PBTI Bidik Podium Asia pada Taekwondo Indonesia Open G2 2026

JAKARTA, 21 Juli 2026 – Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) memanggil 31 atlet untuk memperkuat Indonesia pada 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 yang berlangsung di Tennis Indoor Gelora...

-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

JAKARTA, 21 Juli 2026 – Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) memanggil 31 atlet untuk memperkuat Indonesia pada 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 yang berlangsung di Tennis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 1–5 Agustus 2026. Kejuaraan berstatus World Taekwondo G2 itu menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memburu prestasi sekaligus memperkuat posisi di pentas taekwondo Asia.

PBTI menetapkan pemanggilan atlet setelah menuntaskan proses seleksi melalui Kejuaraan International Ksatria Nusantara Series Bandung Utama 2026.

Sebanyak 31 atlet terbaik lolos dan berhak mengikuti pemusatan persiapan menuju kejuaraan tersebut.

Tujuh atlet berasal dari Pelatnas Taekwondo Indonesia.

Sementara itu, 24 atlet lainnya mewakili hasil pembinaan dari berbagai daerah.

Komposisi tersebut menunjukkan PBTI memberi kesempatan kepada atlet muda untuk bersaing di level internasional.

Selain memburu prestasi, PBTI juga ingin memperluas regenerasi atlet nasional melalui kompetisi berkualitas.

Kejuaraan ini memiliki arti penting bagi Indonesia.

Untuk pertama kalinya, Indonesia mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah kejuaraan taekwondo Asia berstatus World Taekwondo G2.

Kepercayaan tersebut memperlihatkan meningkatnya posisi Indonesia di lingkungan federasi taekwondo internasional.

Selain itu, penyelenggaraan ajang tersebut memperkuat diplomasi olahraga Indonesia di tingkat Asia.

PBTI Targetkan Prestasi dan Tambahan Poin Dunia

Ketua Umum PBTI, Letjen TNI Richard Tampubolon, menilai kejuaraan tersebut memiliki nilai strategis bagi pembinaan atlet nasional.

Menurutnya, ajang G2 menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kualitas persaingan atlet Indonesia.

“Kejuaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships (G2) menjadi ajang strategis bagi atlet Indonesia untuk meningkatkan prestasi dan daya saing internasional,” tegas Letjen TNI Richard Tampubolon.

PBTI menargetkan para atlet mampu bersaing hingga perebutan medali.

Pilihan Editor :  Danlanal Bandung Pimpin Upacara HUT ke-80 TNI: TNI Lahir, Berjuang, dan Kembali untuk Rakyat

Selain itu, kejuaraan tersebut juga menjadi kesempatan menambah poin peringkat World Taekwondo.

PBTI juga akan mengevaluasi kemampuan teknis, fisik, mental, serta strategi bertanding setiap atlet.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan program pembinaan menuju kejuaraan internasional berikutnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBTI, Rafael Hotasi Siagian, menegaskan Indonesia juga memikul tanggung jawab sebagai penyelenggara ajang internasional.

Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan tersebut menjadi kesempatan menunjukkan kualitas organisasi olahraga nasional.

“Ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai penyelenggara event internasional,” ujar Rafael Hotasi Siagian.

Persiapan Teknis Terus Dimatangkan

Selanjutnya, PBTI mematangkan seluruh aspek penyelenggaraan menjelang pembukaan kejuaraan.

Panitia menyiapkan wasit bersertifikat internasional, pelatih, manajer pertandingan, serta tenaga teknis berpengalaman.

Selain itu, PBTI juga menjadwalkan penyegaran wasit internasional dan technical meeting sebelum pertandingan dimulai.

Langkah tersebut bertujuan menjaga kualitas pertandingan sesuai standar World Taekwondo.

Kejuaraan akan berlangsung selama lima hari.

Panitia menggelar pertandingan nomor Poomsae Recognized dan Poomsae Freestyle pada 1–2 Agustus 2026.

Selanjutnya, nomor Kyorugi Senior Putra dan Kyorugi Senior Putri berlangsung pada 3–5 Agustus 2026.

PBTI berharap kejuaraan ini tidak hanya melahirkan prestasi atlet nasional.

Selain itu, organisasi juga ingin memperkuat kepercayaan dunia terhadap kemampuan Indonesia menggelar kejuaraan taekwondo bertaraf internasional.

Karena itu, keberhasilan penyelenggaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 diharapkan menjadi pijakan bagi Indonesia untuk semakin berperan dalam perkembangan taekwondo Asia sekaligus memperkuat daya saing atlet nasional di tingkat dunia.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *