Jumat, 30 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » BERITA » Hak Jawab PT Multi Bangun Abadi Tuai Kritik: Status Kemitraan Jadi Sorotan Publik

Hak Jawab PT Multi Bangun Abadi Tuai Kritik: Status Kemitraan Jadi Sorotan Publik

  • account_circle Tama
  • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bekasi – Hak jawab yang disampaikan PT Multi Bangun Abadi (MBA) terkait pemberitaan dugaan pelanggaran hak normatif pekerja kembali menuai kritik dari kalangan praktisi hukum ketenagakerjaan.

Sejumlah pihak menilai klarifikasi perusahaan belum menyentuh inti persoalan yang sebelumnya diadukan para pekerja, terutama terkait status hubungan kerja dan pemenuhan hak-hak normatif.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Federasi Serikat Buruh Kimia Industri Umum Farmasi dan Kesehatan (KIKES) KSBSI, Muhammad Fadhil, S.H., M.H., menyatakan bahwa substansi hak jawab PT MBA masih bersifat umum dan belum memberikan penjelasan konkret terhadap isu utama yang mencuat.

Menurutnya, polemik ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui pernyataan normatif tanpa disertai data dan fakta yang terukur.

Fadhil menegaskan, dalam perspektif hukum ketenagakerjaan, klaim perusahaan yang menyebut hubungan dengan pekerja sebagai “kemitraan” tidak cukup dilihat dari aspek administratif atau label semata.

Penilaian harus dilakukan berdasarkan fakta hubungan kerja yang terjadi di lapangan.

“Dalam praktik hukum ketenagakerjaan di Indonesia, yang menjadi dasar bukan sekadar istilah kemitraan, tetapi fakta hubungan kerja itu sendiri. Jika terdapat unsur pekerjaan, upah, dan perintah, maka secara hukum itu dapat dikualifikasikan sebagai hubungan kerja,” ujar Fadhil, Sabtu (28/03/2026).

Ia merujuk pada ketentuan Pasal 1 angka 15 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang mendefinisikan hubungan kerja sebagai relasi antara pengusaha dan pekerja berdasarkan perjanjian kerja yang memuat unsur pekerjaan, upah, dan perintah.

Dengan demikian, apabila ketiga unsur tersebut terpenuhi, maka pekerja berhak atas perlindungan normatif sesuai peraturan perundang-undangan.

Lebih lanjut, Fadhil juga menyinggung Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 27/PUU-IX/2011 yang menegaskan bahwa praktik penyamaran hubungan kerja melalui skema kemitraan atau outsourcing tidak boleh menghilangkan hak pekerja.

Baca juga :  Kodaeral IX Ambon Sentuh Kepedulian Anak Desa Opin Lewat Edukasi Kesehatan Gigi

Ia menilai putusan tersebut menjadi rujukan penting dalam menilai kasus serupa.

Menurutnya, dalih perusahaan yang menyatakan masih adanya “proses penyelesaian” tanpa membuka rincian justru berpotensi mengaburkan transparansi.

Dalam konteks pemberitaan yang menyangkut kepentingan publik, terutama hak pekerja, klarifikasi dinilai seharusnya menjawab substansi persoalan secara terbuka.

“Jika memang tidak ada pelanggaran, perusahaan seharusnya menjelaskan secara rinci bagaimana skema pembayaran, status hubungan kerja, serta ada atau tidaknya pemotongan upah. Itu yang ditunggu publik. Hak jawab tidak boleh menjadi alat untuk menghindari substansi,” tegasnya.

Di sisi lain, Pengamat hukum dari Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya, Agus ATP, S.H., turut memberikan pandangan terkait aspek pemberitaan.

Ia menilai media telah menjalankan fungsi kontrol sosial sepanjang telah melakukan upaya konfirmasi kepada pihak terkait.

Agus menjelaskan, dalam Kode Etik Jurnalistik, wartawan diwajibkan bersikap independen, akurat, berimbang, serta tidak beritikad buruk.

Upaya konfirmasi yang dilakukan sebelum publikasi menjadi bagian penting dari proses jurnalistik yang sah.

“Sepanjang media telah melakukan konfirmasi, meskipun belum mendapat jawaban lengkap dari pihak perusahaan, itu tetap memenuhi kaidah jurnalistik. Tidak ada kewajiban menunda publikasi jika konfirmasi belum direspons secara penuh,” ujarnya.

Ia menambahkan, praktik tersebut juga sejalan dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang memperbolehkan publikasi tetap dilakukan dengan catatan memberikan ruang hak jawab setelahnya.

Sorotan pada Substansi Dugaan Pelanggaran

Fadhil kembali menyoroti tidak adanya bantahan spesifik dalam hak jawab PT MBA terhadap sejumlah poin krusial yang sebelumnya diberitakan.

Beberapa di antaranya meliputi dugaan pemotongan gaji, keterlambatan pembayaran hak pekerja, hingga penghentian hubungan kerja sebelum masa kontrak berakhir.

Menurutnya, tanpa penjelasan rinci terhadap poin-poin tersebut, hak jawab yang disampaikan cenderung bersifat defensif dan tidak memberikan kepastian informasi bagi publik.

Baca juga :  Semarak HUT ke-80 TNI, Kodaeral I Tampil Gagah di Medan

“Secara hukum, pekerja memiliki hak atas upah yang layak dan perlindungan dari pemotongan sepihak sebagaimana diatur dalam regulasi ketenagakerjaan. Jika ada dugaan pelanggaran, maka harus dijawab secara konkret, bukan sekadar pernyataan normatif,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa penyelesaian perselisihan hubungan industrial memiliki mekanisme yang jelas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004.

Proses tersebut meliputi tahapan bipartit, mediasi, hingga pengadilan hubungan industrial yang harus dijalankan secara transparan dan akuntabel.

Fadhil menilai, apabila perusahaan menyatakan tengah menempuh proses penyelesaian, maka seharusnya dijelaskan secara terbuka pada tahap mana proses tersebut berlangsung.

Informasi tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik dan menghindari spekulasi.

“Jika memang sedang berproses, sebutkan secara jelas: apakah sudah bipartit, apakah sudah ada risalah, atau sudah masuk tahap mediasi. Transparansi ini penting agar publik tidak menerima informasi yang menggantung,” ujarnya.

Meski menyampaikan kritik, Fadhil dan Agus ATP, menegaskan bahwa pihaknya tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

Ia membuka ruang bagi PT MBA untuk memberikan klarifikasi lanjutan yang lebih substansial dan berbasis data.

Menurutnya, tujuan utama dari kritik tersebut bukan untuk menyerang perusahaan, melainkan memastikan bahwa hak-hak pekerja tidak diabaikan dan seluruh proses berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

“Ini bukan soal menyudutkan pihak tertentu, tetapi memastikan perlindungan hak pekerja tetap menjadi prioritas. Keterbukaan terhadap klarifikasi yang lebih lengkap dan berbasis fakta. Justru itu yang diharapkan publik,” tutupnya.

(**/red)

Berita terkait: Hak Jawab PT Multi Bangun Abadi Soal Pemberitaan Hak Normatif Pekerja

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Interesting

  • Pemecahan Saham  Amazon dan Rencana Pembelian Kembali $10 miliar

    Pemecahan Saham Amazon dan Rencana Pembelian Kembali $10 miliar

    • calendar_month Kamis, 10 Mar 2022
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Amazon Umumkan Pemecahan Saham dan Rencana Pembelian Kembali $10 miliar Gensa – Saham Amazon.com naik tajam dalam perdagangan setelah jam kerja setelah raksasa e-commerce dan komputasi awan itu mengumumkan pemecahan saham 20-untuk-1 dan program pembelian kembali saham yang diperluas. Sementara pemecahan saham tidak secara matematis menciptakan nilai bagi pemegangnya — ini setara dengan finansial dengan memotong […]

  • Satgas TMMD ke-130 Bangun Rumah Warga Kampung Yamboi Bersama Masyarakat

    Satgas TMMD ke-130 Bangun Rumah Warga Kampung Yamboi Bersama Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Manokwari Selatan – Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan bersama warga bergotong royong membangun rumah di Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Jumat (16/10/2026). Kegiatan tersebut memperlihatkan keterlibatan langsung pemilik rumah dalam proses pembangunan bersama prajurit TNI, mulai dari pengukuran hingga penyiapan lahan. Bagi warga, kerja bersama itu bukan […]

  • Menjelang HUT RI ke-80, Brimob Polda Metro Jaya Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih di Ciputat

    Menjelang HUT RI ke-80, Brimob Polda Metro Jaya Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih di Ciputat

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Ciputat, Tangsel — Suasana Jalan RE Martadinata, Ciputat, Senin (4/8/2025) pagi tampak berbeda. Ratusan personel Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya berdiri rapi di tepi jalan, menyapa pengendara sambil membagikan bendera merah putih berukuran kecil. Senyum ceria dan kibaran bendera membuat suasana jelang Hari Kemerdekaan terasa semakin semarak. Aksi bagi-bagi bendera ini dipimpin […]

  • Koramil Duren Sawit Perkuat Patroli Cegah Tawuran dan Kenakalan Remaja

    Koramil Duren Sawit Perkuat Patroli Cegah Tawuran dan Kenakalan Remaja

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Timur – Koramil 08/Duren Sawit bersama Komponen Pendukung (Komduk) memperkuat patroli malam untuk mencegah tawuran dan kenakalan remaja. Patroli dan siskamling keliling berlangsung di Jalan H. Naman, RT 01/RW 03, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 1 September 2026, sebagai langkah preventif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Babinsa […]

  • TNI AD dan Warga Mentawai Gotong Royong Rehabilitasi Rumah Robert

    TNI AD dan Warga Mentawai Gotong Royong Rehabilitasi Rumah Robert

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Faisal Ryanggie Fermana
    • 0Komentar

    MENTAWAI – Semangat gotong royong mewarnai pelaksanaan program Karya Bakti TNI Angkatan Darat (AD) di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Personel Satuan Tugas (Satgas) Karya Bakti TNI AD bersama warga setempat bergotong royong mendirikan rangka kuda-kuda rumah dalam proses rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Robert di Dusun Karoniet, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara. […]

  • Foto dok. istimewa

    Pemerintah Hormati Putusan MK Soal UU Cipta Kerja, Siap Tindak Lanjuti dengan Hati-hati

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Sebagai negara hukum, pemerintah menyatakan tunduk pada putusan tersebut dan siap mengambil langkah-langkah strategis untuk menindaklanjuti keputusan MK

expand_less