormatan atas pengabdiannya dalam misi kemanusiaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Upacara tersebut turut dihadiri Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Evi Agus Subiyanto yang memberikan penghormatan terakhir kepada prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas negara.
Almarhum mengembuskan napas terakhir setelah helikopter Mi-17V5 yang membawa delapan kru mengalami kecelakaan ketika menjalankan misi pemadaman karhutla melalui operasi water bombing di Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).
Peristiwa tersebut menjadi duka bagi keluarga besar TNI, terutama karena para kru menjalankan misi kemanusiaan untuk membantu mengatasi kebakaran yang mengancam lingkungan dan masyarakat.
Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI), kecelakaan tersebut mengakibatkan Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah gugur bersama Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio.
Sementara itu, lima kru lainnya selamat dan menjalani perawatan medis di RSUD Kuala Pembuang.
Adapun Serda Heri masih dalam proses pencarian dan evakuasi setelah insiden helikopter tersebut.
Panglima TNI Pimpin Apel Persada di TMP Cikutra
Di tengah suasana duka, Panglima TNI memimpin langsung Apel Persada sebagai bagian dari rangkaian upacara pemakaman militer di TMP Cikutra.
Dalam prosesi tersebut, Agus Subiyanto menyampaikan penghormatan atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia untuk mengantarkan almarhum menuju peristirahatan terakhir.
“Saya Panglima Tentara Nasional Indonesia, atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia, dengan ini mempersembahkan ke persada ibu pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa almarhum,” ucap Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Pernyataan tersebut menjadi simbol penghormatan institusi terhadap prajurit yang mengabdikan jiwa dan raganya ketika menjalankan tugas kemanusiaan.
Selain itu, kehadiran Panglima TNI dalam upacara tersebut menunjukkan penghormatan langsung pimpinan tertinggi TNI kepada anggota yang gugur dalam pelaksanaan tugas.
Melalui prosesi militer, TNI mengantarkan almarhum dengan penghargaan atas dedikasi, keberanian, dan pengabdiannya kepada bangsa serta negara.
Pemakaman di TMP Cikutra juga menjadi bagian dari penghormatan negara terhadap jasa seorang prajurit yang gugur ketika menjalankan misi kemanusiaan.
Kecelakaan Helikopter Terjadi Saat Misi Pemadaman Karhutla
Kecelakaan helikopter Mi-17V5 di Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, terjadi ketika kru menjalankan operasi water bombing pada Rabu (4/11/2026).
Dalam operasi tersebut, helikopter mendukung upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan melalui pengerahan air dari udara menuju kawasan terdampak.
Misi semacam ini menjadi salah satu bentuk dukungan udara dalam penanganan karhutla, terutama ketika petugas membutuhkan bantuan untuk menjangkau area kebakaran.
Namun, kecelakaan yang menimpa helikopter tersebut mengakibatkan dua prajurit gugur, lima kru selamat, dan satu personel masih menjalani proses pencarian serta evakuasi berdasarkan informasi Puspen TNI.
Dalam perkembangan penanganan korban, TNI juga mengatur penghormatan terakhir bagi kedua prajurit yang gugur melalui upacara pemakaman militer.
Selain pemakaman Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah di TMP Cikutra, Bandung, TNI memakamkan Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio di TMP Giri Tunggal, Semarang.
Sementara itu, proses pencarian dan evakuasi Serda Heri menjadi bagian dari penanganan lanjutan setelah kecelakaan tersebut.
Pengabdian Prajurit dalam Misi Kemanusiaan
Misi pemadaman karhutla melalui operasi water bombing mencerminkan keterlibatan TNI dalam mendukung penanganan bencana dan melindungi kepentingan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, para prajurit menjalankan tugas yang membutuhkan kesiapan personel, kemampuan operasional, serta koordinasi dalam menghadapi kondisi lapangan.
Karena itu, kecelakaan helikopter tersebut mengingatkan kembali besarnya risiko yang menyertai tugas personel ketika menjalankan operasi kemanusiaan.
Di sisi lain, pengabdian Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah menjadi bagian dari catatan perjuangan prajurit TNI dalam menjalankan tanggung jawab kepada negara.
Melalui upacara pemakaman militer, Panglima TNI dan keluarga besar TNI memberikan penghormatan terakhir atas jasa serta pengorbanan almarhum.
Penghormatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengabdian prajurit dalam misi kemanusiaan memiliki arti penting bagi bangsa dan masyarakat.
TNI mengantarkan Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah ke peristirahatan terakhir di TMP Cikutra dengan penghormatan militer sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian yang telah ia berikan kepada negara.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

