Danlanud Sjamsudin Noor Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla Kalsel
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banjarbaru – Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita menghadiri rapat evaluasi penanganan Karhutla Kalimantan Selatan, Rabu (23/9/2026).
Rapat berlangsung di Jalan Gubernur Syarkawi dalam rangka kunjungan kerja Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni.
Forum tersebut mengevaluasi perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor di Kalimantan Selatan.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, Pangdam XXII/TB Mayjen TNI Zainul Arifin, dan Sekda Kalsel Muhammad Syarifuddin menghadiri rapat tersebut.
Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Noviar, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, serta Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra turut hadir.
Selain itu, unsur Forkopimda dan sejumlah instansi terkait mengikuti evaluasi untuk menyatukan langkah penanganan Karhutla.
160,55 Hektare Lahan Terbakar
Dalam paparannya, Kepala BPBD Kalsel mencatat luas lahan terbakar mencapai sekitar 160,55 hektare hingga 22 September 2026.
Dari jumlah tersebut, petugas berhasil memadamkan 111,45 hektare, sedangkan sekitar 49,10 hektare masih dalam penanganan.
Penanganan Karhutla melibatkan 3.567 personel gabungan yang bergerak sesuai wilayah dan kebutuhan operasi.
Selain kekuatan darat, pemerintah mengerahkan enam unit helikopter water bombing untuk mendukung pemadaman dari udara.
Operasi modifikasi cuaca (OMC) juga mendukung upaya pengendalian Karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk mengukur efektivitas langkah pemadaman sekaligus menentukan kebutuhan penanganan berikutnya.
Kepala BNPB menekankan pentingnya membentuk tim gabungan yang mampu bergerak cepat ketika menemukan titik api.
Menurutnya, tim tersebut perlu mendapat dukungan personel berpengalaman agar respons terhadap Karhutla berlangsung efektif.
Ia juga menekankan pengelolaan bantuan secara tertib untuk mencegah tumpang tindih dalam pelaksanaan operasi.
Perkuat Integrasi Data dan Operasi
Sementara itu, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menekankan pentingnya integrasi data dalam mendukung pengambilan keputusan penanganan Karhutla.
Ia juga mendorong penguatan koordinasi antarlembaga serta optimalisasi pasukan darat dan dukungan operasi udara.
Penempatan personel, menurutnya, perlu menyesuaikan prioritas wilayah agar penanganan Karhutla lebih efektif dan tepat sasaran.
Langkah tersebut membutuhkan koordinasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, TNI-Polri, BNPB, serta instansi terkait lainnya.
Dalam forum itu, Danlanud Sjamsudin Noor turut memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mendukung penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.
Kesiapan unsur TNI AU menjadi bagian dari dukungan terhadap operasi terpadu bersama seluruh pemangku kepentingan.
Koordinasi tersebut mencakup kesiapan unsur pendukung serta komunikasi dengan instansi yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
Rapat evaluasi kemudian menjadi forum bersama untuk menyelaraskan langkah menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Selain mempercepat respons terhadap titik api, koordinasi tersebut diarahkan untuk memperkuat upaya pencegahan.
Dengan langkah terpadu, seluruh unsur terkait dapat menyesuaikan pengerahan personel berdasarkan perkembangan situasi lapangan.
Evaluasi berkala juga membantu memastikan dukungan darat dan udara berjalan sesuai kebutuhan penanganan.
Lanud Sjamsudin Noor terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder dalam mendukung penanganan Karhutla.
Upaya tersebut sekaligus mendukung pencegahan munculnya titik api baru di wilayah Kalimantan Selatan.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

