Enam Anggota dan Simpatisan OPM Kembali Nyatakan Setia kepada NKRI
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
- print Cetak

Jakarta – Pendekatan humanis Satgas Koops TNI Habema kembali mendorong anggota dan simpatisan OPM meninggalkan kelompoknya serta menyatakan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam dua hari berturut-turut, enam orang menyatakan ikrar setia kepada NKRI di dua wilayah Papua, yakni Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Puncak.
Lima orang merupakan simpatisan OPM Kodap VIII/Intan Jaya, sedangkan seorang lainnya tercatat sebagai anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga.
Lima simpatisan tersebut berinisial JJ, PB, RS, NS, dan MS. Mereka menyampaikan ikrar setia setelah menjalani komunikasi dan dialog persuasif bersama Satgas Yonif 744/SYB.
Prosesi tersebut berlangsung di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Minggu (6/9/2026).
Pendekatan komunikasi menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Satgas membuka ruang dialog untuk membangun kepercayaan dengan para simpatisan.
Sehari kemudian, seorang anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga juga menyatakan kembali kepada NKRI.
Ia bernama Erison Murib alias Buton Murib, 22 tahun, anggota kelompok pimpinan Arodi Kulla.
Erison mengucapkan ikrar setia kepada NKRI di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Senin (7/9/2026).
Ikrar Ditandai Penghormatan Bendera
Prosesi ikrar setia berlangsung dengan sejumlah rangkaian simbolis sebagai bentuk pernyataan kembali kepada NKRI.
Rangkaian tersebut meliputi penandatanganan surat pernyataan, penghormatan, serta penciuman Bendera Merah Putih.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan setempat.
Unsur TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat turut menyaksikan prosesi tersebut.
Keterlibatan berbagai unsur itu menunjukkan bahwa proses kembalinya para simpatisan dan anggota OPM berlangsung di tengah lingkungan sosial masyarakat.
Keluarga Erison juga menyampaikan apresiasi atas pendekatan humanis yang dilakukan TNI dalam proses tersebut.
Pihak keluarga berharap Erison dapat kembali menjalani kehidupan secara damai dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Alkitab.
Pendekatan tersebut menempatkan komunikasi dan dialog sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang bagi mereka yang ingin meninggalkan aktivitas kelompoknya.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menegaskan, TNI tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan sekaligus mendorong terciptanya kedamaian di Papua.
“TNI mengajak dan membuka ruang bagi anggota maupun simpatisan OPM yang ingin kembali ke pangkuan NKRI,” tegas Muhammad Nas.
“Mereka dapat menjalani kehidupan yang damai serta bersama-sama dengan masyarakat lainnya membangun Papua,” lanjutnya.
Menurut TNI, ruang untuk kembali kepada kehidupan bersama masyarakat tetap terbuka bagi anggota maupun simpatisan OPM yang memilih jalan damai.
Komitmen tersebut berjalan seiring dengan tugas TNI menjaga keamanan di wilayah Papua serta mendukung terciptanya kondisi yang memungkinkan masyarakat menjalani kehidupan secara lebih baik.
Kembalinya enam orang tersebut menjadi bagian dari hasil pendekatan humanis yang dilakukan Satgas Koops TNI Habema melalui komunikasi dan dialog persuasif.
TNI menyatakan akan terus menjaga keamanan dan mendukung terciptanya kedamaian berkelanjutan demi kehidupan masyarakat Papua yang lebih baik.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

