Majlis Al Abrar Bekasi Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Gunakan Metode Hisab

“Perbedaan itu biasa. Jika dikelola dengan baik, justru bisa menjadi sesuatu yang positif. Yang terpenting adalah menjaga persatuan dan saling menghormati,”

Majlis Al Abrar Bekasi Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Gunakan Metode Hisab – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Kota Bekasi – Jemaah Majlis Al Abrar Indonesia di Kota Bekasi, Jawa Barat, melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Kamis (19/3/2026) pagi, lebih awal dari penetapan pemerintah yang dijadwalkan melalui sidang isbat pada sore hari.

Pelaksanaan salat Id tersebut digelar di Jalan Pulo Permatasari, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti sekitar seratusan jemaah.

Pimpinan Majlis Al Abrar Indonesia, Habib Rais Ridjaly, menjelaskan bahwa penentuan 1 Syawal dilakukan menggunakan metode hisab yang dikombinasikan dengan pemantauan hilal atau rukyat (disebut do’iyat dalam internal mereka).

Menurutnya, dasar perhitungan tersebut telah memenuhi ketentuan yang diyakini oleh kelompoknya.

“Kami menggunakan hisab, namun juga mencocokkannya dengan pemantauan bulan. Kami mulai puasa pada 17 Februari lalu, sehingga hari ini sudah genap 30 hari. Secara hitungan, ini sudah masuk bulan Syawal,” ujar Habib Rais saat ditemui di lokasi.

Advertisement

Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan diambil secara sepihak, melainkan berdasarkan metode yang telah lama digunakan oleh Majlis Al Abrar.

Penetapan ini juga diklaim berlaku serentak bagi jemaah mereka di berbagai daerah.

Selain di Kota Bekasi, Habib Rais menyebut bahwa perayaan Idul Fitri oleh Majlis Al Abrar juga berlangsung di sejumlah wilayah lain di Indonesia, serta di beberapa negara seperti Malaysia dan Singapura.

Namun demikian, ia tidak merinci jumlah jemaah maupun lokasi spesifik di luar Bekasi.

Dalam pelaksanaan salat Id tersebut, khutbah disampaikan oleh Habib Diyabin Syihab.

Dalam pesannya, jemaah diingatkan mengenai makna dan tujuan ibadah selama bulan Ramadan, khususnya terkait perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.

Pilihan Editor :  Pedoman Dasar Pengenalan Terhadap Jati Diri

Habib Rais menambahkan, indikator keberhasilan menjalankan ibadah puasa tidak hanya diukur dari ritual semata, tetapi juga dari dampaknya terhadap sikap dan kehidupan sehari-hari.

“Harus ada perubahan ke arah yang lebih baik. Jika tidak ada perubahan, berarti seseorang belum berhasil menyerap nilai-nilai pendidikan selama Ramadan,” katanya.

Perbedaan Penetapan Idul Fitri Dinilai Wajar

Menanggapi perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri dengan pemerintah, Habib Rais menilai hal tersebut sebagai fenomena yang lumrah dalam kehidupan beragama di Indonesia.

Ia menekankan pentingnya menjaga sikap toleransi dan tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber konflik.

Menurutnya, perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah, seperti hisab dan rukyat, telah lama menjadi bagian dari dinamika umat Islam di Tanah Air.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menyikapinya secara dewasa.

“Perbedaan itu biasa. Jika dikelola dengan baik, justru bisa menjadi sesuatu yang positif. Yang terpenting adalah menjaga persatuan dan saling menghormati,” ujarnya.

Menariknya, meskipun telah lebih dahulu melaksanakan salat Id, Habib Rais yang juga menjabat sebagai Ketua RW setempat menyatakan tetap akan mengikuti salat Idul Fitri yang ditetapkan pemerintah apabila jatuh pada keesokan harinya.

“Sebagai Ketua RW, saya juga akan hadir salat di masjid bersama warga jika pemerintah menetapkan besok sebagai Idul Fitri,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya di Kota Bekasi, untuk mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sosial, tanpa memandang latar belakang identitas.

“Ketika bertemu orang, jangan langsung bertanya soal nama atau agamanya. Tanyakan kabarnya, keluarganya. Kami mengedepankan empati dan kedamaian antarumat,” ucapnya.

Pilihan Editor :  Zakat Fitrah 2026 Berapa Besarannya dan Cara Bayarnya

Pelaksanaan salat Id di lokasi tersebut turut dihadiri unsur pimpinan kecamatan dan aparat kepolisian setempat.

Kehadiran mereka disebut sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran dan keamanan kegiatan masyarakat.

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan Idul Fitri, Majlis Al Abrar juga berencana menggelar kegiatan open house yang terbuka untuk masyarakat umum pada Jumat (20/3/2026).

Acara tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga, sekaligus memperkuat nilai toleransi di tengah perbedaan yang ada.**/frm

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *